<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539</id><updated>2012-01-17T18:57:40.420+07:00</updated><category term='budaya'/><title type='text'>Ein Volk, Ein Reich, Ein Fuhrer...</title><subtitle type='html'>"wissenschaftlich"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>231</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-224544202186213617</id><published>2012-01-17T18:47:00.004+07:00</published><updated>2012-01-17T18:57:40.429+07:00</updated><title type='text'>Fahma Ciptakan Aplikasi Jengkol Jump</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-n_iuMJtQI2I/TxVhPkXhmkI/AAAAAAAAAVs/t7J4z9_aks8/s1600/jengkol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-n_iuMJtQI2I/TxVhPkXhmkI/AAAAAAAAAVs/t7J4z9_aks8/s320/jengkol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698567823595510338" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BULATAN&lt;/span&gt; kecil bermata dua itu melompat-lompat, menapaki serpihan yang ada di layar iPhone. Untuk mengatur lompatan bulatan itu, cukup menggoyangkan gadget berwarna putih itu ke kiri dan ke kanan. Bulatan kecil akan mengikuti sesuai arah yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan bulatan kecil itu disebut Jengkol Jump. Di waktu senggang, permainan yang diciptakan Fahma Waluta Rosmansyah itu cukup menghibur dan menantang. Apalagi didukung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;backsound&lt;/span&gt; alunan angklung ala Saung Udjo. Ada dua pilihan cara bermain. Yaitu menggoyangkan smartphone, atau menekan layar sentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah berusia 13 tahun ini hanya butuh waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan Jengkol Jump dimainkan. Dia dibantu adik perempuannya, yang bernama Hania Pracika Rosmansyah, yang masih berusia enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahma mengaku awalnya iseng-iseng menggabungkan kode-kode rumit iPhone. Setelah terbiasa dengan kode-kode itu, bocah kelahiran 27 Mei 1998 ini menggabungkan hasil oprekan dan belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pertama, permainan itu harus uni. Yang kedua, harus mengenalkan sesuatu. Saya di sini mengenalkan bahwa jengkol itu buah, dan bisa menjadi permainan yang unik," kata bocah yang tidak menyukai jengkol ini Selasa (22/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari permainan Jengkol Jump, harus loncat setinggi-tingginya dengan mengumpulkan score. Permainan itu masih sebatas menghibur, karena belum ada tantangan ke level lain. Jengkol Jump baru bisa dimainkan di iPhone dan iPad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya, Jengkol Jump akan dipertegas dan disempurnakan. Setelah itu dimasukkan ke application store untuk diunduh pengguna iPhone. Namun, untuk tantangan dari level ke level, pemain akan dikenakan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jengkol Jump adalah karya Fahma yang ke 46. Siswa kelas II SMP Salman ini mengaku sudah mulai membuat permainan-permainan itu sejak kelas lima. Hampir setiap Sabtu dan Minggu, bersama Hania, duduk di depan iPad untuk membuat sebuah karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang baru bikin animasi atau permainan di komputer, Nokia, dan Apple. Kalau fokus mengerjakan satu permainan, bisa menghabiskan waktu sampai lima jam. Tapi normalnya antara satu sampai 1,5 jam berhadapan dengan komputer," kata pengidola Steve Jobs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai hasil karyanya itu, Fahma berhasil menggondol juara I Asia Pacific Information Communication Technology (ICT) di Malaysia pada tahun lalu. Pada waktu itu, karyanya dinamakan English for Kids.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekitar 25 penghargaan lain sudah didapat Fahma dan Hania. Seperti Penghargaan Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2011 Anak Cerdas dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Juara Karya Tulis Kategori Khusus Challenging, dan Bobo Award 2011 Kategori Sains dan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di satu situs media Jerman, Fahma dijuluki Jakarta Kids, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Youngest Developers in the World&lt;/span&gt;. Dia juga dikukuhkan sebagai developer termuda Nokia sedunia tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karya yang sudah diciptakannya, ditampung dalam situs &lt;span style="font-style:italic;"&gt;www.akucintaindonesia.com&lt;/span&gt;. Karya-karya itu bisa diunduh secara gratis. "Saya ingin jadi seperti ayah menjadi dosen. Bisa mengajar dan membuat karya," kata anak pertama dari dua bersaudara pasangan Yusep Rosmansyah dan Yusi Elsiano ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-224544202186213617?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/224544202186213617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=224544202186213617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/224544202186213617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/224544202186213617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2012/01/fahma-ciptakan-aplikasi-jengkol-jump.html' title='Fahma Ciptakan Aplikasi Jengkol Jump'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-n_iuMJtQI2I/TxVhPkXhmkI/AAAAAAAAAVs/t7J4z9_aks8/s72-c/jengkol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2027964618770090389</id><published>2012-01-08T16:10:00.002+07:00</published><updated>2012-01-08T16:22:09.989+07:00</updated><title type='text'>Ketika Aku Mengenal Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU &lt;/span&gt;baru sadar bertemu dengan Tuhan beberapa tahun ini. Pertemuan itu bukan secara langsung. Laiknya aku bertemu dengan dia, yang bisa saling menatap, dan mendeskripsikan karakter wajah atau tatapan matanya. Pertemuan dengan Tuhan, terwakili segala benda yang ada di sekeliling jasad ini. Benda itu bisa berupa alam semesta, atau sifat yang ada pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi Tuhan benar-benar nyata, walau tidak pernah menunjukkan wujudnya sekalipun. Ruang, waktu, dan materi, telah diatur sedemikian rupa demi kepentingan manusia dan makhluk hidup lainnya di alam semesta. Aku bisa merasakan segala kekuasaan Tuhan yang tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan merupakan Maha dalam segala hal. Aristoteles menyebutnya sebagai Maha Baik. Sifat kebaikan Tuhan adalah mutlak, dan tidak perlu diperdebatkan. Manusia tidak sekadar tahu. Tapi mereka meyakini kebaikan Tuhannya masing-masing. Entah, ada berapa Tuhan yang disembah makhluk hidup yang memiliki hati dan pikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montaigne pernah mengatakan, manusia itu benar-benar gila! Mereka tidak bisa menciptakan seekor tikus sekalipun, tetapi manusia mampu menciptakan berlusin-lusin Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala apa yang ada di alam semesta ini, tidak terjadi secara kebetulan. Prinsip determinasi berlaku. Artinya, tiada satu pun benda yang kemudian berdiri sendiri tanpa adanya alasan. Namun sekali lagi, aku mengenal Tuhan bukan sebagai benda atau makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang merasakan kehadiran Tuhan di manapun ruangnya. Tapi, aku belum mengenalnya secara baik. Hubungan aku dengan Tuhan, seringkali terputus. Aku kerap mengabaikan, dan kemudian berpaling kepada urusan duniawi yang begitu menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik tertentu, aku mengagumi ciptaan Tuhan dari hal terkecil. Bermilyar manusia di bumi, tiada satu pun yang sama. Berbagai benda dan makhluk saling bermanfaat. Tuhan membuat planet di dunia astronomi saling bergerak teratur. Aku membayangkan kalau keteraturan itu kemudian lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan begitu menyayangi manusia, dengan menurunkan wahyu yang diabadikan dalam kitab. Wahyu itu sebagai petunjuk. Berisi janji dan ancaman dalam kitab, Tuhan tidak ingin manusia terjerumus dalam kesesatan kehidupan setelah kematian. Yaitu antara Surga dan Neraka. Begitu juga petunjuk yang disampaikan utusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum mengenal Tuhan seutuhnya. Mungkin dibandingkan mereka, yang disebut alim ulama, pendeta, atau para biksu. Pada waktu tertentu, keangkuhan nafsu membuat aku melupakan Tuhan. Aku hanya melupakannya, bukan membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku begitu ingin mengenal Tuhan. Bukan sekadar dalam bentuk ekspresi tangisan. Tapi, lebih kepada menganggap sesuatu dalam hidup adalah kekuasaan Tuhan. Tentu aku menyadari, kemampuan berpikir manusia terbatas. Aku ingin mengenal Tuhan, dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, ampuni kami, manusia, yang kerapkali tergoda nafsu duniawi. Kebaikan atau ibadah yang aku lakukan, adalah satu bentuk untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Aku berharap dengan mengenal Tuhan, aku bisa melaksanakan perintah, dan menjauhi larangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin membunuh Tuhan, seperti yang dikatakan Friedrich Nietzsche. Menurutnya Tuhan telah mati, dan kita yang membunuhnya. Bukan mati dalam pengertian harfiah. Namun, Tuhan digunakan pembenaran untuk saling membunuh. Juga secara tidak langsung, beragam amoralitas juga telah membunuh Tuhan dengan sendirinya. Sadar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx juga pernah mengatakan bahwa agama yang berisi Tuhan itu sebagai candu, karena hanya dijadikan tempat pelarian para pesakitan dan orang yang tidak memiliki harapan. Agama dan Tuhan telah di reduksi oleh masing-masing pemeluknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin hanya sekadar mengenal Tuhan dalam kondisi pesakitan. Namun, aku juga ingin mengenalnya dalam ketidakaturan kehidupan. Kini, aku menjadi lebih mengenalnya melalui seseorang. Itu karena aku yakin, Tuhan memberikan pencerahan kepada siapapun, dengan media apapun, dan dalam kondisi apapun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2027964618770090389?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2027964618770090389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2027964618770090389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2027964618770090389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2027964618770090389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2012/01/ketika-aku-mengenal-tuhan.html' title='Ketika Aku Mengenal Tuhan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8494684428925439199</id><published>2012-01-07T16:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-07T17:01:31.700+07:00</updated><title type='text'>Sang Revisionis dan Seorang Kawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIA&lt;/span&gt; disebut sang revisionis. Bukan menyatakan diri. Tapi pemikiran, orasi, dan tindakannya sudah cukup mencerminkan gaya revisionis. Kerangka berpikirnya mulai disusun pada pertengahan semester di tingkat perguruan tinggi. Bersama sejumlah temannya yang memiliki perbedaan pandangan ideologi, sesuai pergerakannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang revisionis, tidak mengikrarkan diri pada gerakan kiri atau kanan. Dia lebih condong meleburkan diri pada pandangan yang dianggapnya begitu sempit itu. Apalagi, kedua gerakan itu dinilai sebagai pemikiran yang kontemporer. Fakta bahwa sebagian kaum pergerakan menggadaikan prinsipnya, membuatnya muak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sang revisionis harus berhadapan dengan status quo, yang begitu kejam dan yang menjadi mayoritas. Dia berdiri sendiri dan masih kokoh dalam segala apa yang ada pada hati dan pikirannya.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan, revisionis adalah orang yang dianggap menyimpang dari atau mengubah suatu ajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimpang bukan sesuatu yang sesat, hanya karena dianut minoritas. Pada saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;status quo&lt;/span&gt; tetap berjalan, banyak yang kemudian apatis. Apalagi harus berhadapan dengan mereka yang memiliki kekuasaan dan materi tanpa batas. Tatanan sistem itu sudah menguasai berbagai bidang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masih berdiri tegap di antara hedonisme yang kian merasuk. Dengan pandangan sinis. Pada sisi lainnya, dia meratap rakyat yang masih berjuang keluar dari garis kemiskinan. Segelintir manusia yang memahami sang revisionis. Namun, mereka enggan turut campur karena tahu akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa kemudian menyingkirkannya, karena menolak menggabungkan diri dalam sistem. Eksistensinya tidak berarti apa-apa karena melawan mayoritas. Mayoritas penguasa yang jumlahnya tidak lebih besar penduduk satu kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih, sang revisionis masih terus berjuang dari tempatnya bekerja sebagai buruh. Beberapa tahun teralienasi, dia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Tidak banyak yang tahu siapa dia sebenarnya. Sekali lagi, hanya segelintir orang yang mau memahami sang revisionis.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada selembar kertas yang ditemukan di dalam kamarnya, sang revisionis mengungkapkan kekecewaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku muak melihat berbagai konspirasi keji yang dilakukan sekelompok kecil orang. Konspirasi itu mengorbankan jutaan manusia yang tidak berdaya. Moral dan nilai kemanusiaan sudah hilang. Ketika aku melawannya, aku justru mati bersama rakyat yang tidak tahu menahu apa-apa. Kalaupun bisa memilih, aku tidak ingin mengetahui sesuatu sedangkan aku tidak bisa berbuat banyak. Ketahuilah, aku bukan komunis, kapitalis, dan bukan humanis. Aku adalah segalanya&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan selembar kertas itu sebagai penutup dongeng yang diceritakan seorang kawan. Dia berharap dunia bisa dikuasai segelintir manusia yang masih memiliki moral dan nilai. Bukan pada saat sekarang. Kawan itu hanya bisa berdoa, karena dia sudah terbaring lemas karena usianya yang renta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8494684428925439199?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8494684428925439199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8494684428925439199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8494684428925439199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8494684428925439199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2012/01/sang-revisionis-dan-seorang-kawan.html' title='Sang Revisionis dan Seorang Kawan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-7177439644827114601</id><published>2012-01-02T23:07:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T23:08:40.792+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal 2011</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUA&lt;/span&gt; malam lalu, suara petasan menggelegar bersahutan. Langit gelap diterangi cahaya beraneka warna. Tepat pukul 00.00, suasana menjadi riuh. Ribuan orang dan kendaraan, berkumpul menjadi satu. Saya terjebak di antara kerumunan itu. Nyaris tiada celah untuk bergerak sedikitpun. Memandangi langit, dan sesekali melihat animo manusia pada perayaan pergantian tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tampak begitu antusias. Sebagian di antaranya mengabadikan suasana itu dengan merekam atau sekadar mengambil foto melalui video yang ada di telepon selular. Di pojok lain, tampak pemuda pemudi bersorak dan bersahutan meniupkan terompet. Bahkan, ada yang berpelukkan dengan tawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen pergantian tahun dalam kalender Masehi. Dari 2011, menuju 2012. Sejumlah teman, menganggap pergantian tahun tiada bedanya dengan hari-hari lain. Tanpa arti. Apalagi harus disambut dengan cara yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat dengan sejumlah teman tadi. Namun, faktanya, tahun baru menjadi satu momen penting bagi sebagian besar manusia. Tentu mereka berharap pada tahun itu bisa lebih baik dibandingkan masa lampau. Harapan yang retoris. Harapan sekadar harapan belaka, yang muncul pada saat awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada konteks kehidupan bernegara, rakyat berharap lebih pada pemerintah sebagai pengelola negara. Terutama pada hal yang menyangkut kesejahteraan ekonomi, politik, dan hukum. Tahun-tahun sebelumnya, dianggap sebagian rakyat belum memuaskan perut mereka. Apalagi masalah hukum, yang cenderung lebih berpihak pada penguasa atau pemilik uang berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan itu selalu berulang dari setiap pergantian tahun. Sekali lagi, harapan itu sekadar retorika belaka. Rakyat banyak berharap. Ada sedikit perjuangan. Tapi, bukan perjuangan dalam arti sesungguhnya. Banyak yang menyuarakan aspirasi rakyat, dan kemudian meleburkan diri pada kepentingan pribadi atau kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya jarang manusia yang belajar dari masa lampau. Pada saat mencapai kebahagiaan sesaat, mereka lupa. Namun, pada saat jatuh, mereka berharap iba dari manusia lainnya. Karakter manusia yang dianggap wajar, dan kemudian diakui sebagai sifat yang manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat ada yang berharap banyak dari pemerintah. Sebagian hanya berharap perbaikan sikap pemerintah, tapi tidak pernah memperbaiki dirinya sendiri. Pelanggaran kolektif masih saja dilakukan. Padahal, pelanggar ini sebagian besar berasal dari kalangan intelektual. Pemandangan itu seringkali saya jumpai di lampu merah. Sebuah contoh paling sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, seringkali realitas tidak seperti yang saya pikirkan. Bahkan tidak jarang, terpaksa membenturkan diri dengan idealisme. Tatanan berpikir semakin terkikis dan terkontaminasi. Termasuk bagi mereka yang memegang tegur ideologinya masing-masing dulu kala. Akhirnya luluh tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari ketiadaan arti pergantian tahun, saya tetap menikmatinya. Bersyukur masih bernapas panjang, walau sesekali tertatih. Pergantian tahun sekadar momen dan juga simbol. Dalam artian yang lebih luas, untuk memicu beragam perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal masa lampau. Kini, saya harus menghadapi keangkuhan waktu pada masa kini dan masa depan. Dengan satu kata, perjuangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-7177439644827114601?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/7177439644827114601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=7177439644827114601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7177439644827114601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7177439644827114601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2012/01/selamat-tinggal-2011.html' title='Selamat Tinggal 2011'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2017882295518013608</id><published>2011-12-17T00:52:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T00:54:10.007+07:00</updated><title type='text'>Romantisme Nostalgia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUKU&lt;/span&gt;-buku itu masih tertata rapi. Di rak kayu yang mulai keropos, yang juga menjadi wadah sejumlah skripsi kawan kampus. Selain itu, tumpukan kertas berisi bahan mata kuliah juga tergabung di dalamnya. Semuanya sudah tampak kusam kurang terawat dan tidak pernah tersentuh selama beberapa tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rak itu terletak di pojok kamar. Ruangan yang memanjang ini, adalah sebuah tempat di mana aku menghabiskan waktu pada saat berada di rumah. Di sini, aku hanya belajar sedikit. Banyak waktu yang dihabiskan di kamar yang ada di dekat kampus, bersama kawan-kawan satu jurusan. Apalagi dengan Komunitas Diskusi Ilmiah yang terbentuk pada semester akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa itu, adalah proses pembentukan sistematika berpikir. Banyak serapan ilmu akademisi yang didapat dari kawan-kawan, yang sebagian di antaranya termasuk aktivis kampus. Berdialektika bersama mereka, menjadi pencerahan yang tetap eksis sampai saat ini. Semuanya terjadi di kamar yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan romantisme masa kuliah terbuyarkan. Pikiran beralih pada saat menatap rak buku itu. Buku-buku itu nyaris terlupakan. Padahal, kontribusinya terhadap pondasi pola berpikir begitu besar. Proses kehidupan setelahnya, membuat aku mencampakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil skripsi berjudul Peran Military Industrial Complex dalam Pencabutan Sanksi Embargo Militer Amerika Terhadap Indonesia. Inilah karya penutup, pada saat menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di Jogja. Karya ini dibuat pada pertengahan 2006, dan selesai selama beberapa bulan. Karya ini, juga menjadi awal bagi karya selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, aku hanya membukanya sesaat. Tidak secara detail membacanya. Teori pendukungnya hanya sedikit yang masih terbayang. Aku pun mengembalikan karya itu di tempat semula. Kemudian, aku termenung sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mengunjungi rumah, menyempatkan waktu untuk menatap keadaan kamar yang berada di lantai dua itu. Tapi sayang, sudah beberapa tahun ini tidak melihat kamar bersejarah yang ada di Jogja. Hasrat untuk sekadar menjenguknya, sebagai pelampiasan bernostalgia. Sungguh tiada masa yang indah kecuali pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, terlalu banyak distorsi yang mengerak di dalam otak. Menyingkirkan paradigma lalu. Konflik perasaan dan logika seringkali pecah. Implikasinya, disorientasi setiap saat menyapa. Fakta dari kenyataan itu sendiri tidak mampu dihentikan. Keangkuhan waktu masih tetap berjalan. Siap atau tidak, harus dihadapi karena menjadi satu keniscayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang tidak mungkin terulang. Banyak keindahan yang terlewati begitu saja. Dan, terlalu banyak kenangan yang tidak akan terlupakan. Aku pun hanya bisa menghadapi saat ini, sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya yang akan dan memang harus terjadi. Terima kasih romantisme bernostalgia...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2017882295518013608?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2017882295518013608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2017882295518013608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2017882295518013608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2017882295518013608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/12/romantisme-nostalgia.html' title='Romantisme Nostalgia'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4951072812517822405</id><published>2011-12-15T01:27:00.003+07:00</published><updated>2011-12-15T01:30:57.104+07:00</updated><title type='text'>Titik Pencerahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKHIRNYA&lt;/span&gt;, bisa berdamai dengan hati. Walau sekejap, tapi momen itu menjadi penting dan yang utama. Apalagi ketika perasaan mulai muak dengan beragam intrik manusia. Dan, pada saat skeptis yang perlahan terkikis. Terpaksa berlari sesaat menghindari kontaminasi yang lebih dari sekadar melihat atau merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sinergi hati dan pikiran, tidak mudah. Benturan keduanya seringkali terjadi. Tanpa mengenal ruang dan waktu. Peran keduanya berimplikasi pada suatu tindakan. Sesekali hati yang membentuknya. Namun, tidak jarang pikiran yang menuntunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat hati dan pikiran menciptakan romantismenya, eksistensinya kemudian hadir dalam jangkauan fantasi. Bukan sekadar menjadi pelengkap. Dia, justru menyempurnakan kontemplasi. Sisipan dirinya tanpa disengaja dan bukan pula sebuah kebetulan. Percaya atau tidak, silakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, jasadnya begitu nyata. Hati dan pikiran, berpaling kepadanya. Takluk akan kesejukan yang diberikan semua yang ada pada dia. Untuk sementara waktu. Karena dia belum sepenuhnya mengerti. Apalagi memahami kata kesungguhan. Entah, disengaja atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstelasi perdamaian hati dan pikiran tadi benar-benar menemukan kesempurnaannya. Dia datang pada saat yang tepat. Anomali masih tersingkirkan dari kisah romantisme perdamaian hati dan pikiran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtiar masih menjadi kata kunci, sebagai bentuk dari adanya satu keyakinan. Bukan sebuah angan-angan belaka. Merebut kepercayaannya, adalah sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan dengan segala konsekuensinya. Apapun prosesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu beberapa hari lagi, pergolakan antara hati dan pikiran pasti terjadi. Keduanya saling berebut dominasi peran. Proses perdamaian keduanya hanya ada pada saat tertentu. Dua unsur ini pun berharap dia mampu menjadi satu titik pencerahan, untuk membebaskannya dari keterasingan. Bukan hanya sesaat. Namun, untuk menuju pencapaian perdamaian abadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4951072812517822405?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4951072812517822405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4951072812517822405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4951072812517822405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4951072812517822405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/12/titik-pencerahan.html' title='Titik Pencerahan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2907036394470272126</id><published>2011-12-11T18:31:00.000+07:00</published><updated>2011-12-11T18:32:29.363+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Sondang...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SONDANG&lt;/span&gt; Hutagalung, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (11/12/2011) sore. Pria berusia 22 tahun ini meninggal setelah dirawat di RSCM selama tiga hari. Tubuhnya mengalami luka bakar sampai 98 persen. Dia adalah pelaku sekaligus korban pembakaran diri di depan Istana Negara pada Rabu (7/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sondang Hutagalung, tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2007 Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. Pada saat melakukan aksinya di depan Istana Negara, polisi tidak menemukan satu pun identitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu pun langsung mendapat sorotan dari media massa. Apalagi belum ditemukan motif secara pasti, kenapa Sondang melakukan hal tersebut. Peristiwa ini, mengingatkan tragedi yang sebelumnya terjadi di Tunisia pada akhir 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Mohamed Bouazizi, yang membakar tubuhnya sendiri di depan kantor gubernur, di Sidi Bouzid, Tunisia Tengah atau sekitar 200 kilometer dari ibu kota Tunis. Penjual buah dan sayur di atas gerobak ini frustasi, setelah gerobaknya disita polisi. Sebelum membakar dirinya, Bouazizi sempat pergi mengadu kepada gubernur. Namun, dia justru diusir polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa inilah yang kemudian melengserkan rezim Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali, yang berkuasa 23 tahun. Pemerintahannya korup dan otoriter. Tidak lebih dari dua bulan, peristiwa yang disebut sebagai revolusi melati ini merembet ke beberapa negara di Timur Tengah. Di antaranya Mesir, yang menginginkan Presiden Hosni Mubarak lengser dari jabatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika, langsung memenuhi tuntutan kaum oposisi yang menginginkan ruang bagi kebebasan politik, dan mengancam akan melakukan aksi protes. Presiden Bouteflika tidak ingin pergolakan rakyat Mesir dan Tunisia memengaruhi rakyat di negaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tunisia, Mohamed menjadi martir dan terjadinya revolusi Melati. Mungkinkah kejadian yang sama, yang menimpa Sondang mampu menjadi pemicu terjadinya revolusi di Indonesia? Sayangnya, Sondang tidak sempat menceritakan motif aksinya itu. Hanya dirinya dan Tuhan yang tahu, apa latar belakang dari tindakannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya sesama aktivis dari UBK, memberikan penghormatan terakhir pada saat jenazahnya disemayamkan di UBK pada Minggu pagi. Demi menghormati Sondang, UBK menganugerahkan gelar sarjana kehormatan bagi mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,7 dan di tengah aktivitas penegakan HAM yang dilakukannya juga aktif menggarap skripsinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Sondang. Semoga aksi itu hanya pertama dan yang terakhir kalinya, karena terlalu mahal untuk sebuah perjuangan. Masih banyak pilihan yang lain. Tapi, kau menjadi inspirasi bagi kami, agar tetap lebih kuat berjuang mencari keadilan di negara yang mulai karut marut ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2907036394470272126?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2907036394470272126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2907036394470272126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2907036394470272126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2907036394470272126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/12/selamat-jalan-sondang.html' title='Selamat Jalan, Sondang...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8696890085717507426</id><published>2011-12-08T19:43:00.005+07:00</published><updated>2011-12-08T19:49:48.280+07:00</updated><title type='text'>Rekening Gendut Milik Birokrat Muda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENCENGANGKAN!&lt;/span&gt; Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah pegawai negeri sipil muda, khususnya yang berasal dari golongan IIIB, memiliki rekening gendut. Sejak 2002 sampai 2008, paling tidak ditemukan sebanyak 1.800 PNS yang memiliki kekayaan yang terindikasi hasil korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/12/2011). Baru-baru ini tercatat 10 nama. Dua di antaranya melakukan proyek-proyek fiktif untuk mengeruk uang negara demi keuntungan pribadi. Istrinya, yang berperan sebagai pelaku aktif pencucian uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melakukan pencucian uang dengan memecah rekening, lalu memasukkan ke asuransi, memasukkan valuta asing, dan membeli emas. Agus tidak menyangkal, masih banyak PNS-PNS muda laiknya Gayus Tambunan yang kini masih menjabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua bendaharawan proyek pemerintah di seluruh Indonesia, baik pusat maupun daerah, melakukan korupsi secara berbarengan. Biasanya, pada tanggal belasan Desember, bendaharawan ini mentransfer uang proyek ke rekening pribadinya. Termasuk rekening istri dan anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini biasanya dilakukan, karena proyek pemerinta yang tidak selesai tepat waktu pada tahun anggaran. Transfer rekening itu, dilakukan untuk mensiasati tahun anggaran yang sudah tutup buku, sementara proyeknya belum rampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, transfer ke rekening pribadi dengan alasan apapun tidak dibenarkan. Apalagi ada bunga yang berjalan, dan sudah masuk kategori korupsi. Bahkan, kalau uang negara itu ditransfer ke rekening anak dan istrinya, itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana pencucian uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, hal ini sudah terjadi selama beberapa tahun. Cermin dari aparatur pemerintahan yang begitu menjijikkan, pada saat jutaan rakyat berada di garis kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter birokrasi yang berorientasi pada materi, ternyata tidak dibarengi dengan pelayanan kepada publik, yang menjadi kewajiban mereka. Ironisnya, publik justru yang menjadi korban dari praktik-praktik korupsi. Kalau hal ini sudah dilakukan sejak usia muda, lalu bagaimana kemudian kalau mereka menjadi penguaasa kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jumlah ini tidak merepresentasikan para birokrat secara keseluruhan. Namun, angka yang sudah mencapai ribuan tentu tidak bisa dianggap remeh. Kalau saja permasalahan ini masih dibiarkan, kita dapat membayangkan seperti apa masa depan bangsa dan negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada benarnya, Honore de Balzac, novelis asal Perancis yang mengatakan,"Birokrasi adalah mekanisme raksasa yang dijalankan oleh orang-orang kerdil." Dan tentunya, anda sebagai generasi muda seharusnya tahu apa yang harus dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8696890085717507426?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8696890085717507426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8696890085717507426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8696890085717507426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8696890085717507426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/12/rekening-gendut-milik-birokrat-muda.html' title='Rekening Gendut Milik Birokrat Muda'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1720410605252234701</id><published>2011-11-19T18:50:00.002+07:00</published><updated>2011-11-19T18:55:08.869+07:00</updated><title type='text'>Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;b&gt;PEREMPUAN&lt;/b&gt; itu ada di hadapanku pada suatu sore. Rona wajah, bibir, dan kedua mata itu terasa menyejukkan. Namun, aku tidak mampu membalas tatapan itu. Sekadar menyimak kata demi kata, sebagai jawaban atas pertanyaan yang aku tujukan. Dia memang kurang sempurna sama halnya manusia lain. Tetapi, dia sedang berusaha menuju mendekati kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi dan beberapa kue, menemani obrolan kami. Tidak terasa sudah sekitar 1,5 jam kami berbincang. Padahal aku masih ingin mendengarnya berbicara, menatap wajahnya, dan melihat matanya. Begitu keluar dari ruangan tempat kami ngobrol, aku pun hanya terdiam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, seluruh badan ini kemudian lemas. Aku terduduk sejenak di atas kasur ini. Pertemuan dan perbincangan itu membuatku tidak bisa berpikir secara logis. Ekspektasi kemudian muncul dan mulai berlari ke arah yang tidak menentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu dengannya sekitar satu bulan lalu. Sore itu, merupakan pertemuan ketiga. Dan sore itu, pertama kalinya kami melakukan obrolan hanya berdua. Sebenarnya, aku tidak tahu harus seperti apa untuk mengawali perbincangan. Kedua tangan ini bergetar hebat, dan hanya memegang ponsel. Jari-jari menekan tombol huruf tanpa alur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini, aku kembali bertemu dengannya. Tentunya, pada kondisi yang berbeda dibanding pertemuan sebelumnya. Pertemuan ini lebih lama, atau sekitar tiga jam, di sebuah pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di depan kamar kecil ini, aku duduk dan terdiam beberapa saat. Aku sadar, aku mulai jatuh hati. Hasrat ini begitu kuat, untuk kemudian mengungkapkannya kepada perempuan berkerudung itu. Namun, aku sama sekali tidak memiliki keberanian. Lamunan sore menjelang petang itu langsung buyar begitu suara azan maghrib berkumandang. Aku pun menyerahkan jawabannya kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin berkata di hadapannya. "Maukah menikah denganku?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1720410605252234701?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1720410605252234701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1720410605252234701' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1720410605252234701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1720410605252234701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/11/aku-jatuh-cinta.html' title='Aku Jatuh Cinta'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6535450430704357776</id><published>2011-11-14T19:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T19:42:47.186+07:00</updated><title type='text'>Sekadar Menyapa</title><content type='html'>&lt;b&gt;SAYA&lt;/b&gt; menatap cukup lama blog ini. Pada suatu malam, dengan bisingnya air hujan yang menyentuh benda yang ada di sekitar tempat saya duduk. Tidak lupa secangkir kopi, dan beberapa batang rokok putih yang masih menjadi teman setia. Biasanya, saya sekadar membuka sepintas. Termasuk pada saat memberi &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini baru berusia tiga tahun lebih. Saya membuatnya, ketika memulai bersentuhan dengan para penulis. Melalui blog ini, saya merasa memiliki satu wadah untuk menyampaikan beragam rasa, yang tertuang dalam sistematika kata.  Baik itu tentang romantisme cinta, maupun realitas hidup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini juga lahir dari adanya sejarah yang tidak perlu saya ungkapkan secara detail di sini. Yang jelas, di sinilah tempat saya memuntahkan apa yang ingin diungkapkan. Sebagian di antara tulisan yang ada merupakan fakta dari realitas sesungguhnya. Sedangkan sebagian lainnya, hanya sekadar fantasi dalam beropini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ideal sebuah tulisan memiliki tiga peran bagi pembacanya. Yaitu informatif, edukatif, dan solutif. Termasuk penulisan tentang romantisme cinta sekalipun. Saya mengakui, masih banyak kekurangan dalam semua tulisan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan sebuah tulisan juga terletak pada pengaruhnya terhadap pembaca. Berpengaruh dalam artian mampu mengubah kebijakan atau keputusan terhadap dirinya sendiri. Kalau dalam ruang lingkup publik yang lebih luas, mampu menjadi konsiderasi bagi pengambil keputusan untuk merumuskan kebijakan kepentingan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak jarang, sebuah tulisan justru mampu menjadi ancaman bagi penulisnya. Biasanya terjadi ketika sebuah tulisan mengungkapkan kasus yang melibatkan pihak lain. Seperti berkaitan dengan kalangan yang bersinggungan dengan kepentingan publik atau kritik sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pembaca blog ini, saya meminta maaf kalau ada tulisan yang tidak berkenan. Tapi percayalah, tulisan atau karya yang baik, selalu diawali dengan niat yang baik. Sekali lagi, tujuannya sekadar memberi kritik konstruktif. BUkan hal yang bersifat destruktif. Karena semua tidak ada yang bebas nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6535450430704357776?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6535450430704357776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6535450430704357776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6535450430704357776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6535450430704357776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/11/saya-menatap-cukup-lama-blog-ini.html' title='Sekadar Menyapa'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3787219819875516314</id><published>2011-11-12T18:59:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T19:00:40.497+07:00</updated><title type='text'>Transaksi Pagi Hari...</title><content type='html'>&lt;b&gt;JAKSA&lt;/b&gt; itu mengakuinya. Dia menerima uang sebesar Rp 1 juta, dari seorang oknum penegak hukum pada suatu pagi di rumahnya. Oknum itu juga mendapatkan jatah Rp 1 juta. Dia datang bersama seorang perempuan, istri seorang tukang becak. Suaminya itu terkena kasus pencurian dua tas, di sebuah pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaya 'transaksi' pagi itu baru diketahui beberapa bulan, setelah istri tukang becak itu melaporkannya kepada kepala kejaksaan. Dengan tersedu menangis dan menggendong dua anaknya yang masih kecil, dia diantar sejumlah pemuda. Sebenarnya, ibu empat anak itu enggan melapor karena takut terjadi apa-apa terhadap suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu terpaksa diberikan kepada dua oknum itu. Mereka berjanji akan memperingan hukuman tukang becak. Namun, hakim tetap memvonisnya empat bulan penjara dan itu pun masih banding. Padahal, kedua oknum itu tidak menangani secara langsung kasus yang menimpa tukang becak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya, akhirnya bebas setelah empat bulan dipenjara. Tuntutan hukuman banding, akhirnya dibatalkan, setelah pemberitaan media tentang adanya transaksi pagi itu. Kepala kejaksaan akhirnya mengeluarkan surat perintah. Isinya menghapus banding, dan kemudian melaporkan anak buahnya kepada kejaksaan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang becak akhirnya bebas. Akibat kejadian itu dia harus kehilangan dua unit becak, dan memiliki hutang karena demi memberi uang jaksa dan oknum tersebut. Bagi tukang becak, uang senilai Rp 2 juta jumlahnya cukup besar. Namun, pria berkulit itu pasrah dan memilih untuk diam. "Yang penting sudah berkumpul bersama keluarga. Itu sudah cukup," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dan keempat anaknya yang masih kecil, langsung memeluk ayahnya begitu keluar dari pintu lembaga pemasyarakatan. Mereka menangis, setelah empat bulan tidak bertemu dengan ayah tercintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang becak mengaku terpaksa mengambil dua tas untuk anaknya yang meminta tas baru. Kalau ditotal, dua tas itu harganya Rp 100 ribu. Namun, pemilik toko sudah memaafkan tukang becak, dan memilih untuk tidak melaporkan ke polisi dan menuntutnya ke pengadilan. Bahkan, dua tas yang diambil, diberikan pemilik toko kepada anak tukang becak dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, yang mengetahui kasus itu hanya bisa menggelengkan kepala. Seolah tidak percaya. Dua aparat penegak hukum setega itu meminta uang Rp 2 juta kepada warga miskin, yang seharusnya mereka lindungi. Hanya untuk Rp 2 juta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari adanya pemberitaan media, akhirnya sang jaksa mendapatkan hukuman berupa mutasi dan turun secara jabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya satu contoh kasus yang nyata terjadi di dalam kehidupan kita. Apalagi pada saat reformasi birokrasi terus disuarakan penguasa. Semoga tidak ada lagi korban seperti tukang becak, seperti cerita di atas. Kami pun, masih tetap ada untuk membela mereka yang menjadi korban. Membela melalui sebuah karya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3787219819875516314?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3787219819875516314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3787219819875516314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3787219819875516314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3787219819875516314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/11/transaksi-pagi-hari.html' title='Transaksi Pagi Hari...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5030909030853154490</id><published>2011-10-24T16:08:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T19:00:40.570+07:00</updated><title type='text'>Kemunafikan</title><content type='html'>&lt;b&gt;TERBANGUN&lt;/b&gt; dengan suara beruntun &lt;i&gt;Blackberry Messanger&lt;/i&gt;, yang tergeletak di rak kecil, dan memiliki posisi di sebelah kiri tempat tidur. Entah berapa kali suara itu memekakkan telinga pada suatu pagi. Sebenarnya tidaklah terlalu keras, dibandingkan dengan alarm jam yang diatur pada pukul 05.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dibuka, isi pesan itu berupa hujatan, cacian, dan umpatan. Itu komentar sejumlah kawan, terhadap foto yang terpampang di profil &lt;i&gt;Blackberry Messanger&lt;/i&gt;. Foto itu adalah saya dan seorang perempuan berkulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pose foto itu memang terbuka. Artinya, yang terlihat dari sang perempuan hanya seutas tali baju, model u can see sebelah kiri. Dia menghadap membelakangi kamera, dengan pundak yang tampak dari belakang. Sedangkan di antara pundaknya, terdapat tato laiknya burung Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tampak memegangi tali bajunya, seolah hendak membukanya, dengan wajah menatap tato hitam itu. Namun, itu sekadar berpose, di sebuah kafe yang buka hingga dinihari, yang ada di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian pesan yang masuk, hanya satu orang yang memuji foto itu. Perempuan itu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, ada sisi arts, dan bukan foto yang menyajikan eksotisme. Namun, ada juga seorang kawan yang berkomentar, gambar itu menantang image yang saya bentuk selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, persetan dengan semua komentar itu. Namun, gambar itu beredar di ruang publik, yang tentu saja bagi penikmatnya, bebas untuk berkomentar. Dengan beragam pertimbangan, akhirnya saya ubah dengan gambar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto itu menjadi satu bentuk generalisasi penilaian persepsi seseorang. Pose dalam foto itu, sekadar ekspresi saya yang mengagumi tato yang melekat pada pundak putih sang perempuan. Toh, kita hidup dalam sistem demokrasi yang memiliki instrumen egaliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya muak melihat kemunafikkan yang ada pada diri manusia. Sadar atau tidak, mereka seringkali menunjukkannya dengan caranya masing-masing. Dalam konteks foto tadi, itulah bentuk kegilaan ekspresi. Saya bebas melakukannya, dengan konsekuensi terbentuknya stigma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma stigma memang sulit diubah. Seperti halnya persepsi positif. Namun, keduanya menampilkan hasil yang berbeda. Yaitu senang, ketika melihat kebaikan manusia yang pernah melakukan kesalahan, dan kecewa melihat manusia baik yang berubah menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada manusia yang berkata baik, dengan kelakuan sebaliknya, dan ada juga manusia yang bertutur buruk, tetapi tidak dengan kelakuannya. Sulit menemukan manusia yang sinkron, antara perbuatan dan ucapnya. Dan kemudian, saya pun menganggap kemunafikan merupakan keniscayaan yang selalu hadir pada diri manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5030909030853154490?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5030909030853154490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5030909030853154490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5030909030853154490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5030909030853154490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/10/kemunafikan.html' title='Kemunafikan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3055802860603400102</id><published>2011-09-25T00:46:00.004+07:00</published><updated>2011-09-25T00:46:54.772+07:00</updated><title type='text'>Museum Linggarjati Tak Lagi Jadi Primadona</title><content type='html'>&lt;b&gt;SABTU&lt;/b&gt; (24/9) siang, matahari cukup terik. Sejumlah wisatawan lokal masuk ke sebuah bangunan di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Bangunan yang memiliki luas 800 meter persegi yang berdiri di atas tanah seluas 2,4 hektare itu merupakan bangunan cagar budaya. Bangunan itu adalah Museum Gedung Perjanjian Linggarjati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu potongan sejarah penting Republik Indonesia ada pada pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Belanda. Pertemuan itu dinamakan Perjanjian Linggarjati yang berlangsung 11-13 November 1946. Dengan ditandatanganinya Persetujuan Linggarjati, dunia internasional mulai mengakui secara de facto kekuasaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan itu dimulai dari Inggris pada 31 Maret 1947 dan Amerika Serikat pada 23 April 1947. Mesir mengakui Republik Indonesia secara de facto dan de jure pada 10 Juni 1947, yang kemudian disusul negara-negara lain, seperti Lebanon, Siria, Irak, Arab Saudi, Yaman, dan Burma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pengunjung tempat bersejarah ini mulai menurun akhir-akhir ini. Khususnya mereka yang berasal dari kalangan pelajar. Apalagi dengan tumbuh suburnya tempat-tempat wisata di sekitar Kabupaten Kuningan.&lt;br /&gt;Koordinator Museum Linggarjati, Didi Mashodi, mengatakan, penurunan pengunjung dari kalangan pelajar itu mencapai sekitar 35 persen. Itu pun sebagian besar yang datang merupakan pelajar dari luar Kabupaten Kuningan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling mengunjungi museum hanya kalau ada instruksi dari Dinas Pendidikan. Kalau tidak ada, ya tidak ada yang berkunjung. Peningkatan pengunjung justru berasal dari kalangan umum," kata pria berusia 42 tahun ini saat ditemuidi Museum Gedung Perjanjian Linggarjati, Sabtu (24/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WaqU0SMqefI/Tn4W6-K_OcI/AAAAAAAAAT8/wDDlIxe-3Y0/s1600/IMG_5962.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-WaqU0SMqefI/Tn4W6-K_OcI/AAAAAAAAAT8/wDDlIxe-3Y0/s320/IMG_5962.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;Dari data yang ada, tercatat jumlah pengunjung pada tahun lalu memang lebih besar dibandingkan pada 2009. Terjadi peningkatan pengunjung sekitar 10 ribu dalam satu tahun. Pada 2009, jumlah pengunjung sebannyak 65.530, sedangkan tahun lalu 75.329 orang. Retribusi untuk sekali masuk museum ditarik Rp 2.000 per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Gedung Perjanjian Linggarjati terdiri atas satu bangunan utama, dengan dua unit bangunan kecil. Di semua bangunan itu terdapat sembilan kamar ruang tidur. Masing-masing dilengkapi dua tempat tidur, dua kursi anyaman, satu meja kayu, dan tempat untuk mencuci tangan atau membasuh muka (wastafel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada perubahan apa pun dari museum bersejarah tersebut, baik bangunan maupun furnitur di dalamnya. Hanya tempat tidur dan lemari yang sudah bukan aslinya lagi. "Mungkin para pelajar sekarang lebih memilih objek wisata lainnya dibandingkan wisata sejarah. Kecenderungan penurunan kunjungan dari pelajar juga merupakan dampak banyaknya tempat wisata yang ada," ujar ayah dua anak ini, yang sejak 1990 menjabat sebagai koordinator museum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Kuningan memang bertebaran tempat tujuan wisata yang menawarkan suasana baru. Misalnya Sangkan Hurip Grage, yang menjadi tujuan pelancong untuk berendam air panas. Lalu ada pula Kolam Cigugur dan Kolam Cibulan, tempat ikan-ikan besar hidup. Kemudian situs megalitik Taman Purbakala Cipari. Di daerah Darma, selain Waduk Darma, juga ada Balong Keramat Darmaloka, tempat hidup ikan kancra putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan jika Museum Linggarjati mulai kehilangan pamor sebagai primadona tujuan wisata di Kuningan karena munculnya objek-objek wisata yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3055802860603400102?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3055802860603400102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3055802860603400102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3055802860603400102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3055802860603400102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/09/museum-linggarjati-tak-lagi-jadi.html' title='Museum Linggarjati Tak Lagi Jadi Primadona'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WaqU0SMqefI/Tn4W6-K_OcI/AAAAAAAAAT8/wDDlIxe-3Y0/s72-c/IMG_5962.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2930485541961476383</id><published>2011-09-12T17:46:00.001+07:00</published><updated>2011-09-12T23:16:59.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Mencoba Hidupkan Lagi Tari Kajongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HAX7vGtI2zw/Tm3joAEwl-I/AAAAAAAAAT0/vJtG_h_gl9s/s1600/kajongan%2B%25284%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HAX7vGtI2zw/Tm3joAEwl-I/AAAAAAAAAT0/vJtG_h_gl9s/s320/kajongan%2B%25284%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651423383774074850" /&gt;&lt;i&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;DI&lt;/b&gt; bawah sinar sembilan lampu sorot merah dan hijau, Annah dan Ruhmini, menggerakkan tangan dan kakinya. Beralaskan karpet hijau yang ditaburi bunga, keduanya bergerak mengikuti alunan gamelan. Gerakan kedua perempuan renta itu tetap lemah gemulai dan tetap apik ditonton. Dua keluarga Keraton Kanoman Cirebon ini, sedang melakukan gerakan Tari Kajongan. Tari yang sudah 60 tahun tidak dipentaskan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari Kajongan, diawali dengan tarian dua putri cilik. Keduanya mengenakan atasan hitam tanpa lengan yang dipadukan dengan bawahan kuning batik. Setelah melakukan sedikit gerakan, kedua penari cilik ini duduk di dua sudut yang berlawanan, menunggu penari inti masuk ke pentas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat perlahan, Annah dan Ruhmini masuk ke tengah-tengah penonton. Keduanya mengenakan atasan dan bawahan hitam, dengan selendang merah dan kuning di pinggang. Begitu memasuki tengah panggung, keduanya melakukan gerakan dengan posisi saling berhadapan, dan berputar. Masih dengan alunan gamelan yang begitu perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, irama gamelan mulai terdengar cepat. Memengaruhi gerakan kedua penari renta tadi. Sedangkan penari cilik yang duduk, perlahan mendekati kedua penari utama dan menyerahkan benda semacam senjata. Penari utama saling beradu senjata. Perang dalam tari itu, hanya berlangsung singkat dan kemudian berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Tari Kajongan. Khazanah budaya yang nyaris punah, dan dicoba diangkat kembali oleh Keraton Kanoman dengan tema Pagelaran Revitalisasi Tari Bedaya Kajongan serta Malam Anugerah Seni dan Persaudaraan pada Sabtu (10/9) malam. Pada nuansa malam itu, para penonton pun seolah diajak masuk ke suasana zaman dahulu kala di Bangsal Djinem Keraton Kanoman Cirebon. Apalagi di sekeliling bangsal, penerangan dipadu antara nyala lilin dan obor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya seni Tari Bedaya Kajongan lahir dari kehidupan keraton yang memiliki nilai-nilai tradisional dalam khasanah sifat-sifat moral manusia, laku lampah, tata busana, dan nilai-nilai falsafah serta sejarahnya. Tarian ini merupakan tarian klasik yang diciptakan pada abad ke XVII, atau pada masa Sultan Raja Mukhammad Dzoelkarnaen, yaitu Sultan Kanoman ke VIII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi mengatakan, keraton Kanoman yang kini dipimpin Sultan ke XII, Sultan Raja Mochammad Emirudin, memiliki peran penting untuk melestarikan berbagai seni tradisi yang lahir dari kehidupan masyarakat disekitar keraton. Keraton kanoman yang dulu dijadikan sebagai pusat peradaban, banyak menyimpan warisan budaya, seni tradisi dan kebiasaan yang menjadi ciri khas masyarkat Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengumpulan data dilakukan sebanyak mungkin dengan melibatkan informan yang dapat memberikan informasi terpercaya mengenai sejarah tarian bedaya Kajongan. Selain diperoleh dari hasil wawancara dengan berbagai pihak di lingkungan keraton Kanoman, penggalian data juga dilakukan melalui data primer dan sumber sejarah di luar keraton," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Arimbi mengakui, revitalisasi Tari Bedaya Kajongan ini tidaklah membuahkan hasil yang maksimal. Masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan, baik dalam gerak tarinya sendiri maupun kostum dan gamelan yang mengiringinya. Karena itu dia mengharapkan kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak, untuk menyempurnakan hasil revitalisasi tarian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Kanoman XII, Sultan Raja Mochammad Emirudin menambahkan, Revitalisasi kesenian tradisional ini sangat penting, sebagai bentuk kesadaran untuk menjaga, memelihara dan melestarikan seni tradisi yang merupakan kekayaan budaya Cirebon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2930485541961476383?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2930485541961476383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2930485541961476383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2930485541961476383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2930485541961476383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/09/mencoba-hidupkan-lagi-tari-kajongan.html' title='Mencoba Hidupkan Lagi Tari Kajongan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HAX7vGtI2zw/Tm3joAEwl-I/AAAAAAAAAT0/vJtG_h_gl9s/s72-c/kajongan%2B%25284%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6229401999076808129</id><published>2011-08-24T01:48:00.001+07:00</published><updated>2011-08-24T01:55:26.377+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Cinta pada Bulan Suci</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BULAN&lt;/span&gt; ini, bulan suci. Aku menikmati sebagian besar hari pada bulan yang katanya penuh berkah, di sini. Di kota yang terkenal dengan para wali. Pagi ini, adalah hari ke 24 bulan suci. Pagi terakhir ramadan, sebelum aku meninggalkan kota ini dengan beragam dinamikanya. Menuju rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini penuh cerita. Dari berubahnya mekanisme waktu bertindak, adanya pengalaman baru, sampai kemudian bertemu dan bercengkerama dengan dia. Aku juga harus menantang panas yang begitu terik dan gersang. Terlepas dari apapun yang ada, nyatanya bulan ini tampak indah dan akan selalu dalam keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahur dan berbuka bersama orang-orang dengan karakter baru. Indahnya suatu kebersamaan, yang tidak terasa di tempat sebelumnya. Begitupun dengan kehidupan pondok pesantren dengan tatanan yang berbeda jauh dengan dunia luar. Dunia luar yang kejam, yang seringkali berorientasi pada materi, kekuasaan, dan  individualistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini, aku tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Namun, aku harus menikmati rasa yang ternyata sangat indah ketika terbentuk di bulan ramadan. Ah, tidak perlu lagi ada deskripsi tentang kisah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus meninggalkan keangkuhannya sesaat. Keangkuhan yang menari sembari tertawa di hadapanku sejak awal bulan. Antara sinisme dan romantisme. Keduanya saling berebut dominasi. Menjegal untuk kemudian saling menghempaskan peran yang lain. Aku memilih romantisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjadi satu keindahan baru dalam tampilan buram problematika hidup pada sisi lain kota ini. Tapi keindahan itu ternyata memiliki wujud lain. Sayang, aku hanya benar-benar  ingin dan memaksa melihat tampilan rona yang membuat takjub. Wajah lainnya tidak menampakkan eksistensinya. Sungguh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak sabar menatap kembali senyuman itu. Senyuman yang berada di antara kedua pipinya yang cabi. Ada setitik kesejukan dalam ruang pengap ini. Terima kasih, Tuhan. Kau perkenalkan aku dengan satu keindahan, yang berada di tengah titik hitam nista. Dan, aku belum mau peduli bagaimana bentuk keangkuhan itu kelak. Indahnya cinta pada bulan suci...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6229401999076808129?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6229401999076808129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6229401999076808129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6229401999076808129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6229401999076808129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/08/indahnya-cinta-pada-bulan-suci.html' title='Indahnya Cinta pada Bulan Suci'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2784994942193215830</id><published>2011-08-21T19:09:00.000+07:00</published><updated>2011-08-21T19:13:42.873+07:00</updated><title type='text'>Tuhan tidak jahat...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TUHAN&lt;/span&gt; ada, karena merupakan hasil materialisasi pikiran manusia. Montaigne mengatakan, manusia itu benar-benar gila. Dia tidak mampu menciptakan seekor tikus sekalipun. Namun, dia mampu menciptakan berlusin Tuhan. Sebagian manusia, dengan bebas membentuk Tuhan yang diciptakannya, untuk kemudian disembahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang mengenal dirinya secara totalitas, berarti mengenal dengan baik Tuhannya. Artinya, manusia itu akan mencintai sepenuhnya kepada Tuhan. Itu kata bijak yang keluar dari seorang ustaz pada ceramah beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan sekadar ciptaan pikiran manusia, atau Tuhan memang benar-benar ada dan berdiri sendiri. Melepaskan dirinya dari hukum kausalitas. Mereka yang bertanya tentang keberadaan Tuhan, tidak mampu melakukan eksplanasi secara eksplisit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, keberadaan alam semesta, mewakili sebagian kecil tentang eksistensiNya.&lt;br /&gt;Manusia menyebut iman. Yaitu meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan benar-benar ada. Bahkan, ada sebagian kelompok yang melegitimasi melakukan kekerasan atas nama Tuhan. Implikasi dari beragam Tuhan bentukan manusia, adalah peperangan. Suatu kelompok terkadang melecehkan Tuhan bentukan manusia lain, dan menganggap Tuhan bentukannya adalah yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang masih misteri. Tidak akan pernah selesai sampai kapanpun untuk diperdebatkan. Biarlah Tuhan menjadi bentukNya sendiri. Toh, keberadaannya, sesungguhnya berperan positif karena mampu menjadi kontrol atas perilaku manusia. Baik itu perilaku manusia dengan alamnya, manusia dengan manusia lain, maupun manusia dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan menentang keberadaan Tuhan. Justru sebagai penegas, bahwa Tuhan benar-benar Maha Baik seperti yang disebutkan Aristoteles. “Apa yang ada sekarang, merupakan wujud kebaikan Tuhan. Percayalah, bahwa Tuhan selalu bergerak dan mengasihi manusia yang berada dalam kesabaran,” kata seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2784994942193215830?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2784994942193215830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2784994942193215830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2784994942193215830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2784994942193215830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/08/tuhan-tidak-jahat.html' title='Tuhan tidak jahat...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8184579478318278784</id><published>2011-08-17T22:51:00.003+07:00</published><updated>2011-08-17T23:05:49.992+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Kehidupan Pesantren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_CZ__UJbtis/Tkvlt69JPnI/AAAAAAAAATs/0C0rjmGAiYM/s1600/IMG00460-20110815-2143.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_CZ__UJbtis/Tkvlt69JPnI/AAAAAAAAATs/0C0rjmGAiYM/s320/IMG00460-20110815-2143.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641855535294266994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERLAHA&lt;/span&gt;N, suara itu semakin jelas menembus sunyinya malam. Ratusan perempuan tua, duduk di pelataran di sebuah pondok pesantren, yang ada di Kempek, Kabupaten Cirebon. Mereka mengenakan jilbab, dan saksama mendengarkan suara pengajian yang berasal dari dalam bangunan. Suara itu belum pasti dari mana asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk lebih dalam, ternyata sebagian perempuan muda dan laki-laki, mengamati dan mencoret kitab kuning yang ada di hadapannya. Kitab itu setebal 234 halaman. Rumah bertingkat dua yang juga merupakan bangunan utama pesantren itu, penuh dengan para jemaah dan santri. Sungguh pemandangan yang baru pertama kali saya temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berkeliling di sejumlah bangunan yang ada di sekitarnya. Sebagian besar para santri, sibuk beraktivitas membaca kitab yang dipegangnya. Di satu pelataran masjid, para santri secara bergantian membaca Alquran di hadapan ustaznya. “Kalau ada yang salah, ustaz akan mengentakkan tongkatnya ke meja. Kalau sampai salah tiga kali, santri harus pergi dan mengulangnya pada hari esok,” kata santri yang memandu saya pada malam pertengahan bulan Ramadan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang saling bersahutan itu, membuat sejuk dan menembus kalbu. Saya sejenak termenung. Ternyata, saya belum apa-apa dibandingkan dengan mereka. Dunia itu terasa begitu asing. Jauh berbeda dengan dunia yang selama ini ada di hadapan saya. Orientasi dunia luar, didominasi kepentingan pribadi atau materi (duniawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka adalah orang-orang terpilih, dan inilah calon pemimpin yang sebenarnya. Apalagi kalau kemudian pengetahuan agama itu dikolaborasikan dengan kekuatan intelektual. Bisa dipastikan, kekuatan mereka sulit ditaklukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap Ramadan, para santri diwajibkan mengkhatamkan satu kitab kuning. Paling tidak, mereka harus bias menyelesaikan pelajaran dan memahaminya sampai tanggal 25. Padahal, setiap satu tahun, mereka hanya bisa menyelesaikan satu kitab. “Itulah kekuatan Ramadan. Luar biasanya sulit untuk dibahas, karena bulan penuh berkah,” kata pemimpin pondok pesantren itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab kuning yang diajarkan kepada mereka, merupakan tafsiran beragam ulama. Tafsiran itu jumlahnya tidak terhingga. Namun, mereka mempelajarinya untuk mengkayakan informasi, dan kemudian mengaplikasikannya ke dalam kehidupan. Sungguh terdengar indah. Bagi santri, mempelajari kitab, memiliki implikasi saling mengingatkan manusia yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak mungkin terlupakan berada di kota ini. Saya sedikit mengetahui tentang kehidupan para santri. Seorang santri mengaku baru menguasai tiga kitab selama berada di pesantren 12 tahun. Bandingkan dengan saya, yang tidak paham satu pun kitab tafsir ulama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak ada gunanya menyombongkan sesuatu secara duniawi. Bagi saya, para santri itu melakukan proses bagaimana menjadi manusia yang sebenarnya, walaupun tanpa terlepas dari nilai. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8184579478318278784?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8184579478318278784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8184579478318278784' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8184579478318278784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8184579478318278784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/08/indahnya-kehidupan-pesantren.html' title='Indahnya Kehidupan Pesantren'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_CZ__UJbtis/Tkvlt69JPnI/AAAAAAAAATs/0C0rjmGAiYM/s72-c/IMG00460-20110815-2143.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4973251841348558073</id><published>2011-07-31T10:55:00.003+07:00</published><updated>2011-07-31T11:00:02.140+07:00</updated><title type='text'>Saya dan Sepatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-cbqmpfxzAy4/TjTTFIBmtuI/AAAAAAAAATk/howfggqjMc4/s1600/IMG00284-20110731-1003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cbqmpfxzAy4/TjTTFIBmtuI/AAAAAAAAATk/howfggqjMc4/s320/IMG00284-20110731-1003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635361118754354914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HAL&lt;/span&gt; sepele. Sepatu. Tapi, ternyata bukan hal sepele atau hal yang harus diperhatikan bagi sebagian orang. Termasuk sejumlah teman. Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kiriman foto saya dengan sepatu di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wall&lt;/span&gt; situs jejaring pertemanan dari seorang kawan. Mereka, entah mengkritisi atau memperolok sepatu yang saya kenakan pada saat menghadiri resepesi perkawinan di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu itu biasa disebut sepatu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;warrior&lt;/span&gt;. Tingginya menutupi tumit, terbuat dari kanvas, dan hitam tanpa motif dengan menggunakan tali sebagai pengikatnya. Sepatu sejenis itu, saya gunakan sejak pertengahan kuliah, sampai pada saat saya bekerja sekarang. Bagi saya, sepatu seperti itu nyaman digunakan, karena bisa leluasa bergerak. Harganya, hanya Rp 250 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, memang tidak pantas kalau digunakan pada acara resepsi. Apalagi saya mengenakan baju batik yang dipadu celana jins hitam yang ketat. Saya menyadari hal itu. Pada saat bekerja, saya selalu lebih menyukai mengenakan sepatu yang sudah tampak kusam itu. Sekali lagi, nyaman untuk digunakan. Benarkah tidak pantas untuk dilihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan lebih keras, justru diungkapkan seorang pacar pada saat kuliah. Dia mengancam akan membuangnya, kalau saja saya masih tetap menggunakan sepatu itu. Hal sepele, yang kemudian menjadi satu penyebab kami berpisah. Memang, dia berjanji akan memberikan sepatu yang baru seandainya sepatu warrior itu dibuang. Pokoknya, dia kudu mengatur bagaimana seharusnya saya tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendapat kiriman foto dari kawan, pertanyaan juga pernah diajukan perempuan yang bertemu saya di kereta api. "Kenapa sih, orang dengan profesi yang sama banyak menggunakan sepatu seperti itu, yang dipadukan dengan celana jins hitam ketat. Apa artinya? Apakah kalian identik dengan gerakan kiri atau menunjukkan kalian memiliki pemikiran yang idealis?" tanyanya, yang kebetulan perempuan yang sudah saya kenal sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saya hanya tersenyum mendengar pertanyaannya. Saya tidak membantah, bahwa manusia bisa dinilai ke mana arah berpikirnya hanya dari penampilan. Itu bentuk generalisasi. Tapi, manusia bebas menggunakan apa yang disukainya, sepanjang hal itu tidak merugikan manusia lainnya. Toh sekarang merupakan zaman egaliter, yang merupakan instrumen dari sistem demokrasi bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, saya tetap menghargai penilaian kawan-kawan, dan dua perempuan itu. Mereka bermaksud baik, agar saya terlihat lebih "elegan" dari penampilan. Namun, biarkanlah saya dan sepatu itu tetap eksis. Pada satu titik, mungkin saya akan melepas dan menggantinya dengan sepatu yang lebih formal. Entahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4973251841348558073?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4973251841348558073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4973251841348558073' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4973251841348558073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4973251841348558073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/07/saya-dan-sepatu.html' title='Saya dan Sepatu'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cbqmpfxzAy4/TjTTFIBmtuI/AAAAAAAAATk/howfggqjMc4/s72-c/IMG00284-20110731-1003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1718538118976296014</id><published>2011-06-20T18:34:00.002+07:00</published><updated>2011-06-20T18:41:50.696+07:00</updated><title type='text'>Romantisme Gerhana Bulan di Lembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YAO2lhKTNPw/Tf8xD_xdxRI/AAAAAAAAATc/si4q9CV_z-s/s1600/gerhana%2Bbulan%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YAO2lhKTNPw/Tf8xD_xdxRI/AAAAAAAAATc/si4q9CV_z-s/s320/gerhana%2Bbulan%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620264804709942546" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEKIAN&lt;/span&gt; tahun, aku tidak memandang dan menikmatinya. Namun, pada Kamis pekan ini, aku melepas dahaga kerinduan akan dirinya semalaman. Aku menatapnya dengan lama, kemudian mengaguminya. Namun sayang, aku tidak mampu menyentuhnya. Padahal, seutuhnya dia adalah milikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, dia benar-benar sempurna. Sungguh! Dia berbeda dibandingkan malam-malam sebelumnya. Dulu, dia senantiasa setia menemani malamku. Mendengarkan teriakan hati. Dengan suguhan secangkir kopi, beberapa batang rokok putih, dan alunan petikan gitar di atap rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pagi hari, dia masih menemaniku walau sinarnya meredup tertutup bayangan bumi. Ternyata, bayangan itu justru menampakkan keindahan yang sesungguhnya, dari dalam dirinya. Kehadirannya, membuat dinginnya udara di Lembang menjadi sedikit hangat. Hanya dia yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangnya melalui Refractor Telescope on Equatorial Mount 90 milimeter. Dia tersenyum. Aku pun mengabadikan kesempurnaan jasadnya menggunakan kamera Canon 450ED. Agar lebih jelas, Catadioptric Telescope on Alt Az Goto Mount 102 milimeter membantuku menatapnya lebih dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap saja jauh dariku. Begitu jauh. Bulan, begitu lama kau menemaniku. Baru kali ini, aku melihat pesona warna dan auramu. Nostalgia yang kau ciptakan, merupakan sejarah kita berdua. Tiada yang mampu menggantikanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan manusia menanti kehadiran keindahanmu. Mereka rela menahan kantuk, dan keluar sarang untuk sekadar menatapmu. Takbir bergantian berkumandang, sebagai bentuk syukur kami karena bisa melihat Kuasa-Nya melalui dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan, juga mengingatkan aku pada senyuman yang beberapa hari terakhir ini membuai. Setiap hari, aku menyempatkan waktu sejenak, untuk menikmati senyuman dan tatapan mata itu. Ketika bulan menyembunyikan wajahnya, aku mulai menyapa perempuan itu. Selamat pagi, Dinda...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1718538118976296014?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1718538118976296014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1718538118976296014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1718538118976296014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1718538118976296014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/06/romantisme-gerhana-bulan-di-lembang.html' title='Romantisme Gerhana Bulan di Lembang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YAO2lhKTNPw/Tf8xD_xdxRI/AAAAAAAAATc/si4q9CV_z-s/s72-c/gerhana%2Bbulan%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-19399130672303095</id><published>2011-06-15T19:46:00.002+07:00</published><updated>2011-06-15T19:57:15.753+07:00</updated><title type='text'>Buat Rekor Dunia di Poster Raksasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-45H2v6rgEDY/Tfirunvup7I/AAAAAAAAATU/0RTa5IhqhYo/s1600/poster.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-45H2v6rgEDY/Tfirunvup7I/AAAAAAAAATU/0RTa5IhqhYo/s320/poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618429352576198578" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NOVIA&lt;/span&gt; tampak asyik memegang kuas. Tangan kanannya lihai meliukkan kuas itu dengan beragam warna di atas poster berukuran raksasa, yang digelar di lapangan yang ada di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/6). Poster raksasa itu memiliki ukuran 30x25 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Novia yang masih berusia 10 tahun. Ribuan bocah sebayanya yang berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, juga turut andil dalam mewarnai poster raksasa itu. Ada anak sekolah, anak berkebutuhan khusus, anak jalanan, dan anak dari berbagai kultur. Mereka ingin menciptakan rekor baru di tingkat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan yang tergambar di poster tersebut adalah gambar bumi, yang dikelilingi delapan wajah anak dari berbagai suku. Selain itu, ada dua tangan yang mengelilingi bumi dan bergandengan tangan. Sedangkan di atasnya, terdapat burung merpati putih yang terbang, sebagai simbol perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pemandangan pada perayaan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 1 Juni, sekaligus menyambut Hari Anak Indonesia pada 1 Juli mendatang. Perayaan itu bertemakan Friendship for Better Future, yang diadakan Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya baru pertama kali ini, mewarnai di poster yang ukurannya sangat besar. Senang, karena ada kegiatan yang bisa menjadi ajang ekspresi dan kreatifitas anak-anak seperti ini," kata Novia, yang juga pelajar kelas 4 SD Pagarsih Kota Bandung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mewarnai poster raksasa, ribuan peserta itu dihibur oleh berbagai macam pertunjukan di panggung, yang juga dibawakan anak-anak. Ketua PKK Jabar, Netty Heryawan juga menghadiri kegiatan itu, didampingi Direktur Utama Kota Baru Parahyangan, Sanusi Tanawi, dan Pimpinan Bale Seni Barli, Nakis Barli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Netty mengatakan, anak-anak merupakan calong pemimpin yang akan menggantikan orang tua. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus mendapatkan apresiasi karena merupakan peristiwa yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peristiwa ini juga harus ditumbuhkembangkan. Kita butuh ratusan orang untuk membangun desa. Namun, kita butuh negara yang berkomitmen untuk melindungi dan membangun anak demi masa depan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netty menambahkan, dia prihatin kalau ada anak yang ingin bertindak jujur, justru disuruh gurunya untuk melakukan tindakan yang tidak jujur. Padahal kejujuran merupakan bekal anak pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden Record Holders Republic (RHR), Halim Sugiarto mengatakan, kegiatan ini menciptakan rekor baru dunia karena tercatat diikuti sekitar 1.500 anak yang mewarnai poster secara bersama-sama dalam waktu selama dua jam. Menurutnya, mengumpulkan anak sebanyak itu dalam waktu dua jam merupakan hal yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ukuran poster, sudah ada yang lebih besar di luar negeri. Tapi kalau kegiatan dalam rangka Hari Anak Sedunia ini, mencatatkan rekor dunia baru untuk jumlah anak terbanyak yang mewarnai secara bersama-sama," kata pria berpenampilan parlente tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RHR merupakan lembaga mencatat pemecahan rekor dunia yang berpusat di Inggris. Lembaga ini didirikan oleh Dean Gould dan David R Adamovich. Sejauh ini, RHR baru mencatat rekor baru di Indonesia sebanyak 40 pemecahan rekor sejak Februari tahun ini, dan sudah lebih dari 2.000 pencatatan yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Bale Seni Barli sekaligus penggagas acara, Nakis Barli mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta bersama pemerintah, dalam menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan anak secara holistik integratif dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, juga meningkatkan kesadaran pemerintah, masyarakat, orang tua, dan segenap komponen bangsa untuk memenuhi hak-hak anak berdasarkan Child Rights, dan menghindarkan anak dari berbagai penyalahgunaan, eksploitasi, kekerasan, penggunaan narkoba, dan pornografi," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-19399130672303095?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/19399130672303095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=19399130672303095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/19399130672303095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/19399130672303095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/06/buat-rekor-dunia-di-poster-raksasa.html' title='Buat Rekor Dunia di Poster Raksasa'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-45H2v6rgEDY/Tfirunvup7I/AAAAAAAAATU/0RTa5IhqhYo/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-576724188686164880</id><published>2011-06-14T19:15:00.002+07:00</published><updated>2011-06-14T19:17:14.651+07:00</updated><title type='text'>Kerja itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DINAMIKA&lt;/span&gt; politik kantor, merupakan keniscayaan. Subyektifitas turut andil di dalamnya. Saya yakin, unsur like and dislike pun tidak mampu dilepaskan atau melepaskan dirinya. Sayangnya, seringkali dua unsur itu mengabaikan kompetensi karyawan. Tentu pada akhirnya memilih, ikut dalam sistem, atau kemudian beranjak dari lingkaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pilihan terakhir. Sistem yang terbangun, tidak mudah untuk direkonstruksi. Tanpa power dan tanpa bargaining. "Mau mengubah sistem? Apa yang ada dalam dirimu? Silakan memilih. Kalaupun anda memilih beranjak, toh tidak ada yang akan perduli," ujar saya kepada seorang kawan, yang berada pada tekanan di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan itu pilihan. Berikut suasana yang ada di dalam kantor, atau lingkungan di luar. Benar, bekerja kudu berorientasi uang. Namun, tanpa adanya kepuasan ataupun ketidakharmonisan dalam kantor, justru mengaburkan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris setiap hari, saya mendengar atau membaca keluhan sejumlah kawan pada pekerjaanya. Baik itu kawan internal, atau dari pekerjaan apapun. Dalam kondisi tertentu, keluhan dianggap hal yang manusiawi. Tetapi pada saat lainnya, keluhan justru akan berakibat pada kontraproduktif berpikir dan bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat nasihat seorang kawan yang juga atasan. Menurutnya, berpikirlah bahwa pekerjaan itu kita lakukan hanya untuk diri kita. Bukan untuk kantor, apalagi orang lain. Kantor atau orang lain, hanya menjadi dampak dari apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kita melempar bola ke dinding semakin keras, bola itu akan berbalik keras. Begitu juga sebaliknya. Uang itu bukan tujuan. Dia hanya sebagai dampak dari apa yang kita lakukan," katanya mencoba menganalogikan. Kalaupun bola itu berbalik lemah pada saat kita melemparnya keras, berarti ada yang salah. Bobot bola itu berkurang. Sama halnya kualitas kerja yang kita hasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal paling mendasar untuk mencapai kesuksesan dalam karir pekerjaan. Yang pertama adalah melalui hasil kinerja yang berkualitas. Tentu dengan bekerja keras. Dan yang kedua, adalah dengan cara menjilat. Silakan anda memilih, jalan mana yang kudu ditempuh. Keduanya hanya dibedakan dengan kuantitas waktu. Jangka panjang dan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun masih mencoba belajar dalam memahami semuanya. Dari hal yang paling kecil sekalipun. Pandangan manusia manapun, kesuksesan seorang dalam hidup masih berkiblat pada materi. Padahal, kata Immanuel Kant, uang seharusnya menjadi proses. Bukan tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan lain selalu mengingatkan, agar tidak terjebak dalam kenyamanan. Dia beralasan, kenyamanan akan membuat kreativitas kita mati. Begitu sebaliknya. Jangan menjadikan pekerjaan hanya sebagai loncatan terus menerus. Intinya, fokus terhadap satu bidang, untuk kemudian melakukan beragam inovasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah teori secara tekstual. Dinamika terus mengalami perubahan. Silakan. Hidup anda adalah pilihan masing-masing. Jangan terpaksa, apalagi memaksa. Satu nasihat yang masih terbayang. Lagi-lagi dari seorang kawan. "Iso rumongso, ojo rumongso iso. Bisa tahu diri, jangan menganggap serba tahu atau bisa," katanya pada obrolan di warung soto di Jogja beberapa waktu lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-576724188686164880?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/576724188686164880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=576724188686164880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/576724188686164880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/576724188686164880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/06/kerja-itu.html' title='Kerja itu...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-9054321836763523997</id><published>2011-05-26T23:50:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T23:55:43.765+07:00</updated><title type='text'>Dia bernama Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VnVXnNeRBss/Td6F6uKEL_I/AAAAAAAAAS8/4jmcHSm4-aI/s1600/erti_cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VnVXnNeRBss/Td6F6uKEL_I/AAAAAAAAAS8/4jmcHSm4-aI/s320/erti_cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611069429619372018" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETIKA&lt;/span&gt; aku terjatuh, dia berdiri di hadapanku. Telapak tangan kanannya terbuka. “Bangunlah. Hadapilah masalah itu bersama. Cukup ceritakan padaku,” katanya seraya tersenyum. Wajahku menatap matanya. Kemudian, aku meraih telapak tangannya. Namun, aku masih terduduk. Tangan kanan kami, tergenggam erat. Aku kembali menundukan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kirinya meraih dagu dan mengangkat wajahku. “Tataplah aku. Bukankah landasan komitmen kita adalah saling percaya untuk berbagi?” ujarnya. Aku masih terdiam pada sore yang gerimis itu, di depan pintu.  Selama beberapa detik, suasana hening. Dia mengalah dan memilih untuk duduk, di hadapanku dengan tangan kanan kami masih berpegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bernama Cinta. Orang yang baru aku kenal satu bulan ini. Namun, aku memantapkan hati untuk berikrar hidup bersamanya. Kesederhanaan, kata yang menyejukkan, dan parasnya yang cantik, membuatku tergoda. Akhirnya, aku memilikinya. Ternyata dia lebih menakjubkan dari yang tampak. Sungguh mengagumkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku tersenyum menatap wajahnya. Dia memberikan kebahagiaan yang lebih dari sebuah harapan. “Tidak apa. Terima kasih. Melihat dirimu tersenyum, membuat masalah-masalah yang ada menjadi pudar. Biarkanlah masalah itu tetap ada. Aku begitu bahagia ketika menghadapi masalah, dan kemudian bertemu dengan dirimu,” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kewajibanku adalah membuat senang orang yang aku pilih dan memilihku menjadi pendampingnya. Kesenanganmu adalah kesenanganku. Senyumku hanya untukmu. Begitu pun sebaliknya. Aku juga berterima kasih karena telah menghormatiku dengan memilihku,” ujarnya. Selesai mengucapkan kata itu, dahinya disandarkan di dahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lama aku menantikannya. Karenanya, sama sekali tidak terbesit untuk kemudian menyia-nyiakannya. Pertemuan itu membuatku berpikir. Kesempurnaan hanya ada pada diriNYA. Namun, aku berharap bertemu orang yang mendekati kesempurnaan. Yaitu orang yang lebih menggunakan hatinya, untuk menerima hati yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan. Terima kasih. Kau memberikanku orang yang begitu berarti. Orang yang membuatku untuk lebih mendekati diriMU. Bukan justru sebaliknya. Aku percaya dalam penantian, Kau pasti memberikan cahaya yang mencerahkan sebagian hidupku yang kelam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-9054321836763523997?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/9054321836763523997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=9054321836763523997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9054321836763523997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9054321836763523997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/05/dia-bernama-cinta.html' title='Dia bernama Cinta'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VnVXnNeRBss/Td6F6uKEL_I/AAAAAAAAAS8/4jmcHSm4-aI/s72-c/erti_cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3149659299095443055</id><published>2011-05-09T19:39:00.002+07:00</published><updated>2011-05-09T19:52:10.865+07:00</updated><title type='text'>Tanpa Seonggok Sampah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WAobLzN61L0/TcfjaXVLGXI/AAAAAAAAAS0/V8TYx_JH0wY/s1600/kampung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WAobLzN61L0/TcfjaXVLGXI/AAAAAAAAAS0/V8TYx_JH0wY/s320/kampung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604698303364798834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGAGUMKAN&lt;/span&gt;. Tidak ada seonggok sampah yang tampak, di sekitar RT 07/10, Kampung Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Sepanjang gang-gang yang ada, begitu asri, dengan penghijauan yang ada di depan rumah. Padahal, permukiman itu berdempetan. Tanpa ada sela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki satu gang, tidak ada pemandangan puntung rokok. Kesadaran warga kampung tersebut akan kebersihan dan kesehatan, begitu tinggi. Semua sampah, dikelola secara swadaya. Sebelum diolah di komposter, pemilahan jenis sampah sudah dilakukan sejak dari rumah, sehingga memudahkan untuk diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil komposting sampah tadi, akan dibagikan kembali kepada warga, untuk memupuki tanaman yang ada di depan rumah mereka. Pengelolaan komposting itu dilakukan secara bergantian oleh warga. Pria dan perempuan, dari segala usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua RT 07, Mochamad Fauzan mengatakan, semua dilakukan warganya atas dasar kesadaran dan kesepakatan. Demi kebaikan penghuni yang tinggal di kawasan itu. Kampung itu sudah memiliki kesadaran, sejak 2007. Padahal, sebelumnya kampung itu dikenal dengan premanisme dan tingkat kriminal yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semuanya atas dasar kesadaran, dan kebersihan. Untuk kebaikan warga di kampung ini. Bukan untuk ketua RT," katanya seraya tersenyum, ketika menyambut rombongan dari Pemkot Cimahi, Jumat (6/5) sore. Dari Pemkot Cimahi yang berkunjung adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Kesehatan,  Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB), dan perwakilan PKK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzan mengatakan, bagi warga yang melanggar kesepakatan, akan mendapatkan sanksi administrasi. Yaitu, tidak mendapatkan tanda tangan dari ketua RT untuk mengurusi segala urusan administrasi. Seperti kartu tanda penduduk, dan administrasi lainnya. Surat pengantar dari RT, merupakan syarat mutlak sebelum pengurusan kepada lurah atau pihak kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga ada iuran per bulan. Jumlahnya bervariasi.  Iuran itu disesuaikan dengan tingkat kemampuan ekonomi warga. Kalau ada yang menjadi kepesertaan keluarga miskin daerah (Gakinda), tidak akan dimintai iuran. Nantinya iuran itu untuk operasional kampung, seperti penerangan jalan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap beberapa meter, disediakan kaleng khusus untuk membuang puntung rokok. Selain itu, disediakan karung dan tempat sampah. Keduanya diperuntukan bagi sampah dengan jenis yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya mengolah sampah. Kampung dengan jumlah sekitar 182 kepala keluarga ini juga mengolah air limbah rumah tangga. Air itu diolah dengan instalasi sederhana. Air limbah itu nantinya bisa digunakan kembali, untuk menyiram tanaman atau keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selokan yang ada, mengalir ke satu wadah berukuran 2x1 meter, dengan kedalaman 1,5 meter. Wadah itu terdiri dari tiga bagian. Yang pertama untuk menyaring air dari sampah terapung, seperti dedaunan. Nantinya air yang sudah tersaring ke bawah, masuk ke ruangan kedua. Di ruangan kedua ini penyaringan air dari lumpur atau tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di ruang terakhir, dilakukan proses penjernihan sebelum dipompa dan dimasukkan ke dua tabung. Di dalam tabung, air akan dicampur dengan batu siolit, yang berfungsi, menghilangkan bau dan menjernihkan air. Selanjutnya air yang sudah diolah ditampung ke bak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan air itu bisa dirasakan semua warga kampung, dengan memasang 10 titik sopran. Proses pengolahan air ini, bisa menghemat sekitar 516 kubik air atau Rp 1,6 juta per bulannya. "Siapapun bisa menggunakan air ini. Tapi belum bisa diminum, hanya untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan," ujar Fauzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Kelurahan Gundih. Semua pojok di Kota Surabaya, bersih, tanpa ada onggokan sampah. Bahkan, di aliran Kalimas, tidak ada sampah yang berada di kali dengan lebar sekitar 15 meter itu. Bahkan, di sebagian pasar tradisional, nyaris tanpa sampah atau puntung rokok yang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Anies Wijayanti mengatakan, butuh sekitar empat tahun untuk memberi kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan. dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, masyarakat mulai sadar, ketika tempàt pembuangan akhir (TPA) ditutup pada 2001. Kota Surabaya sempat menjadi lautan sampah akibat penutupan tersebut. "Kami akhirnya harus berupaya, agar sampah bisa diurai di sumbernya. Yaitu di rumah tangga," katanya saat ditemui rombongan Pemkot Cimahi, Jumat (7/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat akhirnya mulai berpikir pengolahan sampah mandiri berbasis komunitas. Dengan memaksimalkan peran kader, pemilahan sampah dimulai dari sumbernya. Jumlah kader sebanyak 36 ribu orang, yang tersebar di 163 kelurahan di Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada insentif untuk kader. Mereka diberikan penghargaan berupa sertifikat kalau ada hari-hari besar. Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk menyadarkan perilakunya. Kesadaran masyarakat perlahan muncul, selama empat tahun kami melakukan sosialisasi. Pada 2005, sudah tersebar pengolahan sampah secara mandiri," kata perempuan yang mengenakan jilbab ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3149659299095443055?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3149659299095443055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3149659299095443055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3149659299095443055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3149659299095443055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/05/tanpa-seonggok-sampah.html' title='Tanpa Seonggok Sampah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WAobLzN61L0/TcfjaXVLGXI/AAAAAAAAAS0/V8TYx_JH0wY/s72-c/kampung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6125905937981145289</id><published>2011-04-30T18:36:00.002+07:00</published><updated>2011-05-02T18:26:54.920+07:00</updated><title type='text'>Enam Hari dan Kamar 204</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cZhsSF_pnXk/Tb6UwpBAtlI/AAAAAAAAASs/6q4RRhpYJoc/s1600/bahagia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cZhsSF_pnXk/Tb6UwpBAtlI/AAAAAAAAASs/6q4RRhpYJoc/s320/bahagia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602078549860202066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIA&lt;/span&gt; pergi. Untuk sementara waktu, atau entahlah. Dia tidak mengizinkanku, mengantarkan dan melepasnya. "Pada suatu saat, kita akan bertemu lagi." Begitulah katanya. Pertemuan kami, hanya berlangsung enam hari. Di sini, di kota yang selama tiga tahun aku huni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar 204, kami bercengkerama. Mengisi waktu akhir. Bergurau, dan banyak bercerita. Setiap berbincang serius, matanya menatap tajam. Namun, bola matanya tidak fokus. Terus bergerak ke kiri dan ke kanan, seolah mencari sesuatu. Aku hanya mampu menerka arah pergerakan bola mata itu. Sama sekali tidak memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali, kami berpelukan di atas kasur. Aku memegang kedua tangannya. Di sela canda, dia seringkali mencubit tubuhku. Atau memarahiku, ketika ada yang tidak sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, pertemuan enam hari itu begitu berkualitas. Bukan sekadar pertemuan di antara dua jasad tanpa jarak. Entah apa, aku pun tidak sanggup mendeskripsikannya. Sistematika berpikirku dibuat kacau. Ternyata, senyuman itu begitu indah dan menggoda. Bodohnya aku, kalau harus melewatkannya. Romantismenya menembus dan menyingkirkan logika.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan enam hari, berawal dari kebersamaan di satu gerbong kereta api. Malam itu, kami menempuh malam dengan berpegangan tangan. Dia tidak hanya sekadar terlihat cantik. Namun, kemampuan intelektualnya lebih kritis dari yang aku sangka. Sungguh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua malam sebelum kepergiannya, kami bertatapan. Tangan kanannya kurengkuh, dan kucium di depan lobi hotel. Dia menatap angkuh. Kemudian dia berbalik, dan melangkah masuk. "Aku masih memiliki satu janji, untuk kita bertemu lagi," katanya. Itu perpisahan kami, dalam satu malam yang gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun pagi hari. Satu pesan pendek masuk. "Terima kasih sudah menjaga aku selama ini ya," bunyi pesan itu. Aku menatap layar itu selama beberapa menit. Dia benar-benar pergi. Semoga untuk sementara waktu. Aku kemudian mencoba tersenyum, karena aku, masih dan akan menunggumu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6125905937981145289?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6125905937981145289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6125905937981145289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6125905937981145289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6125905937981145289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/04/enam-hari-dan-kamar-204_30.html' title='Enam Hari dan Kamar 204'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cZhsSF_pnXk/Tb6UwpBAtlI/AAAAAAAAASs/6q4RRhpYJoc/s72-c/bahagia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2382368439476453728</id><published>2011-04-25T17:05:00.003+07:00</published><updated>2011-04-25T17:29:50.340+07:00</updated><title type='text'>Butuh Empat Bulan untuk Selesaikan Kisah Ramayana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-spgyvuftJs8/TbVMqlsU8qI/AAAAAAAAASk/rD0VchBBlPc/s1600/wayang%2Bkoran"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-spgyvuftJs8/TbVMqlsU8qI/AAAAAAAAASk/rD0VchBBlPc/s320/wayang%2Bkoran" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599466006261330594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DARI&lt;/span&gt; kejauhan, wayang berbentuk mini itu menarik untuk didekati. Diletakkan di empat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; terpisah. Tiap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; terdiri atas delapan kotak. Bisa dilihat dari depan, samping, atau bagian belakang. Wayang mini itu seukuran jari-jari tangan orang dewasa dan berdiri dengan gaya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang itu wayang koran. Semua bahan pembuatan wayang berukuran mini itu hanya menggunakan kertas koran bekas. Kertas koran itu dilinting untuk kemudian dibentuk sesuai dengan karakter wayang. Detail wajahnya juga tampak jelas. Ada mata, hidung, dan kumis. Mereka seolah tengah berpentas di atas panggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang koran ini menceritakan kisah Ramayana. Dari sayembara mendapatkan hati Shinta sampai pertarungan antara Rama dan Rahwana yang juga menginginkan Shinta menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap kotak, ada tulisan yang menjelaskan wayang-wayang mini tiga dimensi itu. Bercerita, laiknya membaca komik Ramayana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang-wayang itu buatan Burhan Gatot. Dia mengerjakannya seorang diri di sela waktu kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan media cetak di Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burhan secara khusus mengemas wayang mini ini untuk Bandung Wayang Festival (BWF) 2011, yang dilaksanakan di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, pada 22 sampai 24 April. Perlu empat bulan untuk menciptakan 100 karakter dalam cerita Ramayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengemas cerita Ramayana karena sangat dikenal. Dari sayembara memperebutkan Shinta dengan mengangkat busur, sampai perebutan Rama dengan Rahwana demi mendapatkan Shinta," katanya, Sabtu (23/4). Cerita itu berurutan dari kotak satu di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; pertama sampai ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara karakter yang dibuatnya, ada Shinta, Rama, Sarpakenaka, sampai Kalamarica yang menyamar jadi kijang emas. Corak wayang mini itu menggunakan cat poster dan cat sirup. Sebagian di antaranya menggunakan kawat, sebagai penyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan saya menggunakan bubur kertas koran. Wayang mini ini cukup diplintir-plintir, kemudian dilem dengan lem kayu atau kertas, dan dicat sesuai dengan karakter masing-masing. Satu hari, paling bisa bikin satu sampai tiga karakter," kata pria asal Solo berusia 39 tahun ini. Menurut dia, baru pertama kali wayang ini dibuat dari kertas koran bekas berukuran jari tangan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah BWF 2011 berakhir, Burhan berencana akan melelang hasil karyanya itu kepada masyarakat, semua bagian kisah Ramayana. Dia mengaku sudah beberapa orang memesan untuk membuat wayang-wayang mini dari hasil memanfaatkan barang  yang ada di sekitarnya, seperti kertas koran bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dijual per karakter, ya mungkin harganya Rp 25 ribu sampai Rp 200 ribu. Tapi saya mau menjual dengan melelang, satu paket kisah Ramayana ini, kalau even BWF sudah selesai. Sudah ada yang mau pesan dan ada dalang yang juga tertarik untuk melakukan pertunjukan dengan wayang mini ini," ujar pria yang mengaku masih bujangan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2382368439476453728?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2382368439476453728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2382368439476453728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2382368439476453728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2382368439476453728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/04/butuh-empat-bulan-untuk-selesaikan.html' title='Butuh Empat Bulan untuk Selesaikan Kisah Ramayana'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-spgyvuftJs8/TbVMqlsU8qI/AAAAAAAAASk/rD0VchBBlPc/s72-c/wayang%2Bkoran' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8629200604508425719</id><published>2011-04-18T20:57:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T20:58:58.396+07:00</updated><title type='text'>10 Bulan Ditodong Senjata Perompak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENJADI&lt;/span&gt; kisah yang tidak terlupakan seumur hidup. Selama 10 bulan, Aep Saepudin harus bertahan dengan ditodong beragam senjata oleh puluhan perompak Somalia, di atas kapal Win Far milik perusahaan Win asal Taiwan. Perompakan itu terjadi di luar perairan Somalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, 9 April 2009. Sekitar pukul 06.00. Kapal carrier Win Far dengan kecepatan 32 knot, dipepet dua &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speed boat&lt;/span&gt; dari sisi kiri dek. Enam orang naik ke kapal dengan tangga yang sudah dipersiapkan, menenteng berbagai jenis senjata api. Sebagian besar di antaranya, membawa senjata jenis AK 47. Mereka langsung memberondong tembakan ke udara. Tembakan peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 32 anak buah kapal (ABK), ditawan di dek atas bagian depan. ABK itu berasal dari Filipina, China, Taiwan, dan enam orang adalah warga Indonesia. Mereka adalah Aep, Nio Tantan Rustandi, Rudi Setiawan, Aman Suryaman, Tukiman, dan Kusnadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Satu speedboat yang lain, mengarahkan RPG ke arah kapal kami. Perompak pakai baju santai. Ada juga yang pakai kalung butir peluru," kata pria berusia 24 tahun ini saat ditemui di rumahnya, di Jalan H Gofur No 13, RT 01/02, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (17/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perompak sebanyak 12 orang, langsung menggiring ABK ke dek atas. Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam kabin. Pada awalnya, awak kapal belum tahu, bahwa mereka dibajak. Para tawanan menduga, mereka adalah polisi yang hendak memeriksa kelengkapan dokumen kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, akhirnya kami tahu mereka adalah perompak, setelah ada penterjemah yang datang. Para perompak meminta tebusan sebesar 9 juta dolar Amerika Serikat kepada pengusaha pemilik perusahaan Win Company," ujar anak tunggal dari pasangan Beni Setiawan dan Sumiati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal itu sudah berlayar selama tujuh bulan, untuk mengambil hasil ikan tuna yang diperoleh kapal lain. Pada saat berlayar, ada ratusan ton ikan tuna dan logistik. Cukup untuk satu tahun bekal hidup ABK selama berlayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas dek kapal bagian depan, ABK harus bertahan hidup dengan penjagaan super ketat dari perompak yang menenteng senjata dalam keadaan terkokang. Bahkan, di depan kapal, sudah ada senjata berat yang disiapkan untuk mengantisipasi usaha penyelamatan. Penjagaan dilakukan sekitar 30 perompak, yang bergantian terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamankan kapal dari upaya penyelamatan, para perompak membawa kapal ke wilayah perairan Somalia. Perlu 14 hari perjalanan. Aep mengaku tiga hari sebelum ditahan, para ABK sudah curiga dengan kapal yang mengikuti mereka. Perlahan, jaraknya semakin mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata perompak berkamuflase, dengan menggunakan kapal mewah. Kapal itu juga ditahan dengan tiga orang Inggris di dalamnya. Speedboat yang dipakai perompak, juga dari kapal mewah itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 14 hari perjalanan menuju perairan Somalia, Win Far menurunkan dua jangkarnya. Orang tua dan anak-anak, menyambut kedatangan kapal yang baru saja dibajak itu. Mereka mengambil barang-barang milik ABK yang bisa dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses negosiasi antara perompak dengan pemilik perusahaan, para ABK harus hidup di dek atas bagian depan. Mereka kepanasan, dan kehujanan. Sesekali, perompak menyuruh tawanan untuk mencuci baju mereka. "Perompak menyuruh kami mencuci baju mereka. Setelah itu, dikasih enam batang rokok sebagai upah," kata Aep, yang menjabat sebagai Chief Engineering kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan ditawan perompak, bahan bakar solar habis. Mesin pendingin mati, dan mengakibatkan ratusan ton ikan tuna membusuk. Tawanan pun akhirnya tidak bisa makan dari logistik yang ada di kapal. Para perompak memberikan mereka beras, sebanyak 25 kilogram untuk tiga hari. Tanpa lauk, dan satu kali makan dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena kondisi seperti itu, Kusnadi akhirnya jatuh sakit dan meninggal. Jenazahnya dibawa perompak ke daratan. Katanya mau dikuburkan. Dia berasal dari Serang, Banten. Sepekan setelahnya, gantian satu orang berasal dari China juga meninggal. Dia itu koki kami. Jenazahnya, kami buang ke laut. Beberapa hari, kami hanya terdiam setelah membuang jenazah itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, intervensi militer untuk membebaskan para tawanan, sangat tidak memungkinkan jika dilakukan di perairan Somalia. Apalagi para perompak selalu siaga. Di setiap sudut kapal, perompak menenteng senjata yang siap untuk ditembakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembebasan secara militer itu mungkin dilakukan, kalau masih dalam perairan lepas. Sama ketika Malaysia membebaskan tawanan. Karena baru dua jam terjadi, dan perompak masih mempelajari kapal. Jadi, mending membayar jaminan demi keselamatan tawanan," ujar pria yang kini bekerja di perusahaan swasta di Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses negosiasi selama 10 bulan, akhirnya pemilik perusahaan Win Company bersedia membayar tuntutan perampok. Namun, jumlahnya hanya 700 ribu dolar Amerika Serikat. Perompak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 11 Februari 2010, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, satu unit helikopter milik pasukan China membuang tabung besar ke laut. Tabung berukuran panjang tiga meter dan berdiameter sekitar setengah meter itu, berisi uang tebusan kepada perompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawanan yang dikawal perompak, mengambil tabung laiknya peralon raksasa tersebut untuk dibawa ke kapal Win Far. Mereka membuka dengan mengelas dan membongkar gembok. Isinya, sebanyak 705 ribu dolar Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat jam kemudian, perompak meninggalkan tawanan begitu saja di kapal. Tanpa mengucapkan salam, mereka berlalu menggunakan speedboat. "Tiga hari sebelum pembebasan, kami diberi dua ton solar untuk menuju perairan lepas. Solar hanya bisa dipakai dua jam perjalanan. Bahan bakar itu juga dari kapal lain yang dibajak," kata Aep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 14.30, mereka kemudian berlayar menuju perairan lepas. Sepanjang perjalanan menuju perairan lepas, kapal destroyer dan helikopter pasukan China terus mengawasi Win Far. Kapal itu, kemudian diberikan solar dan dikawal selama 22 hari sampai ke Srilanka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami dilepas sendirian begitu sampai di Laut Malaka. Kami langsung menuju Taiwan. Di sana, kami disambut Presiden Filipina, Gloria Aroyo. Tidak ada satupun orang dari pemerintah Indonesia yang menyambut kami. Padahal, ada enam warga dan satu orang di antaranya meninggal," kata lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8629200604508425719?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8629200604508425719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8629200604508425719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8629200604508425719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8629200604508425719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/04/10-bulan-ditodong-senjata-perompak.html' title='10 Bulan Ditodong Senjata Perompak'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-255797988498111642</id><published>2011-04-03T22:21:00.001+07:00</published><updated>2011-04-03T22:22:34.985+07:00</updated><title type='text'>Sabar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU&lt;/span&gt; melihat benda. Bentuknya jelas, dengan lekukan yang elegan. Aku ingin memilikinya, menyentuhnya, dan menikmati benda itu. Dia nyata di hadapanku. Mengagumkan. Semakin lama aku memandangnya, semakin pula bertambah keinginan untuk segera meraihnya. Namun, benda itu ternyata begitu angkuh. Dan, aku tidak sanggup membelinya. Apalagi memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda lain yang ada di sebelahnya, juga menarik perhatian tatapan. Warna dan bentuknya, tidak kalah menarik dari benda yang kulihat sebelumnya. Tapi, harganya jauh lebih murah. Lagi-lagi, dibandingkan benda yang awal tadi. Sama-sama dipajang di satu etalase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya, kepada penjual kedua benda itu. Pertanyaan itu kemudian terjawab. Benda itu memiliki bahan pembuatan yang sama. Namun, perbedaannya terletak pada fitur. Yang lebih mahal, tentu instrumennya lebih lengkap, canggih, dan smart. Pepatah lama. Harga menentukan kualitas benda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui perbedaan tadi, keinginan untuk memiliki satu di antaranya, akhirnya bisa tertahan sementara waktu. Seandainya aku memaksakan, aku bisa memiliki barang dengan harga yang murah. Tentu dengan konsekuensi pada fitur yang terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasinya, bukan terletak pada fungsinya yang sama. Kalau aku mampu membeli benda yang lebih mahal dengan fitur beragam, kenapa tidak? Aku harus bersabar beberapa lama. Tidak apa, kalau selama aku mengumpulkan sesuatu untuk memilikinya, aku hanya sebatas memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda itu, hanya dipajang pada satu toko. Tidak ada benda yang sama, di toko lainnya. Hasrat memilikinya, tiba-tiba punah. Benda itu, sudah tidak pada tempatnya. Dia sudah menjadi milik konsumen lain. Padahal, aku sudah menggenggam bekal untuk memilikinya. Sayang, ternyata dia harus berpindah tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, benda yang lebih murah, masih teronggok. Benda itu memancarkan sesuatu. Tanpa pikir panjang, aku membelinya. Pada saat &lt;br /&gt;transaksi selesai dilakukan, datang seseorang. Dengan nada sedikit tinggi, dia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap benda yang dibelinya beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda yang dibeli pria parlente itu, adalah benda yang dulu ingin kumiliki. Konsumen itu, memperlihatkan benda itu kepada penjual. Setelah diperiksa, sejumlah perangkat benda itu ternyata berbahan dengan kualitas buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan muncul akan benda yang baru saja aku bayar. Benda mahal itu ternyata berkualitas buruk. Bagaimana dengan benda yang aku bawa? Dengan meyakinkan, penjual tahu apa yang ada dalam pemikiranku. Dia, memberi garansi seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendapat kepercayaanku. Aku tetap membawa benda itu pergi dari toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, aku membuka bungkusannya. Lalu, perlahan aku mengamati satu per satu instrumennya. Dibandingkan dengan benda yang lebih mahal tadi, ternyata benda ini memiliki instrumen yang jauh lebih bagus. Walaupun dengan fitur terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sudah beberapa tahun, aku menggunakan benda tadi. Tanpa adanya masalah yang berarti. Aku masih merasakan manfaatnya. Aku pun mulai tersadar. Tidak selamanya, harga mahal menentukan kualitas. Tidak selamanya pula, apa yang baik di hadapan, diikuti dengan instrumen di dalamnya. Aku hanya butuh kesabaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-255797988498111642?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/255797988498111642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=255797988498111642' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/255797988498111642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/255797988498111642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/04/sabar.html' title='Sabar'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2047948321767988108</id><published>2011-03-28T20:58:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T21:03:02.611+07:00</updated><title type='text'>Kepentingan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELALU&lt;/span&gt; ada yang memerintah dan yang diperintah. Seperti halnya tubuh, yang selalu bergerak atas dasar perintah roh. Bebas, melakukan apa saja. Atasan, kebagian melakukan perintah kepada bawahannya. Semakin ke atas, dia bertambah kekuasaannya untuk memerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan, selalu melekat dalam diri pemimpin. Konsep perbudakan, memang telah hilang. Namun, mekanismenya tetap sama, dengan kata yang berbeda. Katanya, zaman sekarang, hak asasi manusia lebih mendapatkan tempat dibandingkan pada era pemikiran Plato mulai berkembang atau jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sejumlah kawan seringkali mengeluh atas pekerjaan yang dibebankan. Mereka merasa dijadikan sebagai sapi perah. Entah demi kepentingan atasan, atau ruang lingkup yang lebih luas lagi. Yaitu korporasi. Tentu, ujung-unjungnya adalah ekslusifitas dengan orientasi keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum, ketika seorang tokoh budayawan terkemuka mengatakan, sebuah ilmu harus dilepaskan dari kepentingan. Bukankah mengejar ilmu atau menciptakan ilmu itu sudah berdasarkan kepentingan? Sekali lagi, tidak ada sesuatu yang melepaskan dirinya dari kepentingan. Seperti halnya objektifitas, tanpa intervensi subjektifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai, selalu menjadi tujuan. Bukan ditempatkan dalam proses untuk meraih tujuan. Entah dalam bentuk materi, atau apapun! Kepentingan, akan dengan sendirinya menghilang pada saat berhentinya hidup. Laiknya manusia, yang terus berpikir, kecuali dia dalam keadaan tidur atau mati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepentingan, menjadi kekuatan yang begitu besar. Bahkan, deminya, manusia bisa berubah begitu kejam. Saling senggol, tanpa belas kasihan. Apalagi, jika kepentingan itu berkaitan dengan materi, kekuasaan, dan romantisme cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanusiakan manusia, seakan tergerus dengan kepentingan. Orientasi mendapatkan keuntungan dalam bentuk materi, selalu saja mendominasi dibandingkan kepentingan lainnya. Pucuk pimpinan, merupakan pengambil kebijakan. Entah dalam korporasi, atau dalam konteks negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi beragam keluhan yang diungkapkan sejumlah kawan tadi, saya hanya bisa menanggapi secara bijak. Manusia, diberikan kebebasan penuh dalam memilih jalan hidup. Keputusan yang diambil, menentukan kepentingan. Menjadi yang diperintah, atau yang memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, boleh muak atau jijik melihat kepentingan. Namun, dia selalu ada, dan harus ada. Mau tidak mau, memang mutlak terjadi. Semakin mengeluh, membuat kita justru terjebak dalam pertarungan kepentingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2047948321767988108?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2047948321767988108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2047948321767988108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2047948321767988108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2047948321767988108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/03/kepentingan.html' title='Kepentingan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3212646259556859197</id><published>2011-03-22T19:25:00.002+07:00</published><updated>2011-03-22T19:37:06.186+07:00</updated><title type='text'>Menembus Bukit dan Hutan demi Mimpi Jadi Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fk3S1Z2RxaM/TYiXe0rxSII/AAAAAAAAASU/-44yXiRmoyI/s1600/sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fk3S1Z2RxaM/TYiXe0rxSII/AAAAAAAAASU/-44yXiRmoyI/s320/sekolah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586881893547198594" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEMI&lt;/span&gt; menggapai cita-cita menjadi seorang guru, Titin Kartini berjuang. Bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD) Cadas Mulya ini harus berjalan lebih dari empat kilometer setiap hari dari rumah ke sekolahnya, yang terletak di RT 03/06, Kampung Cadasgorowong, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Titin berada di RT 03/11, Kampung Palasari, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dia harus berangkat lebih awal karena harus berjalan kaki menempuh perbukitan, persawahan, rel kereta api, dan hutan. Namun, perjalanan itu dilakoninya dengan suka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pergi sekitar pukul 06.30, bersama tiga orang kawan. Perjalanan sekolah melalui kebun, hutan, sawah, dan menyeberang rel kereta api yang menghubungkan Padalarang dan Cianjur. Saya tidak takut karena sudah dari kelas I sampai sekarang jalan kaki," kata bocah berusia 12 tahun ini di sekolahnya, Senin (21/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hujan, anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Suparman dan Noneng ini hanya menggunakan daun pisang untuk melindungi tubuhnya. Dia berangkat pukul 06.30 dan sampai kembali di rumahnya sekitar pukul 16.00. Apalagi ada pemantapan ujian, yang baru selesai pukul 15.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Titin, perjuangan yang sama dilakukan Eva Novita Sari. Demi tekadnya untuk menjadi pendidik dan mencerdaskan anaknya kelak, setiap hari dia harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Rumahnya terletak di Kampung Lemah Leundeut, Desa Lebak Leungsir, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, selama ini tidak pernah bertemu hewan liar. Saya hanya ingin belajar seperti anak yang lain. Hanya SD Cadas Mulya yang paling dekat. Lainnya lebih jauh lagi. Saya ingin jadi guru karena ingin anak saya juga pintar," kata bocah 12 tahun ini seraya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wali Kelas VI SD Cadas Mulya, Wiwin Winarsih, sekitar tiga puluh persen dari jumlah murid di SD yang didirikan sejak 1976 itu memiliki rumah yang jaraknya jauh. Ada yang dari Kecamatan Cipatat, ada juga yang dari Kecamatan Cikalong Wetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka jalan melalui hutan dan pegunungan. Sebagian besar juga dari ekonomi yang kurang karena termasuk desa tertinggal. Orang tua murid memiliki mata pencaharian sebagai buruh," kata guru yang sudah mengabdi selama 23 tahun di SD Cadas Mulya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD Cadas Mulya didirikan secara swadaya oleh masyarakat sekitarnya. Sekolah itu memiliki 270 murid, dengan enam ruang kelas. Pengajarnya terdiri atas empat guru pegawai negeri sipil dan tujuh guru honorer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki murid dengan tempat tinggal yang jauh, SD ini justru menjadi motivasi tersendiri untuk menciptakan prestasi. Beberapa prestasi yang dulu sempat diraih adalah  termasuk sepuluh besar olimpiade matematika pada empat tahun lalu di tingkat kabupaten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya pun dilakukan para guru untuk meningkatkan kemampuan belajar muridnya, termasuk merencanakan proyektor untuk menunjang pelajaran. Apalagi saat ini tiap guru sudah memiliki netbook dan bisa digunakan sebagai media menyampaikan materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain menghemat kapur tulis, alat peraga seperti proyektor lebih disukai anak-anak. Mereka juga lebih mudah mengingat pelajaran yang diajarkan melalui media tersebut. Mudah-mudahan bisa terealisasi karena sekarang sudah mengajukan," kata perempuan berusia 48 tahun ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3212646259556859197?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3212646259556859197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3212646259556859197' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3212646259556859197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3212646259556859197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/03/menembus-bukit-dan-hutan-demi-mimpi.html' title='Menembus Bukit dan Hutan demi Mimpi Jadi Guru'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fk3S1Z2RxaM/TYiXe0rxSII/AAAAAAAAASU/-44yXiRmoyI/s72-c/sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1782416266543633116</id><published>2011-02-21T19:00:00.001+07:00</published><updated>2011-02-21T19:05:00.354+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Keteladanan dari Hamparan Situs Megalitik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MVgGXuKu39I/TWJUb3cWXAI/AAAAAAAAASM/TXUBVrjvE2M/s1600/jajal%2Bgeotrek1%2B%252820%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MVgGXuKu39I/TWJUb3cWXAI/AAAAAAAAASM/TXUBVrjvE2M/s320/jajal%2Bgeotrek1%2B%252820%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576112126354152450" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SABTU&lt;/span&gt; (19/2) pagi, puluhan peserta Jajal Geotrek Tujuh berkumpul di Taman Ganesha, di depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Tujuan Jajal Geotrek yang digagas Penerbit Truedee kali ini berangkat ke situs megalitik Gunung Padang di Kabupaten Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesertanya tidak hanya dari masyarakat umum dan kalangan akademisi. Tampak hadir pula Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda. Rombongan berangkat menggunakan satu bus menuju ke Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di stasiun, peserta melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cianjur dengan menumpang kereta api ekonomi Argo Peuyeum. Kereta api ini hanya terdiri atas dua gerbong. Untuk sampai ke Cianjur, per penumpang hanya dikenai tarif Rp 1.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta menyatu dengan penumpang lainnya di gerbong depan atau tepat di belakang lokomotif. Ayi pun tidak sungkan untuk bercengkerama dengan masyarakat. Bahkan, karena penuhnya penumpang, dia bersedia berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, peserta mendapat penjelasan dari penulis buku Wisata Bumi Cekungan Bandung, Budi Brahmantyo mengenai bukit dan sungai yang dilalui. Selain itu, peserta diajak mengetahui stasiun yang dilewati. Total ada 11 stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1,5 jam perjalanan, rombongan tiba di Stasiun Cianjur sekitar pukul 10.15, dan disambut pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur. Rombongan langsung menuju kantor Disbudpar untuk rehat sekitar 20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi beberapa mobil, peserta Jajal Geotrek menuju Gunung Padang, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota. Perjalanan dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan, dengan jalan yang berkelok-kelok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju ke Gunung Padang, rombongan mampir di Stasiun Lampegan. Stasiun ini rencananya akan dijadikan cagar budaya Kabupaten Cianjur pada tahun depan. Di stasiun yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada 1883 ini, terdapat terowongan sepanjang 900 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Lampegan merupakan stasiun yang dibangun pada tahap kedua. Tahap pertama atau pada 1873, pemerintah kolonial Belanda membangun jaringan rel kereta api dari Batavia ke Bogor. Kemudian antara 1881 dan 1883, dibangun rel kereta dari Bogor ke Cicurug, dari Batavia ke Cianjur, dan Cianjur ke Sukabumi. Sedangkan Cianjur menuju Bandung mulai dibangun satu tahun sesudahnya atau pada 1884, dan kemudian terus menuju Cilacap, Yogya, dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur di Cianjur dibuat dengan alasan posisi Kabupaten Cianjur yang pada saat itu menjadi ibu kota Karesidenan Priangan. Apalagi banyak kebun kopi dan teh sehingga distribusinya lebih mudah menggunakan kereta untuk dikirimkan ke pelabuhan Batavia (Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampegan sendiri berasal dari bahasa Belanda, yang berarti lampu harus dinyalakan setiap melewati terowongan tersebut. Stasiun ini sedang dikembangkan oleh Disbudpar Kabupaten Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati dan mengambil foto di Lampegan, rombongan langsung menuju peninggalan situs tradisi megalitik Gunung Padang, atau sekitar 30 menit perjalanan dari Stasiun Lampegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju situs yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, ini rombongan harus naik tangga batu yang curam sepanjang 150 meter. Namun, begitu sampai di puncak, rasa lelah itu kemudian hilang melihat keindahan alam dan situs megalitik Gunung  Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, kita dapat melihat hamparan pegunungan yang berisi banyak tumpahan bebatuan berjenis andesit basaltis. Gunung Padang diperkirakan merupakan hasil pembekuan magma sisa gunung api purbakala, pada zaman Pleistosen Awal, atau sekitar dua sampai satu juta tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Padang berasal dari tiga suku kata, yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pa&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;da&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hyang&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pa&lt;/span&gt; berarti tempat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;da&lt;/span&gt; adalah agung atau besar, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hyang&lt;/span&gt; adalah eyang, moyang, atau leluhur yang terhormat. Jadi, Padang artinya tempat agung para leluhur atau tempat leluhur yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, rombongan mendapat penjelasan dari Budi Brahmantyo, Lucky Hendrawan, dan peneliti senior BP Migas Awang H Satyana. Dari sejarah hingga cerita penelitian Gunung Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awang mengatakan, pembangunan di Gunung Padang tidak sembarangan, dan menjadi teladan bahwa semua ilmu itu tidak terpisahkan atau saling menjelaskan. Di Gunung Padang, bisa dilihat secara astronomi, geologis, dan kosmologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara astronomi, Gunung Padang terletak di tengah-tengah Bima Sakti. Secara geologis, banyak bahan bangunan yang dimanfaatkan masyarakat. Sedangkan kosmologis, sejajar dengan Gunung Gede, dan dipercaya masyarakat sampai saat ini untuk ritual tertentu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Padang terdiri atas lima teras atau tingkatan. Ahli arkeologi meyakini bahwa Gunung Padang merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Situs ini terletak sekitar 50 kilometer sebelah barat daya Cianjur dengan ketinggian 885 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati dan mendengarkan penjelasan ahli tentang Gunung Padang, rombongan akhirnya kembali menuju Bandung sekitar pukul 17.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1782416266543633116?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1782416266543633116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1782416266543633116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1782416266543633116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1782416266543633116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/02/sebuah-keteladanan-dari-hamparan-situs.html' title='Sebuah Keteladanan dari Hamparan Situs Megalitik'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MVgGXuKu39I/TWJUb3cWXAI/AAAAAAAAASM/TXUBVrjvE2M/s72-c/jajal%2Bgeotrek1%2B%252820%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8833945659622064925</id><published>2011-02-15T15:06:00.001+07:00</published><updated>2011-02-15T15:16:16.714+07:00</updated><title type='text'>Berharap Pemimpin Mencontoh Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-KBN38jOzvvM/TVo0inIuFhI/AAAAAAAAASE/RfPLaHBwHPM/s1600/IMG00770-20110215-1048.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KBN38jOzvvM/TVo0inIuFhI/AAAAAAAAASE/RfPLaHBwHPM/s320/IMG00770-20110215-1048.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573825258050164242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DHIKA&lt;/span&gt; Andra Resti, menulis di selembar kertas. Bocah berusia 11 tahun ini mengisi jawaban, dari pertanyaan yang diajukan seorang gurunya, tentang surat yang pertama kali diturunkan Allah SWT, kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, karena jawaban yang ditulisnya salah, Dhika harus beranjak ke belakang dari tempatnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harusnya Surat Al Alaq ayat satu sampai lima. Saya jawabnya salah karena lupa. Padahal seringkali diajarin tentang kisah Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya," katanya di SD Nur Al Rahman Kota Cimahi, Selasa (15/2) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid kelas VI ini mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai sosok pemimpin yang sempurna. Sosok pemimpin yang harusnya menjadi tauladan manusia, khususnya pemimpin umat pada masa sekarang. Pemimpin yang tegas, dan bisa mengemban kepercayaan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang sepertinya sulit atau bahkan tidak ada pemimpin seperti Nabi Muhammad. Pemimpin sekarang aneh-aneh. Apalagi banyak yang masuk penjara gara-gara terkena kasus korupsi," ujar bocah yang mengenakan kacamata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan yang sama juga dikatakan Rahma Aulia Rahmi. Bocah berusia 12 tahun ini menganggap pemimpin sekarang lebih banyak yang memeras uang rakyat, dan sibuk memikirkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemimpin sekarang banyak yang tidak benar. Kalau lihat di televisi, banyak yang hanya memeras uang rakyat. Tidak ada yang seperti kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Harusnya kita belajar dari beliau," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD Nur Al Rahman mengadakan acara dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara itu diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Murojaah, cerita Shirah Nabawi, meringkas cerita, permainan, dan menonton kisah Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SD Nur Al Rahman, Jarwo mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar murid tidak hanya mengerti kisah Nabi Muhammad SAW. Namun juga memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini sendiri baru dilakukan pertama kali, dan akan diadakan secara rutin setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak hanya teori. Intinya memberi pemahaman kepada murid tentang kisah Nabi Muhammad SAW. Beliau harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesabaran, kejujuran, keberanian, dan bisa dipercaya," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8833945659622064925?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8833945659622064925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8833945659622064925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8833945659622064925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8833945659622064925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/02/berharap-pemimpin-mencontoh-nabi.html' title='Berharap Pemimpin Mencontoh Nabi Muhammad SAW'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KBN38jOzvvM/TVo0inIuFhI/AAAAAAAAASE/RfPLaHBwHPM/s72-c/IMG00770-20110215-1048.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2487742864259594667</id><published>2011-02-13T18:55:00.004+07:00</published><updated>2011-02-13T19:23:18.544+07:00</updated><title type='text'>Bercerita Potensi Wisata Melalui Foto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5y65EJpO-mc/TVfNFoMYtrI/AAAAAAAAAR8/DQ7-0jltPQc/s1600/rara1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5y65EJpO-mc/TVfNFoMYtrI/AAAAAAAAAR8/DQ7-0jltPQc/s320/rara1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573148560466687666" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MAYA&lt;/span&gt; Rara Tandirerung, memegang kamera panjang. Dia mengarahkan kamera hitam itu ke hamparan Bendungan Calingcing, Cianjur yang ada di hadapannya. Di hamparan bendungan berpuluh-puluh hektare itu, tampak rumah apung milik warga sekitar. Sebagian di antaranya sibuk beraktivitas menggerakkan perahu kayu bermesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berusia 21 tahun ini, sedang mencoba melakukan eksplorasi pemandangan di sekitarnya. Tentang gambar yang bercerita bagi orang yang melihat. Bagi Rara, begitu dia kerap disapa, gambar pemandangan lebih menarik dibandingkan gambar lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemandangan itu unik. Satu tempat, belum tentu ada di tempat lain. Kalau gambar orang, kita bisa temui di mana saja. Apalagi biasanya orang bergaya dan bisa diatur. Kalau pemandangan, memberikan apa adanya," kata mahasiswi jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjadjaran angkatan 2007 ini, Sabtu (12/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara sendiri mulai tertarik dengan dunia fotografi sejak sekitar tiga bulan lalu. Dengan mengambil gambar, hati dan pikirannya bisa tenang. Apalagi mengambil view pemandangan yang menarik. Menurut perempuan asal Toraja ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hunting&lt;/span&gt; foto merupakan kegiatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain dapat gambar, kita juga bisa mengunjungi objek-objek wisata sekaligus berpetualang," kata mahasiswi yang juga pecinta alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara merupakan salah satu peserta workshop fotografi yang diadakan Yayasan Palawa Indonesia. Karena pada 12 dan 13 Februari, Yayasan Palawa Indonesia bekerja sama dengan Ronald Agusta Photography, melakukan kegiatan Citarum River Bank Photo Tour. Kegiatan ini berupa berburu foto, yang dipadukan dengan arung jeram di Bantar Caringing Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat, dan Danau Cirata, Calincing di Kabupaten Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Yayasan Palawa Indonesia, Bayu Bharuna mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kedua. Temanya yaitu water world, karena semuanya tentang air. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan tiga bulan sekali dengan tema-tema yang berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak fotografer berada di kota. Tapi sebagian tidak memiliki akses dan memilih untuk melakukan eksplorasi di tempat yang berpotensi. Program ini tidak hanya untuk fotografer, tetapi juga masyarakat umum yang ingin berwisata," kata pria berusia 38 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Citarum River Bank Photo Tour itu, diikuti sekitar 15 peserta. Acara dimulai dengan kegiatan arung jeram sejauh sekitar satu kilometer di Bantar Caringin. Setelah itu, peserta diajak ke Danau Cirata, Calingcing, Kabupaten Cianjur. Sebelum berhenti di sebuah rumah makan, peserta diajak berkeliling naik perahu untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hunting&lt;/span&gt; foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronald Agusta menambahkan, nantinya hasil jepretan peserta akan didiskusikan bersama. Menurutnya, semua hasil bidikan fotografer bagus dan memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; masing-masing. Namun, foto yang paling bermanfaat adalah gambar yang bisa bercerita bagi penikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak bisa mengklaim, kalau hasil kita lebih bagus. Nanti akan didiskusikan. Baik itu konten, dan juga angle pengambilan gambar. Nanti peserta yang akan mempresentasikan hasilnya," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya, peserta bisa mengirimkan tiga foto terbaik, untuk dipublikasikan di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; Yayasan Palawa Indonesia. Foto itu bisa dipublikasikan kepada khalayak. Ronald mengatakan, intinya gambar itu bisa menyentuh hati pemirsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melalui foto kita bisa menceritakan sesuatu. Selain itu, melalui foto kita bisa mempromosikan tempat menarik yang patut dikunjungi sebagai potensi wisata. Melalui fotografi, kita juga bisa menjadi sumber informasi," kata pria berusia 49 tahun ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2487742864259594667?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2487742864259594667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2487742864259594667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2487742864259594667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2487742864259594667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/02/bercerita-potensi-wisata-melalui-foto.html' title='Bercerita Potensi Wisata Melalui Foto'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5y65EJpO-mc/TVfNFoMYtrI/AAAAAAAAAR8/DQ7-0jltPQc/s72-c/rara1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5854586500613517828</id><published>2011-02-06T16:48:00.003+07:00</published><updated>2011-02-06T17:28:56.254+07:00</updated><title type='text'>Revolusi Melati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TU5037RPydI/AAAAAAAAARs/FxW06P4B_w8/s1600/revolution1024x768%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TU5037RPydI/AAAAAAAAARs/FxW06P4B_w8/s320/revolution1024x768%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570518293255539154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MOHAMED&lt;/span&gt; Bouazizi, membakar tubuhnya sendiri di depan kantor gubernur, di Sidi Bouzid, Tunisia Tengah atau sekitar 200 kilometer dari ibu kota Tunis. Penjual buah dan sayur di atas gerobak ini frustasi, setelah gerobaknya disita polisi. Sebelum membakar dirinya, Bouazizi sempat pergi mengadu kepada gubernur. Namun, dia justru diusir polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa inilah yang kemudian melengserkan rezim Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali, yang berkuasa 23 tahun. Pemerintahannya korup dan otoriter. Tidak lebih dari dua bulan, peristiwa yang disebut sebagai revolusi melati ini merembet ke beberapa negara di Timur Tengah. Di antaranya Mesir, yang menginginkan Presiden Hosni Mubarak lengser dari jabatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika, langsung memenuhi tuntutan kaum oposisi yang menginginkan ruang bagi kebebasan politik, dan mengancam akan melakukan aksi protes. Presiden Bouteflika tidak ingin pergolakan rakyat Mesir dan Tunisia memengarhui rakyat di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, revolusi berarti perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial), yang dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata). Menurut Karl Marx, berevolusi secara total berarti akan membebaskan masyarakat dari kelas-kelas, akan membebaskan manusia sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, sepertinya belum ada tanda-tanda Hosni Mubarak mundur dari jabatannya sebagai presiden, setelah partainya, Partai Demokrat Nasional memenangi hasil pemilu pada 30 November 2010. Mantan wakil presiden masa Anwar Sadat ini sudah berkuasa lebih dari 30 tahun. Selama menjabat, Hosni diperkirakan memupuk kekayaan mencapai Rp 360 triliun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, demonstran anti Mubarak, harus berhadapan dengan massa yang pro Mubarak pada 2 Februari lalu. Akibatnya, enam orang tewas dalam bentrokan tersebut. Sayangnya, aksi yang dilakukan besar-besaran tersebut belum mampu melengserkan Husni Mubarak dari kursi presiden. Paling tidak sampai tenggat waktu yang diberikan massa anti Mubarak pada Jumat, 4 Februari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marx, bertolak dari pengandaian, bahwa revolusi akan menghancurkan kekuasaan yang dirasakan paling menindas. Kelas yang dicari Marx, mesti tertindas tidak hanya untuk sebagian. Melainkan total. Dia mesti berlawanan tidak hanya dengan beberapa bagian masyarakat. Namun, dengan masyarakat seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Tan Malaka, bahwa revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, revolusi terjadi pada 1998 lalu, yang akhirnya melengserkan Soeharto sebagai penguasa selama lebih dari 32 tahun. Pergerakan itu sudah berusia lebih dari 10 tahun. Namun, korupsi masih mencengkeram begitu kuat. Kesenjangan pun semakin terlihat menganga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap adanya revolusi di Indonesia pada saat ini? Sepertinya sulit. Sudah jarang terlihat kaum intelektual muda yang turun ke jalan, berkonsolidasi menyuarakan aspirasi rakyat. Mereka yang terpinggirkan begitu lemah. Perubahan orientasi hidup, makin membuai nyaris di seluruh elemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya terjadi peristiwa laiknya martir Mohamed Bouazizi di sini, dia hanya akan menjadi berita di media. Belum mampu memicu adanya pergerakan besar. Sekadar aksi protes, dan kemudian bungkam kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: http://2.bp.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5854586500613517828?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5854586500613517828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5854586500613517828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5854586500613517828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5854586500613517828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/02/revolusi-melati.html' title='Revolusi Melati'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TU5037RPydI/AAAAAAAAARs/FxW06P4B_w8/s72-c/revolution1024x768%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-157723105799800222</id><published>2011-01-26T20:14:00.003+07:00</published><updated>2011-01-26T20:18:01.826+07:00</updated><title type='text'>Hari Gini, Polisi Masih Nakal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TUAe0Flr7WI/AAAAAAAAARg/ViXKR6pZujY/s1600/spanduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TUAe0Flr7WI/AAAAAAAAARg/ViXKR6pZujY/s320/spanduk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566483019632209250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HARI&lt;/span&gt; Gini Polisi Masih Nakal. Laporkan ke Sentra Pelayanan Propam Polres Cimahi. Begitu kata-kata spanduk besar, yang dipasang di atas tengah badan Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, tepat di depan Markas Polres Cimahi. Ada dua spanduk yang dipasang. Satu spanduk lagi dipasang di pertigaan Jalan Amir Machmud dengan Jalan Cihanjuang. Tepat di sisi jembatan penyeberangan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanduk itu, sengaja dipasang sebagai satu kebijakan Kapolres Cimahi yang baru menjabat sekitar dua bulan. Ajun Komisaris Besar Polisi Rudy Heriyanto Adi Nugroho. Yang dimaksud sebagai polisi nakal, apabila polisi melakukan korupsi, memeras, arogan, dan tidak memberikan pelayanan kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Spanduk itu, merupakan kewajiban saya memimpin Polres dan anggota. Agar bisa melaksanakan tugas, sesuai kaidah etika dan hukum," kata Kapolres Cimahi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dia menjabat di Polres Cimahi, sudah banyak keluhan yang diterima dari masyarakat, kepada seluruh kesatuan anak buahnya. Namun, dalam mengambil tindakan, Rudy mengaku ada mekanisme dan kode etik yang ada. Sanksinya, dari tindakan disiplin, hingga pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, atas dasar berbagai keluhan masyarakat itu, seluruh kesatuan mesti dibenahi. "Ini komitmen Polres yang harus benar-benar ditegakkan. Kalau memang melakukan pelanggaran pidana, ya harus dipidanakan. Kalau sekadar disiplin, ya disentil saja. Jangan dibunuh karirnya," ujar suami dari Wiwiek Fauziah Puspita Ningsih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang ditempuh mantan Kapolres Ciamis ini, dimaksudkan agar masyarakat lebih berani menyampaikan keluhannya terhadap polisi yang nakal. Termasuk anggota polsek yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi. Bahkan, berdasarkan keluhan masyarakat melalui pesan di ponselnya yang langsung ditindaklanjuti, saat ini ada lebih dari 10 anggotanya yang sedang diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak saya menjabat, sudah lebih dari 10 anggota yang saat ini dalam proses, dan menunggu tindakan apa yang akan diambil. Saya memberikan rekomendasi ke Polda Jabar, untuk selanjutnya ditangani langsung Polri. Saya tidak memiliki wewenang penuh," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, spanduk yang dipasang baru sebanyak dua lembar di Kota Cimahi. Rencananya, ayah dua anak ini akan memasang spanduk di Kabupaten Bandung Barat, khususnya di titik keramaian. "Sudah ada satu lagi yang jadi. Nantinya tampilannya lebih mencolok, agar masyarakat bisa melihat dengan jelas," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-157723105799800222?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/157723105799800222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=157723105799800222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/157723105799800222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/157723105799800222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/01/hari-gini-polisi-masih-nakal.html' title='Hari Gini, Polisi Masih Nakal'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TUAe0Flr7WI/AAAAAAAAARg/ViXKR6pZujY/s72-c/spanduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6553800303378177356</id><published>2011-01-16T22:29:00.005+07:00</published><updated>2011-01-16T22:42:39.854+07:00</updated><title type='text'>Penonton</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TTMRX-EdrPI/AAAAAAAAARY/0oA6cJny7i4/s1600/teve2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TTMRX-EdrPI/AAAAAAAAARY/0oA6cJny7i4/s320/teve2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562809068229078258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IZINKAN&lt;/span&gt; aku bercerita, sebagai penonton. Ya, aku hanya menonton beragam peristiwa yang disajikan televisi, koran, dan media lainnya. Sembari mengisap rokok putih dan secangkir kopi, atau hanya terdiam kering duduk atau terlentang dan menonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakon dalam tontonan itu, berupa-rupa warnanya. Putih, hitam, atau kelabu. Sepertinya, warna itu berbaur. Entah, aku tidak bisa mengidentifikasinya, untuk memberi apa nama warnanya yang tampak. Namun, warna itu seolah mewakili karakter dari masing-masing lakon yang berperan dalam sebuah opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya opera sabun. Para lakon itu, saling melemparkan pernyataan. Menuduh, menghujat, dan saling klaim, menjadi satu keniscayaan. Aku pun mengerutkan dahi. Opera itu tidak saja membuatku tertawa. Tetapi juga membuatku berpikir, karena terlalu banyak teka-teki dalam alur ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenuh dengannya, aku mencoba keluar. Ternyata, aku masih menjadi penonton. Jalan raya, disesakki ribuan mobil mewah yang hilir mudik dan terparkir. Hampir sebagian besar di antaranya, dikemudikan kalangan mahasiswa dan mahasiswi. Ada yang berjalan sembari menenteng tas belanja yang besar. Aku berdecak kagum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan beberapa langkah, pemandangan di persimpangan jalan itu, sedikit berbeda. Sejumlah bocah, berkerumun beratapkan langit. Sebagian lagi berdiri, membawa penadah, dan meminta kepada para pengemudi yang menunggu lampu hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpaling. Mencoba mencari siaran lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah bangunan megah, ribuan orang mengenakan pakaian putih, duduk berdesakkan. Ternyata, mereka sedang mendengarkan ceramah dari seorang alim ulama. Aku mencoba bergabung. Pikirku, inilah tempat untuk mendapatkan pencerahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama, aku mendengarkan cerama alim ulama yang sangat terkenal itu. Menjelang ritual ceramah berakhir. Namun, alim ulama itu keluar, menuju tempat lain. Padahal, azan melalui pengeras suara, sudah berteriak lantang. Alim ulama itu, tetap berjalan keluar diiringi ulama lainnya. Aku, mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruangan terbuka, alim ulama itu asyik bercengkerama. Sebagian besar adalah perempuan. Tertawa, dan terus tertawa. Hampir dua jam, akhirnya dia keluar menuju tiga mobil yang menunggunya di depan. Setelah menebar pesona, mobil yang ditumpanginya melaju meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bergumam dalam hati. Sedari tadi, aku tidak melihatnya melakukan ibadah yang menjadi kewajibannya. Apalagi, ketika suara azan itu terdengar keras, dia justru beranjak dari masjid. Namun sayang, aku tidak memiliki keberanian untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersadar. Tiga tahun sudah, aku tidak hanya sekadar menjadi penonton. Aku, termasuk dalam lakon yang berada di balik layar. Menyajikan fakta, yang terkadang tidak ditampilkan para lakon. Justru skenario yang digarisbawahi dengan tinta tebal. Melalui deskripsi itulah, aku mengekspresikan fakta. Biarlah, kalian yang menilai. Jangan terjebak dengan keindahan yang seringkali ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus terus berada pada peran ini. Aku tidak mau para lakon itu menguasai pertunjukkan, tanpa memandang penontonnya. Mereka harus mau mendengarkan, apa yang menjadi keinginan penonton. Penonton, juga memiliki hak, karena mereka ikut berkontribusi dalam pertunjukkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6553800303378177356?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6553800303378177356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6553800303378177356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6553800303378177356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6553800303378177356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/01/penonton.html' title='Penonton'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TTMRX-EdrPI/AAAAAAAAARY/0oA6cJny7i4/s72-c/teve2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3223506415384137717</id><published>2011-01-01T22:16:00.002+07:00</published><updated>2011-01-01T22:16:44.078+07:00</updated><title type='text'>Interuptus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUMAT&lt;/span&gt; (31/12/2010) pagi, sudah terdengar sahutan terompet yang ditiupkan puluhan penjual di pinggir jalan. Moncong terompet dengan berbagai ukuran itu, diarahkan kepada pengguna jalan. Semakin siang, badan jalan, semakin dipenuhi kendaraan roda empat. Dari yang mewah, sampai mobil tua. Kendaraan roda dua pun, tak mau kalah ikut andil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak malam, suasana begitu ramai. Sahutan terompet, seolah bersaing dengan suara kembang api yang menerangi langit. Belum lagi dengan kebisingan suara klakson, dan geberan knalpot kendaraan roda dua. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul 19.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris di semua sudut kota, dipenuhi kerumunan manusia. Ada yang sembari duduk di atas motor, atau berkeliling berjalan kaki dengan meniupkan terompet. Mereka, berbahagia dan menyambut kedatangan pergantian tahun Masehi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, seolah menjadi sebuah kebebasan bagi siapapun. Manusia bebas melakukan apapun yang mereka sukai. Mereka tidak mau tahu, apakah yang lain suka atau tidak dengan apa yang dilakukan. Tidak ada yang mampu menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik pergantian tahun, justru semakin riuh. Ledakan kembang api membahana di langit. Terompet ditiupkan sekeras-kerasnya tanpa henti. Klakson terdengar semakin keras dan panjang, tanpa irama. Sekali lagi, luapan kebebasan terulang setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, terdapat kalangan yang menamakan dirinya sebagai kaum religius, melakukan ritual doa. Harapan mereka, normatif. Yaitu, keselamatan bagi umat manusia, dan menjadi lebih baik dibandingkan masa lalu. Hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai media massa, menyajikan berbagai peristiwa yang dianggap penting dan menarik, selama satu tahun lampau. Banyak permasalahan, yang begitu saja terlewati. Padahal, permasalahan itu harus segera, dan segera diselesaikan. Sekali lagi, pengulangan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, menjadi sebuah kebahagiaan. Masih menghirup udara, dan menikmati duniawi selama tahun lalu. Apalagi, diberi kesempatan melihat pergantian waktu. Masalah mau dirayakan seperti apa, itu kemudian menjadi hak prerogatif masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, anda, atau kalian, memiliki visi dan misi yang berbeda pada masa mendatang. Namun jangan lupa, dengan apa yang telah terjadi dan memang harus terjadi. Sekadar berefleksi sejenak, untuk kemudian melakukan rekonstruksi di masa mendatang. Selamat menempuh kehidupan baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3223506415384137717?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3223506415384137717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3223506415384137717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3223506415384137717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3223506415384137717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2011/01/interuptus.html' title='Interuptus'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-212459264745470174</id><published>2010-12-22T19:05:00.002+07:00</published><updated>2010-12-22T19:14:21.848+07:00</updated><title type='text'>Sehari Mengenal Patahan Lembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TRHrkckLFjI/AAAAAAAAAQ8/HoJlHavZ1wM/s1600/20101912guy_patahan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TRHrkckLFjI/AAAAAAAAAQ8/HoJlHavZ1wM/s320/20101912guy_patahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553478826900264498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SENJAK&lt;/span&gt;, menghela nafas sejenak. Pria berambut lurus dengan panjang sebahu ini baru saja menginjakkan kakinya di puncak Gunung Batu, yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Rasa lelahnya, terobati dengan pemandangan yang bisa dilihatnya. Kota Bandung dan sekitarnya, yang berada di tengah-tengah di antara beberapa gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepadatan penduduk, tampak jelas sekali dari atas Gunung Batu. Apalagi, cuaca&lt;br /&gt;pada Sabtu (18/12) siang sangat cerah. Kemudian, dengan saksama, pria lulusan&lt;br /&gt;Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Astronomi ini, mendengar penjelasan dari penulis buku Wisata Bumi Cekungan Bandung, Budi Brahmantyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya saya bisa melihat Patahan Lembang. Selama ini saya hanya tahu dari&lt;br /&gt;mendengar atau membaca. Selain melihat, saya juga bisa tahu penjelasannya secara&lt;br /&gt;ilmiah. Saya ikut Jajal Geotrek, karena ingin sekali melihat Patahan Lembang,"&lt;br /&gt;kata pria berusia 38 tahun usai mengikuti Jajal Geotrek V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, kegiatan itu sangat bermanfaat. Bahkan, dia terinspirasi dari Jajal&lt;br /&gt;Geotrek. "Saya pernah ingin melaksanakan kegiatan yang sama, tapi untuk lebih mengetahui tentang ilmu astronomi. Kebetulan saya juga hobi untuk mendaki gunung. Apalagi sekaligus mendapat ilmu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu akhir pekan lalu, Penerbit Buku Wisata Bumi Cekungan Bandung, Truedee Pustaka Sejati dan Disaster Mitigation Readiness of Indonesia (DMRI-C), mengadakan Jajal Geotrek V. Rute kali ini adalah melihat Patahan Lembang, mulai dari Cihideung, Gunung Batu, Cibodas, dan Gunung Palasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak lebih dari 60 peserta mengikuti kegiatan yang dimulai dari depan kampus&lt;br /&gt;ITB. Dengan mengendarai dua bus, peserta terlebih dahulu diajak ke Cihideung, tepatnya di lokasi longsor yang ada di Jalan Terusan Sersan Bajuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cihideung, Brahmantyo menjelaskan, berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun lalu, ada gerakan Patahan Lembang sekitar 1.000 tahun lalu. Pergerakan itu menciptakan ketinggian sekitar 1,5 sampai dua meter antara patahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian besar tanah di Cihideung merupakan rawa, karena tempat berkumpulnya resapan air. Antara 500 sampai 1.000 tahun, terjadi pergerakan atau pengulangan reguler. Yang satu ambles, dan satu patahan lagi naik," katanya. Dia menambahkan, pergerakan Patahan Lembang bisa dipicu adanya gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patahan Lembang, adalah suatu retakan yang memanjang dengan lebih dari 22 kilometer di sebelah Utara Kota Bandung. Bagian Utara bergerak relatif turun, sedangkan di bagian Selatan terangkat. Patahan Lembang terbentang dari Maribaya hingga menyempit dan jejaknya menghilang di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Brahmantyo, dengan adanya Patahan Lembang ini, Kabupaten Bandung Barat menjadi satu wilayah di Jawa Barat yang rentan terhadap gempa bumi. Khususnya dari Lembang hingga ke Cisarua, karena patahan semakin menyempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada 1910, terjadi gempa bumi di Kecamatan Padalarang. Gempa itu sangat merusak, walaupun belum bisa diprediksi kekuatannya. Kemungkinan gempa itu berasal dari patahan yang ada di Sukabumi. Kalau ada gempa, bisa memicu pergerakan Patahan Lembang, terutama yang ada di Lembang sampai Cisarua," kata pria bertubuh kekar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antisipasi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa, adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di dekat Patahan Lembang. Namun, Brahmantyo menilai selama ini pemerintah belum melakukan sosialisasi secara intens. Seperti melakukan simulasi terjadinya bencana gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman sejarah hingga saat ini, belum ada catatan yang mendeteksi adanya gempa yang terjadi di sepanjang Patahan Lembang. Namun, dengan menggunakan data empiris, retakan yang terbentuk dengan panjang lebih dari 20 kilometer, dapat memicu terjadinya gempa bumi dengan magnitude 6,5 sampai 7,0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Jajal Geotrek V berlanjut ke puncak Gunung Batu. Di tempat ini, peserta dapat melihat beberapa gunung yang ada di Jawa Barat. Seperti Gunung Puntang, Malayang, Malabar, dan Gunung Tangkubanparahu. Bahkan, juga Bendungan Saguling yang terletak di Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Jajal Geotrek V yang menyusuri Patahan Lembang ini, berakhir di Gunung Palasari. Para peserta diajak mendaki dan mengunjungi Batu Loceng yang berada di&lt;br /&gt;puncak Gunung Palasari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-212459264745470174?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/212459264745470174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=212459264745470174' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/212459264745470174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/212459264745470174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/12/sehari-mengenal-patahan-lembang.html' title='Sehari Mengenal Patahan Lembang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TRHrkckLFjI/AAAAAAAAAQ8/HoJlHavZ1wM/s72-c/20101912guy_patahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2024726473030763300</id><published>2010-12-15T20:13:00.002+07:00</published><updated>2010-12-15T20:24:30.723+07:00</updated><title type='text'>Kritik Media dan Apriori Pemerintah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQi_Vm2-NuI/AAAAAAAAAQ0/0TXjpLJgE2M/s1600/pres.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQi_Vm2-NuI/AAAAAAAAAQ0/0TXjpLJgE2M/s320/pres.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550896918663411426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN&lt;/span&gt; antara pemerintah dan pers belakangan ditandai dengan antagonisme yang menarik sekaligus perlu direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, sebagian media kita ada yang berpatokan pada hukum besi ”Bad news is good news”. Media seperti ini memang mengembangkan pemberitaan yang terlalu berorientasi kepada dimensi konflik, skandal, dan kontroversi sedemikian rupa sehingga terkesan hanya sibuk menyoroti kelemahan-kelemahan pemerintah, tanpa apresiasi selayaknya terhadap capaian kerja pemerintah, betapapun sedikit capaian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita menghadapi pemerintah yang sepertinya tidak tahu bagaimana mengambil manfaat praktik kebebasan pers. Pemerintah yang tidak dapat mengidentifikasi kontribusi positif pers bagi pencapaian agenda pemerintah sendiri: reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan lain- lain. Maka, yang berkembang kemudian adalah sikap antipati atau setidak-tidaknya sikap apriori terhadap pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antagonisme inilah yang mengemuka ketika beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, media telah mengadu domba dirinya dengan Sultan Hamengku Buwono X dalam kontroversi status monarki politik Yogyakarta. Tak lama berselang, Presiden juga menegaskan, serangan media yang keras dan sistematik adalah salah satu penyebab turunnya kepercayaan publik terhadap penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah kewajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah media telah mengadu domba Presiden dan menyerang penegak hukum? Bisa jadi ada benarnya. Dorongan untuk mengomodifikasi perbedaan pendapat, untuk menghakimi pihak tertentu, memang ada dalam pers kita. Namun, media yang mana yang dimaksudkan? Apakah Presiden merujuk kepada semua media atau media tertentu saja? Masalah ini harus jelas. Jangan sampai yang terjadi adalah apriori sebagian media terhadap Presiden dan penegak hukum dibalas dengan apriori Presiden terhadap semua media!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terhadap pers adalah sebuah kewajaran. Media bisa saja berbuat kesalahan dan semua pihak berhak mengoreksinya. Namun, harus jelas kesalahan apa yang disangkakan kepada media: salah mengutip sumber berita, data tidak akurat, liputan tidak seimbang, bahasa yang tendensius, atau pencampuran fakta dan opini? Harus jelas pula media yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dapat menunjukkan media dan kesalahannya secara spesifik, bisa jadi Presiden memberikan kontribusi positif bagi penegakan etika jurnalistik. Apalagi jika sudi menggunakan hak jawab, Presiden memberikan teladan bagaimana idealnya sengketa pemberitaan diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rezim demokratik, fungsi pers dapat dibagi menjadi tiga. Pertama, menjalankan kritik terhadap kekuasaan. Dalam konteks ini, wajar jika pemerintah menjadi sasaran kritik pers karena sejauh ini kenyataannya penyelenggaraan pemerintahan di semua lini dan semua aras memang mengandung banyak kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi yang seperti ini, tidak realistis jika pemerintah mengharapkan pemberitaan yang positif dari pers. Yang realistis dan relevan adalah mengharapkan pemberitaan yang proporsional, seimbang, dan etis. Pemerintah dapat memaksimalkan Undang-Undang Pers untuk menuntut agar dalam pemberitaannya, pers secara konsisten menegakkan etika jurnalistik dan keutamaan ruang publik media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pers juga berfungsi membangun ruang publik deliberatif, di mana semua unsur berkesempatan mendiskusikan urusan bersama secara argumentatif dan dialogis. Media adalah ruang antara politik di mana masalah publik—seperti halnya Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta—dibicarakan dan dinegosiasikan semua pihak, tanpa terkecuali para pengambil kebijakan sebelum mereka memutuskan sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ruang media ini sangat strategis karena dalam demokrasi keterwakilan, masyarakat tidak terlibat langsung dalam proses pembahasan undang-undang. Apalagi jika dipertimbangkan, para wakil rakyat sering lebih mengedepankan kepentingan partikular pribadi atau kelompok daripada kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legitimasi kebijakan tidak hanya diukur dari akseptabilitasnya terhadap prinsip-prinsip tertentu, tetapi juga dari kenyataan apakah masyarakat menyetujui kebijakan itu atau tidak. Legitimasi isi harus dibarengi dengan legitimasi proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, lebih baik RUU Keistimewaan DIY diributkan sekarang daripada ditolak masyarakat ketika telah menjadi undang-undang. Di sini, terlepas dari kecenderungan sebagian media untuk mendramatisasi konflik dan perbedaan, pers secara umum berkontribusi dalam mentransparankan atau mendemokratiskan proses pengesahan RUU Keistimewaan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pers secara epistemologis juga berfungsi menambah pengetahuan masyarakat. Wacana media telah menambah pengetahuan masyarakat tentang asal-usul keistimewaan Yogyakarta, kedudukan Keraton Yogyakarta dalam Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lain-lain. Masyarakat juga mendapatkan pemahaman tentang plus-minus opsi yang sedang diperdebatkan: Gubernur DIY dipilih secara langsung atau ditetapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana media tentang keistimewaan Yogyakarta, dengan beberapa catatan, telah menunjukkan berjalannya sebuah ruang publik politik sekaligus fungsi epistemologi media yang memungkinkan masyarakat untuk secara mandiri membangun opini atau sikap masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memperburuk citra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada urusan pemerintah, bagaimana pemerintah harus menyikapi kritisisme media? Cara terbaik adalah dengan tidak membuat kesalahan! Sebab, fungsi utama pers memang mengoreksi kesalahan penyelenggaraan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga dapat memaksimalkan hak sebagai obyek pemberitaan: hak jawab dan hak koreksi. Yang perlu dihindari adalah gagasan yang otoriter dan usang. Katakanlah gagasan untuk mengembalikan TVRI dan RRI menjadi organ propaganda politik pemerintah guna mengimbangi kritisisme media massa. Gagasan semacam hanya akan menimbulkan reaksi perlawanan dan memperburuk citra pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Agus Sudibyo &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers&lt;/span&gt;, seperti dikutip dari http://nasional.kompas.com/read/2010/12/15/08211452/Kritik.Media.dan.Apriori.Pemerintah-8.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2024726473030763300?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2024726473030763300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2024726473030763300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2024726473030763300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2024726473030763300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/12/kritik-media-dan-apriori-pemerintah.html' title='Kritik Media dan Apriori Pemerintah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQi_Vm2-NuI/AAAAAAAAAQ0/0TXjpLJgE2M/s72-c/pres.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8222350904043251871</id><published>2010-12-10T21:45:00.003+07:00</published><updated>2010-12-10T22:29:22.493+07:00</updated><title type='text'>Cerita Kecil Sebuah Pengalaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQI9eR6X2II/AAAAAAAAAQk/_6eZm7mx7G0/s1600/20101209guy_SD%2B%252817%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQI9eR6X2II/AAAAAAAAAQk/_6eZm7mx7G0/s320/20101209guy_SD%2B%252817%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549065281287477378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUMAT&lt;/span&gt; (10/12/2010) pagi. Saya dan beberapa kawan, menyeberangi terusan aliran Sungai Saguling, yang terletak di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Kami naik perahu mesin, yang kira-kira cukup untuk 10 orang, berikut dua kendaraan roda dua. Namun, kendaraan kami titipkan di dermaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bocah, menjadi operator perahu yang kami tumpangi. Usianya 19 dan 15 tahun. Keduanya terpaksa putus sekolah, dan memilih menyeberangkan warga sekitarnya. Penghasilan bersih yang mereka dapatkan setiap hari, sebesar Rp 10 ribu per orangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu kayu itu pun meninggalkan dermaga. Mengarungi air yang tenang. Sepanjang perjalanan, tampak beberapa rumah apung dengan tambak ikannya. Selain itu, beberapa bukit yang kami lalui, dipenuhi lubang akibat dikeruk untuk kemudian dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit. Sesampainya di daratan, beberapa pengojek menawarkan jasanya. Namun, kami memilih berjalan kaki. Tujuan kami, ingin melihat bangunan sebuah sekolah yang rubuh. Letaknya hanya sekitar 50 meter dari dermaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, sekolah itu tampak baik dengan plangnya yang berdiri kokoh. Tapi, begitu melewati pintu gerbang yang cukup untuk dua orang, kami terperangah. Ada dua bangunan. Masing-masing terdiri dari tiga kelas. Kedua bangunan itu, begitu memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dindingnya sudah tidak berupa. Sebagian langitnya jebol, dan gentingnya pun banyak yang hilang. Mebeler di dalamnya, rusak parah. Pandangan kami tertuju pada ujung bangunan sebelah kanan. Lebih dari separuhnya, sudah berupa puing-puing reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bocah laki-laki, berdiri di antara puing-puing itu. Melihat bangunan di sekolahnya, hancur. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kami pun mengabadikan momen tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bangunan itu sudah berdiri sejak sekolah itu eksis pada 1974. Belum pernah sekalipun direhab! Karena mengancam, dua bangunan itu sudah tidak digunakan sejak dua tahun lalu. Gantinya, murid sekolah itu belajar di bangunan yang baru didirikan pada 2008. Hanya tiga kelas. Mereka harus bergantian. Bahkan, seringkali kegiatan belajar mengajar lesehan dilakukan di teras kelas yang baru. Kalau hujan, yang berada di teras diperbolehkan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui kisah ini, kami berjalan dengan didampingi beberapa siswi. Melalui jalan setapak dan berlumpur. Ternyata, masih ada tempat seperti ini. Apalagi, di pulau Jawa. Sampailah di pinggir sungai lagi. Kami harus kembali menyeberang, untuk bertemu ketua dewans sekolah yang roboh tadi. Itu pun hanya diperkenankan dua orang, karena keterbatasan beban di rumah apung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan seorang kawan, akhirnya menuju rumah apung tersebut. Menumpang perahu kayu yang hanya cukup tiga orang. Sesampainya di rumah apung itu, pria renta melongok dan mengucapkan salam. Dia, sedang sakit dan tidak bisa berjalan. Kami pun banyak berbincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup waktu dan data, kami kembali menuju sekolah tadi. Banyak hal yang kemudian membuat saya berpikir dan merenungi. Desa tersebut, bisa saja dilalui darat. Namun, perlu menempuh waktu yang lebih lama, dengan kondisi jalan yang bukan main rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang saya temui pada saat itu, merupakan satu potret di pojok keramaian kehidupan kota. Sebenarnya tempat itu bukan kawasan terpencil. Saya juga jadi teringat wejangan yang diberikan seorang kawan beberapa waktu lalu. Seperti apapun diri kita, tetaplah menunduk dan merendah di hadapan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya, jika kita, mampu untuk berbagi. Mereka juga adalah saudara kita. Masyarakat bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8222350904043251871?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8222350904043251871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8222350904043251871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8222350904043251871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8222350904043251871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/12/jumat-10122010-pagi.html' title='Cerita Kecil Sebuah Pengalaman'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TQI9eR6X2II/AAAAAAAAAQk/_6eZm7mx7G0/s72-c/20101209guy_SD%2B%252817%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-454647254550062962</id><published>2010-12-02T14:58:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T22:35:28.503+07:00</updated><title type='text'>Sejenak Berkontemplasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPdUDVIw_TI/AAAAAAAAAQc/pprWgEVvn-Q/s1600/DSC_1361.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPdUDVIw_TI/AAAAAAAAAQc/pprWgEVvn-Q/s320/DSC_1361.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545993882320305458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEORAN&lt;/span&gt;G kawan, pernah bertanya, "Apakah arti kontemplasi?" Pertanyaan itu muncul, ketika melihat status saya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blackberry Messenger&lt;/span&gt;. Dalam kamus besar bahasa Indonesia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, kontemplasi adalah renungan dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Sedangkan berkontemplasi, berarti merenung dan berpikir dengan sepenuh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginterpretasikan kontemplasi dengan rehat. Perenungan pencapaian diri mencari kedamaian. Kontemplasi akan terus dilakukan secara berulang, karena kedamaian itu sendiri masih bersifat kontemporer. Selain perenungan, kontemplasi juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan rekonstruksi. Memulai pondasi berpikir baru, atau sekadar memperbaiki celah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode tertentu, saya menyisihkan ruang dan waktu untuk rehat. Itu yang saya sebut sebagai kontemplasi. Pikiran dan jasad. Melepaskan segala kepentingan yang memberatkan. Namun pada kenyataannya, kesempurnaan dalam berkontemplasi sulit diciptakan. Saya hanya ingin benar-benar telanjang walau sementara. Tapi, masih saja ada sesuatu yang melekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya, saya lupa dalam tahun ini berapa kali melakukan kontemplasi. Memang bukan seorang pemikir yang baik. Bagi saya, kontemplasi yang mendekati kesempurnaan adalah pada saat hal itu dilakukan di rumah. Bercengkerama dengan keluarga dan kerabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, tahun ini akan segera menutup kalendernya. Tinggal hitungan hari lagi, membuka lembaran pertama memasuki 2011. Banyak hal yang telah dilakukan selama satu tahun. Semuanya sekadar menjadi sejarah. Dan, masih banyak pula yang kudu dilakukan pada waktu-waktu berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganggap satu tahun ini, berbagai tantangan dan risiko baru bermunculan. Menjadi pelajaran, sekaligus pengalaman. Dosa yang terlewati begitu banyak dan menumpuk. Tidak mungkin terkikis bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, teringat berbagai peristiwa yang terjadi pada bangsa ini selama rentan satu tahun. Sekilas, dia mewarnai kontemplasi yang saya lakukan. Tapi, saya bukan apa-apa. Saat ini, sekadar menjadi penonton yang termangu. Mungkin, bangsa ini perlu melakukan kontemplasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memerlukan kontemplasi. Sangat penting dilakukan, agar manusia itu tidak melupakan apa yang ada pada dirinya. Kesempurnaan berkontemplasi, ketika manusia itu mampu membentuk secara nyata penciptanya. Bukan hanya sekadar abstraksi dari fantasi dan simbolik. Namun sayang, saya pun masih menjadi penikmat dari kontemplasi mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-454647254550062962?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/454647254550062962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=454647254550062962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/454647254550062962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/454647254550062962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/12/sejenak-berkontemplasi.html' title='Sejenak Berkontemplasi'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPdUDVIw_TI/AAAAAAAAAQc/pprWgEVvn-Q/s72-c/DSC_1361.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-20909775093031775</id><published>2010-11-29T20:53:00.001+07:00</published><updated>2010-11-29T21:48:32.190+07:00</updated><title type='text'>Penantian Suatu Kedamaian Abadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPO8nw_KMFI/AAAAAAAAAQU/ds_abZejRoE/s1600/DSC_1571.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPO8nw_KMFI/AAAAAAAAAQU/ds_abZejRoE/s320/DSC_1571.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544982957573943378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUDUK&lt;/span&gt; di atas batu karang, di sebuah pantai. Menatap ombak di tepi pantai, yang menabrakkan dirinya ke batu karang yang keras. Sangat keras, sehingga mengeluarkan dentuman yang menggelegar. Memecah sunyi. Angin pun bertiup kencang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damainya hati pada saat itu. Suara ombak dan terpaan angin, seolah menjadi penyejuk. Untuk menuju atas batu karang yang berada sekitar lima meter dari bibir pantai, tidak mudah. Seperti halnya mencapai kedamaian, butuh pengorbanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karang kecil tajam, harus dilalui. Sedikit salah melangkah, air laut akan membasahi tubuh. Bahkan, bukan tidak mungkin akhirnya membawa celaka jika terbawa arus. Namun, ketakutan itu pada saatnya terkikis. Tentu saja ketika sudah berada di atas karang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagahnya jasad ketika berdiri di atas batu karang. Menatap bentangan langit tanpa batas. Sengatan cahaya matahari sore, menghangatkan kulit dan merasuk kalbu. Indahnya. Sayangnya, aku tidak bisa selamanya berada di sana. Aku harus kembali, melalui jalur karang yang mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan sudah menunggu di pantai. Seraya tersenyum, dia mengulurkan tangan kanannya. Telapaknya terbuka, dan membantu untuk beranjak dari batu karang tajam. Jemarinya kemudian memegang erat jemari tanganku. Berkat sodoran pertolongan itu, perjalanan melalui karang ternyata tidaklah terlalu sulit seperti pada awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu menginjakkan kaki di pasir putih, dia memeluk jasad ini. Ketulusannya menggetarkan hati. Kedamaian pelukan ini mengalahkan kedamaian yang aku rasakan di atas batu karang tadi. Sungguh. Aku pun tidak mampu melakukan deskripsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami menatap batu karang besar tadi. Dia menggelengkan kepala. Tanpa sepatah kata, perempuan itu menarikku untuk meninggalkan pantai itu. Perlahan, matahari itu sudah menenggelamkan diri ke dasar lautan. Kedamaian sesaat itu, aku tinggalkan. Ternyata, masih ada kedamaian abadi yang menunggu diriku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-20909775093031775?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/20909775093031775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=20909775093031775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/20909775093031775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/20909775093031775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/11/penantian-suatu-kedamaian-abadi.html' title='Penantian Suatu Kedamaian Abadi'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TPO8nw_KMFI/AAAAAAAAAQU/ds_abZejRoE/s72-c/DSC_1571.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6166005902034556871</id><published>2010-11-08T12:16:00.003+07:00</published><updated>2010-11-08T12:26:56.501+07:00</updated><title type='text'>Menaklukkan Green Canyon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TNeIj6K6faI/AAAAAAAAAQM/dJk91drfg9g/s1600/DSC_1726.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TNeIj6K6faI/AAAAAAAAAQM/dJk91drfg9g/s320/DSC_1726.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537044417367145890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ASYIK&lt;/span&gt; dan menegangkan! Itulah ungkapan yang usai merasakan pengalaman rafting di Green Canyon, di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis. Adrenalin terus dipompa setiap melalui  rintangan yang ada. Dari berenang melawan arus, merambat bebatuan, dan bersampan sembari memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju lokasi green canyon, disediakan perahu yang ada di Dermaga Ciseureuh, yang letaknya sekitar 31 kilometer dari objek wisata Pantai Pangandaran. Perahu itu siap mengantarkan wisatawan dengan mengarungi Sungai Cijulang terlebih dahulu, yang ditempuh sekitar 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan di sungai yang memiliki lebar 20 meter ini, banyak pemandangan alam eksotis yang bisa dinikmati. Apalagi, sungai dengan air hijau itu memiliki jalur yang berkelok, dan berada di antara hutan lindung yang masih lebat. Namun, keindahan itu ternyata belum seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu akan berhenti tepat di bawah jembatan tanah, yang sering disebut sebagai Cukang Taneuh. Pemandangan di sini lebih menakjubkan. Sungai Cijulang membelah tebing bebatuan yang semakin menyempit dan menyimpan keindahan. Di sini lah tantangan yang membuat sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai di bawah jembatan tanah ini, percikan air dari tebing terus mengalir. Percikan air ini disebut sebagai hujan abadi, karena tidak pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terus menempuh sungai dan masuk di antara tebing, wisatawan harus berenang. Tepat di bawah jembatan tanah, sudah ada dua tali yang dipasang untuk menahan badan wisatawan dari derasnya arus. Ini baru awal. Bagi wisatawan yang ingin terus melanjutkan perjalanan, harus didampingi pemandu dan mengenakan pelampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membenamkan diri ke dalam sungai, wisatawan harus berenang melawan arus dan meraih batu-batu besar. Saya dan seorang kawan berkesempatan untuk mencoba tantangan ini, dengan dua pemandu yang berasal dari Guha Bau Body Rafting. Satu pemandu menjadi penunjuk jalan, sedangkan pemandu lainnya membawa perlengkapan kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai dari batu satu ke batu lainnya, harus melalui perjuangan yang berat. Tidak hanya berenang. Tapi juga melangkah dan menempel di tebing-tebing batu. Pemandu di depan, juga bersiap menarik dengan tali, saat berenang melawan arus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan green canyon sayang kalau sekadar dilewati tanpa didokumentasikan. Setelah menaklukkan rintangan melawan arus dan merambat di tebing selama beberapa ratus meter, ada sebuah batu besar. Batu ini berada di ketinggian sekitar lima meter, dan dari atas tebing keluar percikan air deras. Batu ini biasanya digunakan untuk berfoto. Untuk kembali melanjutkan perjalanan, wisatawan harus melompat ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berakhir di Kolam Putri. Untuk menuju kolam ini, kami harus mendaki tebing sekitar tujuh meter. Kolam kecil ini adalah genangan air yang ada di tepi tebing. Airnya pun sangat dingin dibandingkan dengan air sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang pemandu, Gunawan, air di Kolam Putri tidak bertambah ataupun berkurang. Bahkan, wisatawan yang datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, memercayai air kolam ini bisa menyembuhkan penyakit asma dan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau wisatawan yang datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, pasti mau mengambil air dari Kolam Putri untuk diminum. Mereka percaya air ini bisa menyembuhkan penyakit kanker dan asma," kata pria berusia 19 tahun ini. Bahkan, ada pengunjung dari Jakarta yang langsung meminum air setelah sampai di Kolam Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak berada di Kolam Putri, kami akhirnya kembali menuju jembatan tanah. Untuk menuju berkumpulnya perahu itu, kami harus melalui rintangan terakhir. Yaitu berenang mengikuti arus. Lagi-lagi, tantangan ini juga memacu adrenalin karena harus menghindari batu yang berada di tengah sungai.Namun, pemandu siap memberitahukan di mana letak bebatuan agar bisa dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengarungi beragam tantangan, kami menuju di sebuah tempat peristirahatan yang ada di tepi sungai. Di tempat ini, ikan bakar berikut sambal kecap menjadi santapan siang, sebelum akhirnya kembali menuju awal pemberangkatan di dermaga. Benar-benar pengalaman wisata yang tidak terlupakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6166005902034556871?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6166005902034556871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6166005902034556871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6166005902034556871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6166005902034556871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/11/asyik-dan-menegangkan-itulah-ungkapan.html' title='Menaklukkan Green Canyon'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TNeIj6K6faI/AAAAAAAAAQM/dJk91drfg9g/s72-c/DSC_1726.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5448707076491124070</id><published>2010-10-28T10:41:00.002+07:00</published><updated>2010-10-28T11:13:59.355+07:00</updated><title type='text'>Pray for Indonesia!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMj4c734w8I/AAAAAAAAAQE/w5ne6vPBp6A/s1600/indonesia+pray.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 279px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMj4c734w8I/AAAAAAAAAQE/w5ne6vPBp6A/s320/indonesia+pray.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532945318216778690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MALAM&lt;/span&gt; itu, kami melihat pancaran cahaya yang keluar dari puncak Merapi. Terlihat sangat jelas dan indah. Apalagi, kami melihatnya dari atap di masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang terjadi pada empat tahun lalu itu bukan wisata alam. Namun, Gunung Merapi sedang mengalami erupsi dengan mengeluarkan suara gemuruh. Posisi kami, jauh berpuluh kilometer dari puncak gunung aktif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat tahun berdiam dir, Merapi kembali mengamuk pada Selasa (26/10). Satu hari pasca meletusnya gunung dengan mengeluarkan awan panas atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wedhus gembel&lt;/span&gt;, puluhan warga tewas. Termasuk Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Puluhan ribu orang pun, terpaksa mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan jam sebelum meletusnya Gunung Merapi, gempa bumi terjadi di Mentawai Sumatera Barat dengan kekuatan 7.2 skala richter. Gempa tersebut, akhirnya menimbulkan gelombang tsunami. Sekitar 300 orang tewas dalam musibah itu. Lebih dari 300 orang juga hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sebelum terjadi gempa, musibah banjir bandang terjadi di Wasior, Papua Barat. Bencana ini juga memakan korban tewas ratusan orang. Padahal, Sumatera Barat baru saja sedang melakukan rekonstruksi karena diguncang gempa dan tsunami beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa kecil juga sempat terasa di Bandung pada Rabu (27/10) malam. Walaupun kecil, guncangan itu cukup membuat panik beberapa rekan di kantor. Kami pun hanya bisa berdoa, tidak terulang lagi gempa yang menimpa Jawa Barat seperti pada September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan alam, memang tidak bisa diprediksi. Secanggih teknologi yang dibuat manusia, hanya sebatas mampu meramalkan cuaca. Bukan bencana. Namun, paling tidak bisa mengantisipasi dengan adanya gejala-gejala bencana dengan generalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Rabu (27/10) sore, juga terjadi kecelakaan pesawat di Nabire, Papua. Tiga perwira polisi tewas dalam kecelakaan yang menimpa pesawat jenis Skytruck yang menuju Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, wakil rakyat kami yang terhormat justru sibuk mempersiapkan diri untuk melakukan apa yang mereka sebut dengan studi banding ke luar negeri. Bahkan, Ketua DPR Marzuki Alie mengeluarkan statemen yang sangat ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tinggal di pulau itu sudah tahu berisiko, pindah sajalah. Namanya kita negara di jalur gempa dan tsunami luar biasa. Kalau tinggal di pulau seperti itu, peringatan satu hari juga tidak bisa apa-apa," katanya Rabu (27/10/2010) kemarin, dikutip dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kompas.com&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak komentar negatif yang dikeluarkan masyarakat di jejaring sosial dunia maya dengan pernyataan tersebut. Sekali lagi, sangat disayangkan. Sebagai seorang politisi yang berkompeten, pernyataan itu benar-benar tidak menunjukkan simpati dan empati kepada korban bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, peringatan Sumpah Pemuda. Momen perjuangan para pemuda, dengan mengucapkan sumpah pada 28 Oktober 1928. Sumpah itu berisi satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali bangkit. Khususnya para pemuda. Letakkan sejenak segala kenikmatan hedonisme. Berdoa, atau melakukan apa saja untuk membantu para korban bencana. Mereka adalah saudara kita. Dan, suatu waktu, kita juga bisa menjadi korban. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pray for Indonesia!  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5448707076491124070?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5448707076491124070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5448707076491124070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5448707076491124070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5448707076491124070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/pray-for-indonesia.html' title='Pray for Indonesia!'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMj4c734w8I/AAAAAAAAAQE/w5ne6vPBp6A/s72-c/indonesia+pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4802460440814972853</id><published>2010-10-26T18:29:00.002+07:00</published><updated>2010-10-26T18:38:18.156+07:00</updated><title type='text'>Mengintimkan Diri di Alam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMa9Fit2jPI/AAAAAAAAAP8/QZVrjVEf1Fc/s1600/grafika.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMa9Fit2jPI/AAAAAAAAAP8/QZVrjVEf1Fc/s320/grafika.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532317095187352818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEPULUH&lt;/span&gt; pondok itu berjejer dengan rapih. Hanya terpaut jarak sekitar tiga meter, antara pondok yang satu dengan pondok lainnya. Semuanya terbuat dari kayu dan berdiri di antara pepohonan pinus. Atapnya pun hanya ditata dari jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan natural begitu melekat, apalagi ketika memasuki pondok-pondok tersebut. Lantainya semua beralaskan kayu. Ada dua kasur yang digelar beralaskan kayu, dan tempat membakar api unggun untuk menghangatkan badan. Kamar mandinya juga tampak bersih, dikombinasikan tatanan bebatuan, dengan disediakan air panas dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok itulah yang disediakan bagi pengunjung Terminal Wisata Grafika Cikole, yang terletak di Jalan Raya Tangkubanparahu Km 8, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pondokan ini menjadi alternatif wisata untuk melekat lebih intim dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata di suasana pegunungan ini menawarkan dua paket menginap di pondokan. Yaitu paket regular, menginap biasa dengan tarif Rp 450 ribu per malam, atau paket liburan dengan tarif Rp 250 ribu per orang untuk satu malam. Paket  regular sudah termasuk makan tiga kali sehari, sarapan, dan menikmati beberapa permainan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Operasional Terminal Wisata Grafika Cikole, Sapto Wahyudi mengatakan, paket liburan dipenuhi dengan kegiatan permainan dari mulai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;check in&lt;/span&gt; hingga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;check out&lt;/span&gt;. Saat pengunjung datang, disajikan menu makan siang, dilanjutkan outbond sekitar lima permainan. Ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flying fox&lt;/span&gt;, jembatan tali dua, jembatan gantung, turun tebing, jaring laba-laba, dan jembatan elfis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permainan itu akan dilakukan sampai sore. Setelah itu, pengunjung bisa istirahat sebentar, dan dilanjutkan dengan membakar api unggun dengan sajian jagung bakar," ujarnya saat ditemui, Kamis (21/10). Suasana api unggun makin meriah dengan adanya karaoke organ tunggal, yang diletakkan di dekat api unggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah alasannya setiap pondok sengaja tidak disediakan televisi. Hal itu dimaksudkan agar pengunjung tetap memiliki jadwal padat untuk benar-benar menikmati permainan alam. Begitu kegiatan api unggun selesai, pengunjung diperkenankan untuk beristirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi harinya, disediakan sarapan berupa susu sapi murni dan dilanjutkan dengan wisata memetik buah strawberi. Pengunjung juga diberikan satu cup jus strawberi, dan diberikan cuma-cuma buah tersebut sebanyak satu ons per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah sarapan, pengunjung tracking di sekitar lokasi wisata dan menuju perkebunan strawberi yang memiliki luas lahan satu hektare," lanjut pria berusia 25 tahun ini. Selain itu, ada beberapa ekor rusa yang bisa menghibur pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap satu pondok, akan dipandu seorang instruktur atau pemandu untuk menikmati liburan di tempat yang didirikan di lahan seluas delapan hektare ini. Service pelayanan kepada pengunjung diberikan selama 24 jam nonstop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung juga bisa menikmati makan siang di saung-saung yang terbuat dari bambu. Apalagi cuaca dingin pegunungan menambah kentalnya suasana alam. Menu makanannya pun bervariasi. Ada menu tradisional Sunda, seafood, ala Eropa, yang disediakan prasmanan atau sesuai pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;week end&lt;/span&gt;, pondokan ini seringkali penuh dengan wisatawan. Baik yang bersama keluarga, atau rombongan sebuah perusahaan yang mengadakan outbond. Sebagian besar di antaranya berasal dari luar kota, seperti Jakarta dan Jawa tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal Wisata Grafika Cikole&lt;br /&gt;(022) 2786906&lt;br /&gt;Jalan Raya Tangkubanparahu &lt;br /&gt;Lembang, Kabupaten Bandung Barat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4802460440814972853?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4802460440814972853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4802460440814972853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4802460440814972853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4802460440814972853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/mengintimkan-diri-di-alam.html' title='Mengintimkan Diri di Alam'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TMa9Fit2jPI/AAAAAAAAAP8/QZVrjVEf1Fc/s72-c/grafika.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3180714948679537100</id><published>2010-10-14T16:39:00.002+07:00</published><updated>2010-10-14T16:44:45.665+07:00</updated><title type='text'>Melunturnya Kehidupan Sosial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLbQ_wj469I/AAAAAAAAAP0/D2Q5ipdISrg/s1600/social-media.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLbQ_wj469I/AAAAAAAAAP0/D2Q5ipdISrg/s320/social-media.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527835386429631442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEHIDUPAN&lt;/span&gt; kerja, membawa beberapa dampak negatif. Satu di antaranya adalah mulai lunturnya kehidupan dan rasa sosial. Setidaknya, perasaan itu merasuki diri saya saat ini. Saya merasa, mulai dirasuki angkuhnya egoisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dan rasa sosial yang saya maksud adalah berkumpul bersama manusia yang lain. Entah dengan kawan, tetangga, atau kerabat. Selain bercengkerama, juga bisa membantu dan menerima bantuan. Bukan atas kepentingan eksistensi. Namun, murni kepentingan kemanusiaan dengan ikatan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi merasa bersalah, karena tidak mampu menghadiri resepsi pernikahan yang dilaksanakan beberapa kawan dan kerabat. Tentu dengan alasan keterbatasan waktu. Jangankan membantu mereka. Untuk sekadar bertatap muka pun sangat tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu resepsi pernikahan seorang kawan yang bisa saya hadiri. Itupun hanya salaman, dan tidak lebih dari 10 menit! Sibuk? Mungkin bisa dikatakan seperti itu. Belum lagi adanya beberapa undangan pernikahan yang sudah masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan memang sudah sangat mengerucut. Banyak mengenal orang lain, tapi bukan terikat secara emosional. Mengingat ketika ada sesuatu, dan terlupakan begitu urusan selesai. Berlaku untuk saya dan juga orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua ini tidak bisa dihindarkan. Menahan orientasi begitu sulitnya. Proses kehidupan itu untuk perjuangan, atau hanya mempertahankan hidup. Sebuah pilihan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini hanya pemaparan sebagai perenungan. Bukan sama sekali sebuah keluhan. Apalagi ketika memandang perumahan yang menjamur, yang mengkotak-kotakkan berdasarkan status manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah Karl Marx, bahwa manusia akan mengalami keterasingan karena adanya sistem kerja, mungkin ada benarnya. Semoga terkikisnya kehidupan sosial tidak kemudian diikuti dengan berkurangnya rasa sosial. Selamat berjuang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3180714948679537100?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3180714948679537100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3180714948679537100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3180714948679537100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3180714948679537100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/melunturnya-kehidupan-sosial.html' title='Melunturnya Kehidupan Sosial'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLbQ_wj469I/AAAAAAAAAP0/D2Q5ipdISrg/s72-c/social-media.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2319476594766825597</id><published>2010-10-12T18:27:00.004+07:00</published><updated>2010-10-12T19:58:51.844+07:00</updated><title type='text'>Gunung itu Dikeruk Tanpa Henti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLRa1VfetwI/AAAAAAAAAPs/eLstkxeQnGY/s1600/IMG_0488.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLRa1VfetwI/AAAAAAAAAPs/eLstkxeQnGY/s320/IMG_0488.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527142515039188738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EMPAT&lt;/span&gt; eskavator tampak sibuk dengan aktivitasnya. Mengeruk tanah, di sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 60 meter. Masing-masing eskavator itu melaksanakan tugasnya. Ada yang sekadar mengeruk, ada yang mengangkat pasir untuk di saring, dan ada juga yang menumpahkan ke dalam bak truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat berat ini mengeruk tanah selama 24 jam tanpa henti. Mereka hanya berhenti kalau turun hujan. Untuk menahan beban alat berat ini, bukit dibentuk laiknya tangga. Begitulah aktivitas yang dilakukan PT Nyalindung II, di bukit yang terletak di Kampung Cibarengkok, Kecamataan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harinya, galian C yang baru saja beroperasi lebih dari satu pekan ini mampu menghasilkan pasir sebanyak 180 kubik. Sejak pukul 08.00 hingga petang hari, puluhan truk berjejer untuk membeli pasir yang akan dijual lagi di Bandung dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandor PT Nyalindung, Dadang Sutisna menyebutkan, rata-rata per harinya ada 30 sampai 40 unit truk yang datang ke tempat itu. Truk berukuran kecil, mampu membawa sebanyak enam sampai delapan kubik pasir. Sedangkan truk besar, mampu membawa pasir hingga dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau truk kecil, bayarnya Rp 190 ribu. Sedangkan kalau truk besar, tarifnya bisa mencapai Rp 500 ribu. Per harinya truk yang datang bisa sampai 40 unit. Pasir jenis cadas itu dibawa ke Bandung dan juga Jakarta," ujar pria berusia 41 tahun ini saat ditemui, Rabu (6/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dimasukkan ke dalam truk, pasir cadas ini harus mengalami tiga kali proses. Dari penggalian, pengupasan, dan penyaringan. Biasanya pasir ini digunakan sebagai bahan bangunan dan batako. Kotoran pasir berupa bebatuan, disingkirkan dan ditumpuk. Nantinya kotoran ini akan dimanfaatkan untuk melakukan reklamasi atau penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyalindung II baru saja beroperasi. Sedangkan Nyalindung I yang sudah lebih dulu beroperasi, untuk sementara tidak dioperasikan karena masih dilakukan betonisasi. Letaknya tidak jauh, hanya berjarak beberapa ratus meter. Nyalindung II memiliki luas 14,2 hektare, dan lima hektare di Nyalindung I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyalindung II boleh beroperasi sejak 3 April 2008 hingga 3 April 2018. Kalau sudah selesai, kami wajib melakukan reklamasi. Nanti akan ditanam kebun pohon karet, seperti awalnya lagi," kata Dadang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengaku menyiapkan satu tangki air untuk membersihkan jalan raya dari bekas lumpur yang ada di ban truk. Selain itu, sebelum truk tersebut keluar, disiram terlebih dahulu sebagai upaya meminimalisasi mengotori jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga memasang lampu sebagai penerangan kalau malam hari. Lampu itu untuk menghindari kecelakaan. Apalagi jalannya ada kotoran bekas dari roda truk. Tapi, kalau berhenti beroperasi, kami selalu menyiramkan air di jalan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Bandung Barat, Lilly Koesmayadi mengatakan, pengusaha galian C wajib melakukan reklamasi dalam bentuk penghijauan. Hal itu dilakukan setelah selesai melakukan penggalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengakui, galian C akan merusak tatanan lingkungan hidup, kalau tanpa adanya pembinaan. "Kami akan memberikan peringatan sampai tiga kali, kalau pengusaha tidak melakukan reklamasi. Bisa dipidanakan, kalau kami menuntut melalui proses hukum," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini jumlah galian C yang resmi tercatat di KLH Kabupaten Bandung Barat mencapai 40 galian. Namun, masih banyak penggalian C yang belum terdata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2319476594766825597?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2319476594766825597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2319476594766825597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2319476594766825597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2319476594766825597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/gunung-itu-dikeruk-tanpa-henti.html' title='Gunung itu Dikeruk Tanpa Henti'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TLRa1VfetwI/AAAAAAAAAPs/eLstkxeQnGY/s72-c/IMG_0488.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-190359824257615338</id><published>2010-10-11T21:47:00.004+07:00</published><updated>2010-10-11T22:37:29.440+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SORE&lt;/span&gt; itu, kantor mengadakan rapat redaksi. Intinya, membahas pemanggilan Dewan Pers terhadap pemimpin redaksi. Ada lima media lokal pemimpin redaksi yang dipanggil, terkait pemberitaan yang saya buat pada 22 Juli 2010. Pemanggilan itu dilakukan pada 7 Oktober, atau tiga bulan setelah pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pers melakukan pemanggilan, karena adanya pelaporan dari pihak yang merasa dirugikan terbitnya berita tersebut. Berita mengenai bantuan kacang koro, yang diberikan sebuah perhimpunan petani di Jawa Barat, kepada sejumlah petani di Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan akhirnya bisa diselesaikan di Dewan Pers pada saat pemanggilan. Keputusannya, Dewan Pers menolak tuntutan pihak perhimpunan petani, yang meminta ganti rugi dan permintaan maaf dari lima media. Selain itu, Dewan Pers juga menemukan adanya kesalahan ringan etika jurnalistik pada pemberitaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini menjadi satu di antara beberapa kasus yang saya temui di lapangan. Berbagai ancaman fisik dan nonfisik, seringkali muncul. Tentu akibat dari mengemukanya permasalahan-permasalahan yang sensitif. Sebagian besar di antaranya terkait kebijakan. Dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, permasalahan itu akhirnya menjadi pembelajaran penting untuk kemudian melakukan rekonstruksi. Teknis dan cara penulisan. Persoalan itu, sama sekali tidak menyurutkan untuk terus mengkritisi sesuatu hal yang terdapat indikasi ketidakwajaran. Justru semakin berang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, semua tidak berdiri sendiri. Beberapa kasus, dipelopori oleh aktor yang tidak menyukai kritik yang konstruktif. Banyak pemain dan kepentingan di dalamnya. Dari berbagai kalangan dan begitu kompleks. Mereka mencari celah kesalahan sekecil apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah tantangan baru yang begitu nyata. Semakin banyak mengetahui, semakin besar pula ancaman yang ada. Pada akhirnya, kasus-kasus yang pernah ada, menjadi landasan logis dalam berpikir dan bertindak. Saya tidak akan mundur selangkah pun!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-190359824257615338?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/190359824257615338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=190359824257615338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/190359824257615338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/190359824257615338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/sebuah-pembelajaran.html' title='Sebuah Pembelajaran'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-7502442552907190787</id><published>2010-10-05T23:35:00.001+07:00</published><updated>2010-10-05T23:35:53.974+07:00</updated><title type='text'>Beranalogi dengan Pintu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU &lt;/span&gt;menarik nafas panjang. Kemudian melepaskan secara perlahan. Mencoba melegakan hati dan pikiran. Ternyata tidak sia-sia. Walau hanya sekejap, tetapi sangat berarti. Aku pun kembali mengetuk pintu lebih keras. Namun, tetap saja tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin berpaling. Jalan untuk menuju pintu itu, memerlukan waktu cukup lama. Selain itu, berbagai situasi sulit dalam perjalanan akhirnya terlewati. Tidak ada jeda lagi, untuk membalikkan badan. Aku tetap berdiri di depan pintu yang terbuat dari kayu keras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pun turun dengan lebat diselingi suara gemuruh. Membuat suasana sore semakin mencekam. Aku mencoba menahan amarah yang mulai menggetarkan seluruh tubuh. Sungguh, sudah tidak tertahankan lagi. Perlahan, senja beranjak pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu ini satu-satunya tempat aku berlari. Mencoba bersembunyi dari dusta yang ada. Semua manusia berdusta. Baik terhadap hatinya sendiri, maupun kepada manusia yang lain. Aku muak dan hendak menghindar. Pintu itu yang akan memberikan perlindungan. Dia pernah memberikan kehangatan. Dia pernah berjanji untuk menerangi ragam dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, aku menampiknya. Keangkuhan benar-benar menggenggam erat dan selalu membayangi. Jangankan untuk diketuk. Aku juga tidak pernah menghampiri pintu yang ternyata selalu menanti. Apalagi, dia sudah menyiapkan secangkir kopi dan menyediakan asbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berdiri tegak dalam profesi ini, terlalu banyak dusta yang menunjukkan eksistensinya. Mereka penipu, pembohong, pencuri, dan perampok. Dusta itu dikemas dalam sebuah keindahan, membuai. Perlahan ketika dusta itu mulai luntur, aku teringat kepada pintu yang kini aku berdiri di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan belum juga reda. Suasana di sekitarnya berubah gelap. Karena tidak kuasa menahan amarah, akhirnya aku menangis. Duduk, dan menatap pintu yang tetap kokoh tidak bergerak. Sempat terbesit untuk mendobraknya. Namun, lekukan ukiran yang menghiasi pintu itu terlalu indah untuk dirusak. Pintu, terbukalah dan biarkan aku masuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-7502442552907190787?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/7502442552907190787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=7502442552907190787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7502442552907190787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7502442552907190787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/10/beranalogi-dengan-pintu.html' title='Beranalogi dengan Pintu'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2345858718640637472</id><published>2010-09-23T10:34:00.003+07:00</published><updated>2010-09-23T11:12:49.374+07:00</updated><title type='text'>Sombong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJrThI8592I/AAAAAAAAAPI/cCrVGRPvql8/s1600/DC320003.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJrThI8592I/AAAAAAAAAPI/cCrVGRPvql8/s320/DC320003.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519956859588048738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERNYATA&lt;/span&gt; aktivitas membuat letih. Setiap kali membuka layar, hanya termangu. Padahal, banyak isu dan kejadian menarik yang terjadi beberapa pekan ke belakang. Namun apa daya, jari-jari ini hanya membisu dan mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian itu sesaat. Hanya lima hari. Berkumpul dengan kerabat dan sahabat. Pada saat yang sama, beberapa hal penting dan berharga, harus tertinggal, ditinggalkan, atau meninggalkan. Entah untuk sementara, atau selamanya. Semua memang akan terjadi, dan harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari mengalir begitu saja. Mudah jika harus melewatinya. Tapi, begitu sulit untuk kemudian mengerti dan memahami konteks dan konten dari semua yang ada. Indahnya ketika semua itu bisa dilakukan. Tentu pengorbanan menjadi konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terkadang kesombongan terhampar di depan mata. Kita pun kemudian menghujat keangkuhan itu. Namun, tanpa disadari semua memiliki kesombongan. Hanya kadar dan apa yang disombongkan itu berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, DPR memperlihatkan kesombongannya. Puluhan anggotanya berencana melakukan studi banding ke beberapa negara. Tentu menggunakan anggaran negara hingga mencapai ratusan miliar rupiah. Pelaku teroris juga ikut beraksi dengan kesombongannya, dengan menyerang dan membunuh tiga polisi di Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin negara ini pun tidak mau kalah. Berdasarkan data yang dimiliki LSM Fitra, Presiden SBY menganggarkan Rp 42 miliar, yang digunakan sebagai furnitur rumah jabatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan juga merasuk sebagian besar kalangan masyarakat. Lihatlah pada saat ritual mudik terjadi setiap tahun. Jutaan manusia berlomba-lomba memamerkan harta kesuksesan yang didapatnya dari perantauan. Belum lagi para mahasiswa dengan angkuhnya menjejerkan mobil keluaran terbaru di kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat yang lain, sekadar menjadi penonton. Tidak jarang ada yang menghujat. Tapi, kalau mereka yang menghujat memiliki barang yang sama, bisa dipastikan kesombongan juga menghinggap. Namun, itulah faktanya. Kesombongan dan keangkuhan itu ada, karena kita membiarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan di atas, begitu sulitnya untuk mengerti dan memahami konteks dan konten hidup. Bisa jadi, kesulitan itu disebabkan besarnya kesombongan dan keangkuhan. Sepenting dan berharganya sesuatu, akan tertinggal, meninggalkan, atau ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati untuk menjadi sombong. Diri, foto, dan juga tulisan ini tidak luput dari kesombongan dan keangkuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2345858718640637472?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2345858718640637472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2345858718640637472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2345858718640637472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2345858718640637472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/09/sombong.html' title='Sombong'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJrThI8592I/AAAAAAAAAPI/cCrVGRPvql8/s72-c/DC320003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-550205942980754608</id><published>2010-09-19T09:45:00.002+07:00</published><updated>2010-09-19T10:18:18.039+07:00</updated><title type='text'>Penunjuk Kiblat dari Kayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJWAofvbdwI/AAAAAAAAAPA/At8bL721AcY/s1600/hendro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJWAofvbdwI/AAAAAAAAAPA/At8bL721AcY/s320/hendro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518458351615964930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEKILA&lt;/span&gt;S, gepengan kayu bundar itu terlihat biasa. Hanya tampak motif dan tulisan angka, yang mengitari lingkaran. Selain itu, tepat di tengah-tengah lingkaran, tertancap sebuah benda yang bentuknya menyerupai pensil. Namun, bukan alat tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perlengkapan yang ada dalam penentu arah kiblat, yang disebut Mizwala. Alat sederhana ini dibuat Hendro Setyanto. Warga RT 02/11, Kampung Areng, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini mengklaim hasil karyanya itu lebih akurat menunjukkan arah kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mizwala tidak berdiri sendiri. Alat ini didukung perangkat lunak atau software yang berasal dari komputer, dengan format Microsoft Excel. Perangkat lunak ini sebagai penunjang ketepatan arah kiblat, menurut lintang dan bujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat ini terbuat dari dua papan kayu bundar, yang ditumpuk. Papan di atas disebut bidang dial putar, sedangkan papan bawah disebut bidag level sebagai pengatur dataran. Papan bagian atas, bisa diputar dengan dudukan papan di bawahnya, yang bentuknya lebih besar. Mizwala terdiri dari benang, dan istiwa atau tongkat penanda bayangan matahari (yang bentuknya menyerupai pensil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hendro, Mizwala bisa digunakan di mana pun selama berada di bumi dan terdapat sinar matahari. Ayah dua anak ini mengatakan, alat ini sangat akurat, karena mencari posisi matahari yang berubah-ubah, dan menentukan letak kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arah kiblat tidak pernah berubah. Hanya posisi matahari, yang selalu berubah. Jadi, kita mencarinya berdasarkan posisi matahari melalui bayangannya," ujarnya saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bekerja alat ini pun sangat sederhana. Tinggal diletakkan di bawah sinar matahari, kemudian menentukan lokasi bayangan, yang menuju angka derajat. Setelah itu, tinggal mencocokkan lokasi bayangan dengan arah kiblat yang ada di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat lunak pendukungnya pun sangat fleksibel. Bisa diatur di berbagai tempat dan juga waktu setiap menit. Arah kiblat ditemukan berdasarkan rumus yang telah ditentukan melalui perangkat lunak itu, dari adanya lokasi bayangan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendro mengatakan, ide pembuatan alat penentu kiblat muncul sejak Maret lalu. Saat itu, suami dari Sri Wahidah ini sedang mengajar cara menentukan kiblat dengan kertas di Makassar. "Saya mengajarkan murid dengan istiwa, tapi mereka tidak paham. Terus, saya coba pakai kertas yang diputar-putar, mereka justru paham," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Semarang pada 37 tahun ini mengaku, alat buatannya itu sudah laku 100 unit di Jawa Barat dan Ternate. Sebagian besar dipesan Kementrian Agama dan Badan Hisab Rukhiyat. Setiap pekan, dirinya bisa membuat Mizwala sebanyak 30 unit. Dia juga akan memberikan perangkat lunaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiblat di setiap tempat itu berbeda dan unik. Rencana setelah Lebaran saya akan berkeliling 1.000 masjid di Jabar dan mengukur kiblatnya. Saya sedang cari sponsor dulu," kata Hendro seraya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia optimis, alat sederhana itu akan bermanfaat, apalagi pembangunan masjid terus berkembang. Untuk membuat pesanan dalam jumlah banyak, Hendro yang juga ilmuwan teleskop ini akan melibatkan warga di sekitarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-550205942980754608?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/550205942980754608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=550205942980754608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/550205942980754608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/550205942980754608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/09/penunjuk-kiblat-dari-kayu.html' title='Penunjuk Kiblat dari Kayu'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TJWAofvbdwI/AAAAAAAAAPA/At8bL721AcY/s72-c/hendro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5993122289489636218</id><published>2010-09-10T03:58:00.000+07:00</published><updated>2010-09-10T03:59:42.656+07:00</updated><title type='text'>Ketika Kedamaian itu Datang</title><content type='html'>AKHIRNYA, kedamaian aku temukan. Di sini. Di istana, tempat berkumpul bersama keluarga, dan sahabat. Suasana di mana tidak aku rasakan di tempat lain. Aku benar-benar bisa bernafas dengan lega, walaupun hanya beberapa hari. Namun, damai ini begitu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, aku memang membutuhkannya. Sebagai tempat bersandar, berlabuh, untuk kemudian menenangkan hati dan pikiran. Belum ada seorang pun yang mampu memberikannya. Kecuali keluarga, dan sahabat. Begitu berharga. Di tempat ini, aku membuka topeng. Aku telanjang. Dan, inilah sebenarnya roh yang menghinggap di jasadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku bercengkerama dengan keluarga dan para sahabat, seolah aku berada sangat dekat dengan Tuhanku. Sungguh tidak berlebihan! Tatanan kehidupan ini yang aku harapkan. Bukan sekadar hanya aku nikmati beberapa hari. Aku ingin terus bersenggama dengan kedamaian ini, sampai pada akhirnya detak jantung terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku menangisi. Biarkan aku mengeluarkan segala sesak dan penyesalan. Dan, biarkan pula aku menikmati kedamaian ini dengan segala keindahannya. Sekali lagi, aku mau kedamaian ini selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata ini enggan menutup, untuk melewatkan setiap detik damai yang terasa. Telinga ini terus mendengar kata indah. Bukan tangisan, dan tekanan. Bukan pula rintihan, dan godaan. Tuhan, aku memohon kepadaMu. Berikanlah aku kedamaian abadi ini. Di dunia dan tempat pijak terakhirku nanti. Aku muak menjadi seorang munafik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5993122289489636218?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5993122289489636218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5993122289489636218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5993122289489636218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5993122289489636218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/09/ketika-kedamaian-itu-datang.html' title='Ketika Kedamaian itu Datang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1261309351427325937</id><published>2010-08-22T21:52:00.002+07:00</published><updated>2010-08-22T22:18:19.075+07:00</updated><title type='text'>Bahagia dan Tangis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERSAMAMU&lt;/span&gt;, adalah sebuah kebahagiaan. Banyak hal yang baru yang menyenangkan, ketika bersamamu. Sentuhan, kecupan, dan perhatian itu belum pernah ada sebelumnya. Ketulusan cinta, membuat semuanya menjadi berharga dan berarti. Sungguh sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas dalam bayangan, semua tampak begitu indah dan nyata. Pergantian waktu membuat perubahan. Kebahagiaan itu menjadi tangisan tanpa henti untuk beberapa lama. Senyuman itu kemudian menjadi kecut dan suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi keindahannya ternyata tidak sesuai faktanya. Beragam konsiderasi dan kepentingan bersembunyi di belakang. Menghantam segala rasa dan pikiran. Pun penuh intrik yang licik, dan membunuh karakter. Benar-benar kejam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua hal berawal dari keindahan, akan berakhir dengan indah pula. Kewaspadaan dan skeptis sirna ketika dihadapkan pada sebuah romantisme. Buaiannya begitu kuat dan menguasai logika. Kasihan. Hati nurani pun terkikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, tolonglah. Berikan udara untuk bernafas, demi melanjutkan hidup ini. Biarkan aku menikmatinya sebagai konsekuensi dari terciptanya sebuah hubungan. Hatiku telah mati, karena sudah kuberikan kepadanya. Namun, tidak untuk jasadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersingkirnya dirimu, tidak menghilangkan bayangmu. Air mata terus menangisi kenangan itu. Terasa manis, walaupun menyakitkan. Peristiwa itu, membuatku tersadar akan arti sebuah hidup. Pada akhirnya, aku harus memilih. Bahagia, atau terkurung dalam tangis. (percayalah, masih ada dirimu di hati ini... )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1261309351427325937?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1261309351427325937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1261309351427325937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1261309351427325937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1261309351427325937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/bahagia-dan-tangis.html' title='Bahagia dan Tangis'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8391350404617479180</id><published>2010-08-22T20:22:00.000+07:00</published><updated>2010-08-22T20:57:33.004+07:00</updated><title type='text'>Perimbangan Kekuasaan Babak Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEPERTINYA&lt;/span&gt; perimbangan kekuasaan sedang dibangun beberapa negara. Di antaranya Cina, dan juga Iran. Kedua negara tersebut notabene adalah musuh bebuyutan negara super power Amerika Serikat. Bahkan, Rusia terus meningkatkan penelitian dan mulai membangun kekuatan udaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina dan Iran, sama-sama mengembangkan pesawat-pesawat canggih. Pada Minggu (22/8), Iran meresmikan pesawat pengebom tanpa awak yang diberi nama Karrar. Pesawat ini diklaim Iran memiliki teknologi supercanggih, dan mampu melakukan misi pengeboman di darat dan terbang jauh dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Amerika Serikat mengatakan bahwa Cina terus meningkatkan anggaran militernya setiap tahun. Anggaran itu digunakan untuk meningkatkan kekuatan militernya. Baik udara, darat, dan laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusia juga baru-baru ini menelurkan pesawat pemburu dengan teknologi supercanggih. Padahal, fokus kekuatan negara bekas Uni Soviet ini pada kekuatan laut, dengan menciptakan ribuan kapal selam berteknologi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga negara ini membuat ancaman tersendiri bagi Amerika Serikat. Apalagi, Cina, Rusia, dan Iran memiliki ideologi yang berseberangan dengan negara adidaya. Boleh jadi, tiga negara itu sudah mulai bosan dan gerah dengan keangkuhan negeri Paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, setelah Perang Dingin (PD) dengan runtuhnya Uni Soviet, Amerika menjadi satu-satunya kekuatan super power. Dia memimpin dari segala bidang. Militer, ekonomi, dan juga politik. Apalagi saat dipimpin Presiden George Bush Jr yang memiliki ambisi politik agresif dan barbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kekuatan militer dalam setiap kebijakan politik luar negerinya, mencerminkan implementasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;preemptive diplomacy&lt;/span&gt;. Khususnya terhadap negara-negara dengan sumber daya alam melimpah, yang memiliki ideologi berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan George Bush Jr, ditentukan dari orang-orang di sekitarnya yang berhaluan konservatif. Parlemen pada saat itu, dikuasai orang-orang dari kalangan industri militer atau Military Industrial Complex (MIC). Akibatnya, anggaran pertahanan terus ditingkatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghanistan dan Irak menjadi sasaran kebijakan Bush. Berbagai buku dan media memaparkan maksud sesungguhnya invasi kepada kedua negara itu. Namun, Amerika terlalu kuat untuk digoyahkan. Anggaran militernya bisa mencapai gabungan 40 kali anggaran negara-negara maju di dunia. Mencengangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang saat ini masih menjadi maindstream konstelasi politik luar negeri adalah war on terrorism. Isu yang diciptakan Bush, setelah lengsernya Uni Soviet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dunia kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi ada rencana misi invasi Amerika berikutnya adalah Korea utara. Kalau serangan itu dilakukan, bukan tidak mungkin Cina membantu kekuatan Korea Utara, yang kemudian memancing Iran untuk ikut berkontribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimanakah dengan Indonesia? Sepertinya negara ini masih adem ayem dengan kondisi politik internasional. Intervensi asing masih berlaku di sini. Kekuatan militer Indonesia hanya lemah pada alat utama sistem persenjataan atau Alutsista. Kalau berbicara personil militernya, sebenarnya tidak perlu diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masih saja terbuai dengan peta politik internasional pada saat ini. Padahal negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia terus saja mengembangkan teknologi militernya. Lihat kasus terakhir yang menimpa tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batam dengan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus itu hanya menjadi satu contoh insiden kecil, di mana Indonesia masih dianggap lemah oleh negara-negara tetangga. Pembangunan di bidang ekonomi memang menjadi prioritas. Namun, bukan berarti harga diri bangsa kemudian bisa dilecehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu kepada relevansi kemungkinan perang dunia, bisa diprediksi Indonesia tidak akan berat kepada Iran, Cina, Rusia, ataupun Amerika. Namun, perlu kekuatan tangguh secara militer, untuk melindungi batas-batas wilayah negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8391350404617479180?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8391350404617479180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8391350404617479180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8391350404617479180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8391350404617479180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/perimbangan-kekuasaan-babak-baru.html' title='Perimbangan Kekuasaan Babak Baru'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6022019250310919822</id><published>2010-08-16T21:27:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T21:53:46.291+07:00</updated><title type='text'>Kado dari Malaysia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENYAMBUT&lt;/span&gt; HUT Republik Indonesia ke-65, kita mendapat kado istimewa dari negara tetangga, Malaysia. Apalagi kalau bukan insiden pengejaran dan juga penangkapan petugas Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Karimun, pada Jumat (13/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, katanya Pasukan Diraja Malaysia sempat mengeluarkan dua kali tembakan. "Kalau peluru suar pasti akan menimbulkan efek terang benderang di langit. Tapi pada saat kejadian, setelah dua kali suara tembakan dari polisi Malaysia, saya tidak melihat langit terang," kata petugas Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Karimun, Hermanto, yang menjadi saksi mata saat kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermanto membantah penggunaan peluru suar yang digunakan Malaysia. Insiden itu terjadi saat petugas PSDKP menangkap lima kapal Malaysia, yang mencuri ikan di perairan Pulau Bintan. Polisi Diraja Malaysia memaksa agar nelayan itu dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat insinden itu, tiga petugas Indonesia masih ditahan di Pangerang, Johor, Malaysia. Kecaman pun muncul dari berbagai kalangan. Khususnya bagi LSM dan beberapa elemen mahasiswa yang akan mengadakan aksi turun ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, insiden itu terjadi di perairan yang masuk dalam teritori Indonesia. Dan, bukan kali ini saja terjadi. Paling tidak sudah ada beberapa insiden dengan Malaysia dalam beberapa tahun. Pada akhirnya, berakhir di meja perundingan tanpa adanya keputusan yang jelas dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga negara Indonesia, melihat fakta tersebut sangat miris dan memprihatinkan. Dengan berbagai kelebihan yang kita miliki. Baik dari jumlah penduduk, dan kuantitas personil militer kita. Namun, alat utama sistem persenjataan (Alutsista) kita harus diakui masih minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara perang, mungkin tidak relevan lagi di masa sekarang. Tapi, kedaulatan negara perlu mendapat legitimasi. Secara de facto dan de jure. Simbol militer perlu mendapat tempat dalam konteks menjaga kedaulatan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimaklumi kalau insiden itu baru terjadi satu kali. Kalau sudah terjadi berulang, pada akhirnya harus menjadi satu kebijakan tegas. Bukan sekadar berwacana dan sebatas mengecam. Usia Indonesia bisa dibilang sedang lucu-lucunya dibandingkan negara maju pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tentu saja kekuatan militer kita perlu ditingkatkan. Semua bergantung pada seorang pemimpin. Indonesia sudah memiliki eksistensi yang cukup dengan mengirimkan pasukan perdamaian di beberapa wilayah konflik. Jangan lupa, batas-batas negara juga sangat penting untuk dijaga dari arogansi negara lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6022019250310919822?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6022019250310919822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6022019250310919822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6022019250310919822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6022019250310919822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/kado-dari-malaysia.html' title='Kado dari Malaysia'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5004796240637154274</id><published>2010-08-05T20:55:00.001+07:00</published><updated>2010-08-06T17:33:45.229+07:00</updated><title type='text'>Sekadar Berbincang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEORANG&lt;/span&gt; pria mengenakan pakaian safari abu-abu, duduk sendiri di bawah tenda sebuah rumah makan. Dia tampak menikmati rokok putihnya. Sesekali kepalanya bergerak menengok keadaan di sekelilingnya. Begitu melihatku menghampirinya, dia mengeluarkan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang rambutnya mencapai bahu, yang disisir halus ke belakang. Aku jadi teringat film-film mafia mandarin. "Bagaimana kabarnya," tanya seorang anggota DPRD ini. Dia memang anggota legislatif periode 2009 hingga 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari sekilas tampangnya, dia tidak terlihat seperti wakil rakyat yang terhormat. Dia pun tidak mengenakan kaus kaki. Sepatu yang dikenakannya adalah model semi sepatu sandal. Kancing bajunya sedikit terbuka, memperlihatkan sekilas dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun berbincang pada siang itu. Sekadar berdiskusi. Dari latar belakang dirinya mencalonkan diri sebagai anggota dewan, hingga beberapa proyek pemerintah yang ditanganinya. Maklum, selain duduk di kursi dewan, pria yang masih terlihat begitu muda ini juga memiliki sebuah perusahaan kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecil-kecilan saja kok. Yang penting ada penghasilan lain, tidak semata-mata dari gaji dewan. Mana cukup kalau hanya mengandalkan gaji," katanya diikuti tawa. Beberapa lama kami ngobrol, dia terus membakar rokok setiap kali yang diisapnya habis. Tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan santai itu memakan waktu sekitar dua jam. Dia wakil rakyat dari sebuah partai politik yang kecil. Namun, dia mampu meraup suara hingga 4.ooo di daerah pemilihannya. Jumlah yang fantastis untuk pemula. Apalagi dia belum memiliki pengalaman politik yang cukup memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya ditunjuk partai untuk mencalonkan, saya sebenarnya tidak mau. Tapi, akhirnya menjadi gengsi tersendiri," lanjutnya. Dana yang dihabiskan untuk melakukan kampanye mencapai Rp 500 juta. Uang itu berasal dari koceknya sendiri. Tiga unit mobil yang dimilikinya pun harus dilego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang lumayan fantastis demi mendapatkan sebuah gengsi. Akhirnya, dia berhasil mendapatkan satu kursi untuk partainya, yang didudukinya kini. Gengsi pun berhasil diraihnya. Tidak sedikit calon yang berakhir dengan kondisi kejiwaan yang labil atau justru gila karena tidak terpilih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi itu memang tidak berbobot sama sekali. Namun, ternyata ada beberapa poin yang bisa diambil kesimpulan. Apapun kesimpulannya, ternyata proses untuk menjadi seorang legislatif tidak lah mudah. Selain itu butuh biaya yang lumayan besar. Tertarik untuk mencoba? Mulailah dari sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5004796240637154274?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5004796240637154274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5004796240637154274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5004796240637154274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5004796240637154274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/sekadar-berbincang.html' title='Sekadar Berbincang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8114722123633870752</id><published>2010-08-04T18:53:00.001+07:00</published><updated>2010-08-04T19:59:19.941+07:00</updated><title type='text'>Menampik Tuduhan Ghibah</title><content type='html'>"Kamu termasuk dalam orang yang sering melakukan ghibah," kata seorang kawan beberapa waktu lalu. Pernyataan itu akhirnya menjadi satu konsiderasi, dalam berkarya. Namun, bukan untuk menghentikan langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di situs &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;, Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan jasmani, agama, kekayaan, hati, akhlak, dan bentuk lahiriyahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam situs yang sama, lebih jauh diungkapkan bahwa banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sabda itu berbunyi, "Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya". (As-Silsilah As-Shahihah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian itu tentu saja mengagetkan. Pernyataan kawan tadi, tidak membuat sebuah perdebatan panjang. Dan saya menghindari hal itu kalau hanya sekadar menjadi debat kusir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia, berhak untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya. Tentu sepanjang informasi itu menyangkut kepentingan publik yang luas. Termasuk kebijakan, dan juga permasalahan yang kompleks dalam ranah publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keburukan individu, tidak selalu mencerminkan wajah institusi secara keseluruhan. Kecuali kalau akhirnya keburukan itu dilakukan kolektif dan berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media berusaha menjadi pengawas bagi jalannya kebijakan publik, terutama sekali yang ada di kalangan birokrasi pemerintahan. Kebijakan apapun itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan memang tidak bisa didapatkan seutuhnya. Namun, paling tidak dari informasi yang diperoleh sebagai input, bisa menjadi dasar output dari adanya kebijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembenaran memang tidak bisa diungkapkan seutuhnya di sini. Butuh uraian panjang dan terkesan monolog. Akhirnya, saya mencoba bertanya kepada seorang ustaz UIN Jakarta. "Jurnalis adalah profesi yang mulia," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8114722123633870752?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8114722123633870752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8114722123633870752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8114722123633870752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8114722123633870752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/menampik-tuduhan-ghibah.html' title='Menampik Tuduhan Ghibah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5508995725468598207</id><published>2010-08-02T21:17:00.002+07:00</published><updated>2010-08-02T21:33:31.439+07:00</updated><title type='text'>Ibu Kota Dipindahkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFbU6hulqdI/AAAAAAAAAOo/xjLD9LDrsJ8/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFbU6hulqdI/AAAAAAAAAOo/xjLD9LDrsJ8/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500818096830917074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUNGKIN&lt;/span&gt; saja. Wacana pemindahan ibu kota mencuat beberapa pekan belakangan di media. Wacana ini muncul dengan persoalan kemacetan arus lalu lintas yang parah di Jakarta. Apalagi pada pagi atau sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, baru Palangkaraya yang menyatakan secara terbuka untuk menjadi ibu kota. Kota yang terletak di Kalimantan Tengah ini memang memiliki historis. Yaitu pada saat Soekarno merencanakan ibu kota berada di wilayah dengan luas 2.678,51 km per segi ini, sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun pada akhirnya wacana ini direalisasikan, butuh waktu setidaknya minimal selama 26 tahun. Tentu saja pemindahan ibu kota itu memakan biaya yang tidak sedikit. Dari puluhan triliun hingga ratusan triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan arus lalu lintas bukan hanya terjadi di Jakarta. Di beberapa kota besar, seperti Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Medan, volume kemacetan terus mengalami peningkatan. Satu di antara penyebab adanya kemacetan ini adalah bertambahnya jumlah kendaraan roda dua dan roda empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti yang diungkapkan Budiarto Sambazy pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt; edisi Sabtu (31/7), produsen otomotif jangan dipersalahkan. Budi mengatakan bahwa yang seharusnya melakukan instropeksi adalah para pengendara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apapun penyebab kemacetan arus lalu lintas, dan berdampak adanya wacana pemindahan ibu kota, Jakarta harus lah tetap menjadi ibu kota. Kemacetan lebih disebabkan adanya penumpukan massa dalam waktu yang bersamaan. Seperti di siang hari atau sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Kalimantan mungkin bisa menjadi satu alternatif pemindahan ibu kota. Akan tetapi, sepertinya belum terlalu prioritas untuk memindahkan ibu kota. Apalagi harus keluar Pulau Jawa. Opini ini, bukan mengarahkan kepada Jawaisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Jawa sendiri, masih banyak ditemukan lahan yang belum tersentuh. Bercermin kompleksitas persoalan dan keterbatasan yang ada di negeri ini, sebaiknya pemindahan masih logis dan memungkinkan terletak tidak jauh dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, pemerataan belum sampai ke beberapa pelosok. Masih banyak orang yang belum mendapatkan pendidikan dan kehidupan secara laik. Pembangunan masih bersifat sentralisasi dan menyentuh ranah perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur untuk menggiatkan kegiatan ekonomi masyarakat yang menjadi prioritas. Bukan secara mudah berdiskusi tentang wacana pemindahan ibu kota. Biarlah wacana itu menjadi pertimbangan selanjutnya, ketika pemerataan benar-benar bisa direalisasikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5508995725468598207?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5508995725468598207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5508995725468598207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5508995725468598207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5508995725468598207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/08/ibu-kota-dipindahkan.html' title='Ibu Kota Dipindahkan?'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFbU6hulqdI/AAAAAAAAAOo/xjLD9LDrsJ8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6753493893583827815</id><published>2010-07-28T19:43:00.002+07:00</published><updated>2010-07-29T10:56:09.885+07:00</updated><title type='text'>Biarkan Aku Menangis dalam Kesunyian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFAl-GFh2mI/AAAAAAAAAOQ/mo8mblY7Wvw/s1600/me.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFAl-GFh2mI/AAAAAAAAAOQ/mo8mblY7Wvw/s320/me.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498936893735295586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERBANGUN&lt;/span&gt; di pagi hari. Masih berada di sebuah kamar sempit dan berantakan ini. Di kota dengan tingkat keruwetan arus lalu lintas yang luar biasa! Sudah beberapa hari ini, sinar mentari disembunyikan awan mendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sadar, sudah dua kali usia bertambah di kota ini. Namun, tetap saja belum ada kemajuan yang berarti. Bahkan, keangkuhan membuat hubungan denganNya menjadi jauh. Sangat jauh. Beraneka distorsi berhasil membuat kesenjangan hubungan yang terjalin selama 27 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika menembus batasannya. Tidak terkendali. Implikasinya, segala rasa kemudian mati suri. Perjalanannya terkadang tragis. Bukan sekadar melangkahkan kaki dan bertindak. Kekuasaan dan ketidakadilan senantiasa merobek fondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun ingin menangis. Dan, biarkan aku menangis dalam kesunyian. Tanpa mengadahkan tangan ke atas. Tanpa berbicara sepatah kata pun.  Dan, tanpa kehadiran siapapun juga. Dengan cara seperti ini, aku ingin membuang kotoran yang menghinggapi jasadku. Mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara itu masih terngiang lantang. Terus saja mengganggu kontemplasi. Air mata perlahan keluar melalui celah-celah bulu mata. Bukan karena suara itu. Tapi, mengalir semakin deras karena teringat segala kesalahan dan kekejaman dari organ tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ngedrop. Kotoran-kotoran itu memaksa untuk bersama dengan roh yang ada di setiap dinding jasad. Mereka bersikeras, dan berniat enyah ketika aku mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua mata terbuka. Aku melihat senyumannya seraya tangannya memberikan sesuatu kepadaku. "Tiup lilinnya. Selamat ulang tahun ya," ujarnya. Nyaris tidak percaya, aku merabanya. Air mata mengalir dengan sendirinya. Kali ini dari mata yang terbuka lebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, hanya sebuah fantasi. Akhirnya, aku hanya bisa bergumam dalam hati. Selamat ulang tahun, Agung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6753493893583827815?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6753493893583827815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6753493893583827815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6753493893583827815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6753493893583827815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/07/biarkan-aku-menangis-dalam-kesunyian.html' title='Biarkan Aku Menangis dalam Kesunyian'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TFAl-GFh2mI/AAAAAAAAAOQ/mo8mblY7Wvw/s72-c/me.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4157928837397156623</id><published>2010-07-17T19:51:00.002+07:00</published><updated>2010-07-21T18:27:33.087+07:00</updated><title type='text'>Bayi itu Masih Hidup Setelah Dikubur Dua Hari</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACEP&lt;/span&gt; Bangkit Putra, membuat geger warga RT 01/02, Kampung Manglayang, Desa Cihanjuang Raya, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Bocah yang berusia baru empat hari ini hidup kembali setelah sempat dikubur selama dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebelum dikubur pada Selasa (13/7), Acep sudah dinyatakan meninggal. Bocah kedua dari pasangan Ruli dan Yayah lelaki ini lahir prematur di usia kandungan tujuh bulan di Jakarta, dengan ditangani bidan. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit, Acep meninggal dalam perjalanan di Tol Cipularang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kerabat Acep, Wiwin, pada Selasa sore bayi itu dibawa ke Parongpong dan kemudian dikuburkan. "Sekitar pukul 16.00, dimakamkan sesuai agama Islam di pemakaman keluarga yang berjarak 200 meter dari rumah. Tapi, kita sempat mendengar suara bayi entah dari mana asalnya," ujar perempuan berusia 32 tahun ini saat ditemui beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, satu hari setelah dimakamkan, kerabatnya yang lain bernama Nina, mendapat bisikan gaib. Bisikan itu mengatakan bahwa bayi yang baru saja dimakamkan masih hidup. Bisikan gaib yang terjadi sekitar pukul 22.30 itu juga mengatakan, bayi harus diambil pada malam Jumat Kliwon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bisikan gaib tersebut, pihak keluarga langsung mengadakan pengajian dan berzikir bersama pada Kamis (14/7) malam. Wiwin mengatakan, kalau ada suara tangis bayi, mereka akan langsung menggali pemakaman Acep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah ada suara tangisan bayi, kami sekeluarga langsung menggali kuburan, sekitar pukul 00.30," katanya. Ternyata benar. Acep masih bernafas. Pihak keluarga langsung membawa Acep kembali ke rumah dan dibersihkan. Bahkan, bocah yang lahir dengan berat 1 kilogram lebih dua ons itu sering tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diangkat dari makam, Ace tidak pernah sekalipun menangis. Dia juga sering meminum susu kaleng untuk balita. Kejadian ini langsung menghebohkan warga sekitarnya. Mereka berbondong-bondong ingin melihat bayi laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz Odang, yang ikut menguburkan Acep mengatakan, dirinya dan beberapa orang sudah menyatakan bahwa bayi itu meninggal dunia. "Kita sudah menyatakan meninggal. Kita juga sudah menguburkan dengan kedalaman 120 sentimeter, sesuai agama Islam, dengan ditali pocong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mungkin peringatan dari kebesaran Allah bagi kita yang masih hidup," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Acep tidak bertahan lama. Bocah ini kembali meninggal pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 07.30. Pihak keluarga harus menunggu hingga pukul 13.00 untuk kembali menguburkannya, di tempat pemakaman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayah, ibunda Acep tidak kuasa menahan tangis. Dia hanya bisa membaringkan badan di kamarnya. Pihak keluarga bertekad tidak akan menggali lagi makamnya. "Kita tidak akan menggali lagi walau mendengar ada bisikan yang sama. Kasihan bayinya," kata Wiwin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4157928837397156623?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4157928837397156623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4157928837397156623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4157928837397156623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4157928837397156623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/07/bayi-itu-masih-hidup-setelah-dikubur.html' title='Bayi itu Masih Hidup Setelah Dikubur Dua Hari'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3100403086474110068</id><published>2010-07-14T20:28:00.000+07:00</published><updated>2010-07-14T20:30:29.288+07:00</updated><title type='text'>Aku pun Tak Mampu Menggenggamnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA&lt;/span&gt; wajah itu bisa hilang dari ingatan? Senyuman yang keluar dari bibir tipis itu begitu menggoda. Setiap kali mengingat keduanya, aku hanya bisa ikut tersenyum. Masa-masa itu adalah masa yang dinantikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya abstraksinya yang begitu menarik hati. Eksistensinya juga sangat berarti. Balutan kerudung putih itu menjadikannya lebih sempurna dibandingkan lainnya. Terlalu indah untuk kemudian dilewatkan begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada satu titik, aku tidak bisa menikmati seutuhnya. Aku pun tidak mampu menggenggam jasadnya untuk selamanya. Hanya rasa ini, yang bisa mengendap dan terasa. Entah sampai kapan. Aku pun tidak tahu kapan semuanya akan berakhir. Baik dari hati ini maupun hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keabadian hanya bisa terjadi pada ketidakabadian. Seperti halnya konsistensi yang hanya berlaku pada inkonsistensi. Ah, aku masih saja terus bergumul dengan retorika. Padahal, dia nyata berdiri tepat di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masih berdiri di hadapanku untuk beberapa waktu. Tetap setia mendampingi dan membayangi setiap pikiran. Tatapanku juga masih fokus kepada wajahnya. Namun, hanya tatapan dan jasad ini yang terpaku pada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasiku akhirnya berlari ke mana pun dia mau. Liar dan terlalu bebas. Aku tidak mampu menggenggam pikiranku sendiri. Dan, sekali lagi. Aku masih melihatnya berdiri di depanku. Masih dengan senyuman kecil manis itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangannya kemudian menyentuhku. Jasadku bergetar. Aliran darah mengalir dengan derasnya. Aku menghela nafas panjang. Dia tetap tersenyum sembari memandangku yang hanya bisa terdiam. Kedua tubuh ini masih saling berhadapan, dalam jarak beberapa sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku tetap tidak bisa menggenggamnya. Pejaman kedua mata ini, menghempaskan pegangan kedua tangannya. Aku berpaling berbalik arah. Aku sadar, aku pun tetap tidak bisa menggenggamnya sampai kapan pun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3100403086474110068?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3100403086474110068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3100403086474110068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3100403086474110068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3100403086474110068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/07/aku-pun-tak-mampu-menggenggamnya.html' title='Aku pun Tak Mampu Menggenggamnya'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1354649933155928814</id><published>2010-07-07T20:04:00.002+07:00</published><updated>2010-07-07T21:37:20.662+07:00</updated><title type='text'>Demonstrasi itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEORANG&lt;/span&gt; orator, dengan lantang dan tegas meneriakkan tuntutannya di atas mobil dengan bak terbuka. Tangan kanannya memegang mikropon, sedangkan tangan kirinya mengangkat pengeras suara yang diangkat tinggi. Tidak perduli, panas terik yang menyengat kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah sang orator, puluhan orang membawa spanduk. Sebagian berisi tuntutan, dan sebagian lainnya bertuliskan hujatan. Mereka juga berteriak, menyahut serentak setelah sang orator meneriakkan tuntutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan personel polisi, berdiri di depan para pengunjukrasa. Menahan para pengunjukrasa agar tidak memasuki kantor pemerintahan. Tangan polisi itu, menggandeng membentuk pagar betis. Beberapa meter di belakang polisi, disiapkan dua unit mobil water canon atau meriam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pemandangan yang sering terlihat kalau ada aksi demonstrasi. Aksi yang dianggap merupakan satu cara dari cara berdemokrasi, untuk menyalurkan aspirasi. Tidak jarang, aksi ini menjadi anarkis. Bentrokan dengan aparat tidak terhindarkan. Bahkan, beberapa waktu lalu, seorang pejabat di Medan tewas akibat dipukuli para pengunjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata banyak aksi demonstrasi yang hanya sekadar aksi unjuk kekuatan. Bahkan, unjukrasa bisa menjadi proyek tawar menawar harga. Dalam artian, sesuai pesanan pemilik modal. Isu yang diusung pun kemudian bisa dibelokkan ke isu lain. Asal harga cocok, silakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi demonstrasi hanya sebagai kedok. Apalagi, mereka juga sering mengatasnamakan rakyat kecil. Yang mana? Mungkin ini sebagai sebuah cerita klasik. Tapi nyatanya, modus ini masih dianggap efektif untuk meningkatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bargaining&lt;/span&gt; sebuah organisasi. Baik dari LSM, ormas, ataupun kalangan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, masih ada beberapa elemen yang menggelar aksi unjukrasa atas perjuangan idealisme. Bukan mencari posisi ataupun beberapa lembar ratusan ribu. Selamat berjuang, rakyatku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1354649933155928814?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1354649933155928814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1354649933155928814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1354649933155928814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1354649933155928814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/07/demonstrasi-itu.html' title='Demonstrasi itu...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-2336017892678356931</id><published>2010-06-30T19:57:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T20:00:01.311+07:00</updated><title type='text'>Panji Ditinggal Pergi Ayahnya Ketika Sakit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCs_vb-hi3I/AAAAAAAAAOI/THkdimViWEs/s1600/IMG00182-20100629-1515.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCs_vb-hi3I/AAAAAAAAAOI/THkdimViWEs/s320/IMG00182-20100629-1515.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488550655077485426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUHAMMAD&lt;/span&gt; Panji Kasmari, hanya tergeletak di kasur yang digelar di atas lantai. Tanpa alas kayu. Badannya kurus untuk anak seusianya. Kedua kakinya juga terlihat kecil dan selalu dalam keadaan dilipat dari lutut. Dia tidak bisa bangun dan berjalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, bocah yang kerap disapa Panji ini mirip balita berusia satu atau dua tahun. Namun, Panji lahir pada 19 Juni 2000. Dia berusia 10 tahun. Setiap hari, anak keenam dari enam anak pasangan Ajeng Kuntari dan Endang Wajum ini hanya terbaring lemas di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibunya, Ajeng, tubuh Panji tidak sebesar anak seusianya karena penyakit saraf yang dideritanya sejak usia enam bulan. "Dia pernah terjatuh dari tempat tidur pada usia enam bulan. Setelah itu, badannya menyusut dimulai dari kaki," ujar perempuan berusia 48 tahun ini saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sempat membawa anaknya beberapa kali ke Puskesmas dan rumah sakit. Namun, Panji tetap saja tidak bisa disembuhkan. Tidak hanya fisiknya yang tetap kecil. Panji pun tidak bisa berkomunikasi. Dia hanya bisa menangis dan tertawa. Tapi, giginya tetap tumbuh normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajeng menambahkan, setelah mengetahui anaknya menderita penyakit saraf di kepala, suaminya menceraikan dirinya dan meninggalkan keluarganya. Warga RT 05/13, Kampung Kertajaya, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini pun harus mencari nafkah seorang diri untuk memenuhi kebutuhan Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya biasa membantu mencuci pakaian tetangga. Setiap hari bisa mendapatkan Rp 20 ribu, untuk beli susu atau bubur buat Panji," kata perempuan berbadan kurus ini. Dia dan Panji hanya tinggal di sebuah kamar seluas 3x3 meter. Rumahnya sudah lima tahun lalu roboh karena sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji paling suka makan bubur dan susu. Karena tidak bisa berkomunikasi, bocah ini hanya bisa menangis kalau sedang lapar. Terkadang, tetangganya mengantarkan makanan atau memberikan uang untuk Panji. Bahkan, seorang bidan yang tidak jauh dari rumahnya, secara rutin menengok keadaan Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah yang lahir normal ini memiliki berat tubuh 8,5 kilogram, dengan tinggi sekitar satu meter. Ia hanya bisa tengkurap, tanpa bisa membalikkan badannya kembali seperti semula dengan sendiri. Buang air besar dan kecil dilakukannya di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji tetap tergeletak di atas kasur hingga kini. Namun, dia seolah mengerti jika diajak bercanda. "Dia kalau tertawa atau nangis suaranya keras sekali. Saya hanya berharap dia bisa seperti anak normal dan bisa bersekolah atau main laiknya anak seusianya," kata Ajeng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-2336017892678356931?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/2336017892678356931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=2336017892678356931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2336017892678356931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/2336017892678356931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/panji-ditinggal-pergi-ayahnya-ketika.html' title='Panji Ditinggal Pergi Ayahnya Ketika Sakit'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCs_vb-hi3I/AAAAAAAAAOI/THkdimViWEs/s72-c/IMG00182-20100629-1515.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8404816975864354257</id><published>2010-06-28T20:00:00.004+07:00</published><updated>2010-06-28T20:26:50.114+07:00</updated><title type='text'>Penggerebekan Densus 88 di Dekat Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCigwgGIG9I/AAAAAAAAAOA/rueQrsjsCLo/s1600/1824573p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCigwgGIG9I/AAAAAAAAAOA/rueQrsjsCLo/s320/1824573p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487812901060746194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RABU&lt;/span&gt; (23/6/2010) subuh, saya sudah sampai di stasiun. Setelah menempuh perjalanan hampir sembilan jam. Kedua ponakan yang lucu, Alica dan Ramdhan, menyambut kedatangan saya. Keduanya, adalah alasan terbesar untuk segera pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada liburan kali ini, saya berencana di rumah selama tiga hari tiga malam. Waktu yang cukup untuk beristirahat, dan juga bercengkerama bersama keluarga. Namun, ternyata jadwal yang sudah dipersiapkan, harus mengalami &lt;span style="font-style:italic;"&gt;reschedule&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 17.00, Ramdhan mengetuk pintu kamar mandi. "Kak Agung, ada Densus banyak," teriaknya. Saya yang sedang mandi pun sempat kaget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, saya bergegas untuk melihat apa yang terjadi di luar. Ternyata benar. Sekitar 100 meter jaraknya dari rumah, ratusan warga berkerumun di tengah jalan raya, yang menghubungkan Boyolali dan Kabupaten Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihat dari batas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;police line&lt;/span&gt;, yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari sebuah rumah yang menjadi pusat tontonan. Rumah itu adalah milik Mulyono. Seorang tetangga saya, yang berbeda RT. Saya pun hanya bisa bertanya-tanya. Mungkin sama dengan warga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menerobos police line, yang dijaga beberapa personil Densus 88 yang menenteng senjata dan mengenakan tutup kepala ala ninja. Namun, dengan tegas mereka membentak dan mengusir. Tidak bisa mendekati secara terbuka, akhirnya saya mencoba masuk melalui rumah tetangga yang lain. Rumahnya tepat di belakang rumah milik Mulyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu saya bisa memantau dari jarak 10 meter. Personil Densus 88, menatap tajam. Saya hanya bisa membalas tatapan itu, tanpa berbicara. Toh, sepanjang saya berada di luar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;police line&lt;/span&gt;, hal itu bukan pelanggaran. Apalagi ini ruang publik, yang bebas dilihat siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak hanya rumah milik Mulyono yang digerebek. Lokasi lain, yang berjarak sekitar tiga kilometer, Densus 88 juga melakukan penggerebekan. Di rumah kos milik Wagiman ini, satu orang yang diduga teroris tewas tertembak. Bahkan, letaknya tepat di sisi timur kantor Pengadilan Negeri Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sore, hingga malam hari, kondisi di sekitar dua tempat kejadian perkara (TKP) ramai dipenuhi warga dan polisi. Jalan Raya Jogja-Solo di depan kantor pengadilan, macet hampir lima kilometer. Saya benar-benar terkejut. Liburan pun, tertunda selama dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya tertuju pada tetangga saya, Mulyono. Setahu saya, beliau adalah orang yang baik dan pendiam. Saya sering bertemu dengannya ketika salat berjamaah di masjid. Namun, dia lebih banyak tersenyum dan berbicara sekadarnya. Tidak pernah sekalipun berceramah, atau mengajarkan radikalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dari keterangan yang diperoleh, yang menjadi incaran Densus 88 adalah menantunya bernama Roni. Tapi, tentu Mulyono sebagai pemilik rumah, akan dimintai keterangan oleh polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga sekitarnya, yakin Mulyono tidak memiliki kaitan dengan jaringan terorisme. Paling tidak, ada beberapa alasannya. Menurut Sekretaris RT 02, Bono Setyo, kalau Mulyono sudah tinggal menetap selama 12 tahun. "Teroris itu kan tinggalnya berpindah-pindah atau nomaden, sedangkan Mulyono itu sudah tinggal selama 12 tahun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada saat penggerebekan berlangsung, Mulyono justru menghampiri personil Densus 88 yang mengepung rumahnya. "Kalau dia memang terlibat, pasti dia akan melarikan diri," ujar seorang warga, yang sempat melihat Mulyono menuju rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mewakili warga sekitarnya berharap, ada kepastian status Mulyono dari pihak kepolisian. Apalagi, Mulyono adalah seorang guru di sebuah sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini, membuat saya harus menambah jadwal libur saya yang termakan dua hari. Saya pun, bisa bercengkerama lebih lama dua hari dengan keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8404816975864354257?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8404816975864354257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8404816975864354257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8404816975864354257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8404816975864354257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/penggerebekan-densus-88-di-dekat-rumah.html' title='Penggerebekan Densus 88 di Dekat Rumah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/TCigwgGIG9I/AAAAAAAAAOA/rueQrsjsCLo/s72-c/1824573p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8835221094777781389</id><published>2010-06-20T23:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T23:29:11.236+07:00</updated><title type='text'>Moral, Hati, dan Pikiran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA&lt;/span&gt; saat setelah kejadian itu, aku menatap kosong. Setan dalam hari tertawa. Riang gembira. Entah berapa banyak jumlahnya. Mungkin tak terhitung. Pikiran dan hati benar-benar tidak sinkron. Keduanya bertarung hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah. Tidak ada gunanya menyesali apa yang telah terjadi. Perbuatan-perbuatan itu sebenarnya menyenangkan. Sangat menyenangkan. Tidak ada satu manusia pun yang menyangsikan kenikmatannya. Namun, terkadang mereka seolah mensucikan diri dengan pengakuan palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan-setan yang ada dalam setiap aliran darah ini tak pernah henti-hentinya membujuk rayu. Bahkan, seringkali memaksa. Aku pun kerap terbuai dengan keindahannya. Janji manisnya. Dan, belaiannya yang halus nan lembut. Oh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun setiap kali merasa menyesal, toh aku tetap melakukan hal yang sama. Apakah itu yang dinamakan sebuah penyesalan? Pertanyaan ini selalu saja menyita waktu berpikir. Di manakah tempat moral itu berada? Bagaimana dengan naluri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme itu akhirnya tersingkirkan bagai sampah. Perkembangan pragmatis terlalu jauh dan liar. Aku tidak sanggup untuk membendungnya seorang diri. Benteng yang aku pertahankan, akhirnya jatuh. Aku pun belum sanggup melakukan rekonstruksi. Padahal, waktu terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan itu tidak hanya melukai pemikiran dan hati ini seorang. Banyak yang juga ikut terluka. Bahkan, lebih menyakitkan. Tangisan, cacian, dan harapan tidak mampu mengobati luka itu dalam sekejap. Perlu adanya sebuah kesempurnaan dalam berkontemplasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya moral dalam konteks pemikiran. Namun, aku sama sekali tidak percaya tindakan yang bermoral. Jadi, urus saja moral anda masing-masing. Perkara ada yang terluka dan melukai, itu ada sebagai konsekuensi dari tidak adanya penggunaan moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bebas memilih moralnya masing-masing. Silakan bicara dengan moral anda sendiri. Dan, jangan sekali-kali mengganggu moral yang ada dalam hati dan pikiran ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8835221094777781389?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8835221094777781389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8835221094777781389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8835221094777781389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8835221094777781389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/moral-hati-dan-pikiran.html' title='Moral, Hati, dan Pikiran'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-9120000343338337753</id><published>2010-06-16T19:36:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T20:27:00.275+07:00</updated><title type='text'>Garis Skeptis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SKEPTIS&lt;/span&gt; masih bersarang di otak ini. Tidak disangka, dia mampu menjalar dan menembus ke dalam hati. Perlahan, hati pun terkontaminasi. Darahnya tidak lagi murni kemerahan. Namun, sudah bercampur hitam dan bergumpal. Menjijikkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skeptis itu juga membentuk garis, sebagai satu perjalanan. Garis itu akan berhenti, ketika otak tidak lagi mampu berpikir, dan juga ketika jantung terdiam selamanya. Tapi perjalanan garis itu semakin melaju dan tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresannya pun hitam pekat, mengubah setiap latar putih yang dilaluinya. Garis itu pun, sesekali selama beberapa saat menghentikan torehannya di beberapa titik. Namun, hanya sekadar menyentuhnya untuk kemudian ditinggalkan. Kasihan titik-titik itu. Jumlahnya juga belum terdeteksi hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis itu semakin melaju dan menggila. Arahnya tidak karuan dan tanpa tujuan. Melaju dan terus melaju. Pembentukan skeptis berawal dari ditorehkannya garis tersebut. Tidak ada seorang pun yang tahu, kapan garis itu akan berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konsiderasi belum mampu menghadang perjalanan garis itu, untuk membelokkan arah dan mengubah warnanya. Padahal, beberapa titik putih sudah mempersembahkan dirinya. Sayang, garis itu justru menghempaskan titik-titik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu perjalanan, garis itu menguras air matanya. Sebenarnya, dia tidak ingin mencampakkan titik yang pernah dilaluinya. Namun, dia sendiri tidak tahu mengapa melakukannya. Mungkin kesombongan, keangkuhan, dan rasa superior telah membuatnya kalap. Tidak lagi memikirkan dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini, garis itu masih melaju dengan air mata. Kontemplasi yang dilakukannya belum mencapai kesempurnaan. Pada akhirnya, dia masih saja membenturkan dirinya dalam dinding tebal. Dia tahu risikonya. Namun, garis itu masih saja maju dan melakukannya. Entah, sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya bisa mengucap,"Maafkan saya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-9120000343338337753?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/9120000343338337753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=9120000343338337753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9120000343338337753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9120000343338337753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/garis-skeptis.html' title='Garis Skeptis'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1203626605257031877</id><published>2010-06-09T19:50:00.000+07:00</published><updated>2010-06-09T19:52:40.340+07:00</updated><title type='text'>628 Ribu Sarjana Masih Menganggur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEPUTI&lt;/span&gt; Menteri Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia, Neddy Rafinaldy Halim menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 628 ribu sarjana lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur. Padahal para sarjana ini merupakan harapan pemerintah untuk memberikan motivator dan inovator kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neddy mengungkapkan hal ini saat membuka Seminar Internasional, Training and Workshop, di Unjani, Selasa (8/6). Ia mewakili Menteri Koperasi dan UKM Syarifudiin Hasan yang berhalangan hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan data keluaran Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu, tercatat 231 juta penduduk Indonesia. Ada sekitar 8,96 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran. Sebanyak 628 ribu sarjana, dan yang lulusan D3 mencapai 1,1 juta orang," ujarnya. Sedangkan jumlah angkatan kerja sebanyak 113,8 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, banyaknya lulusan sarjana yang menganggur, menjadi satu faktor penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada 2001 mencapai 5,1 persen. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu, yang hanya sebesar 4,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neddy juga menyebutkan, adanya penurunan jumlah angka kemiskinan. "Pada 2004 tercatat 16,7 persen. Sekarang menjadi 14,15 persen. Kita berharap jumlah ini akan menurun di antara 8 sampai 10 persen pada 2014," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya jumlah pengangguran ini diakibatkan banyaknya sarjana yang hanya berminat menjadi pegawai. Jumlahnya mencapai 84 persen. Hanya 6,9 persen yang benar-benar berminat berwirausaha. Angka ini berbanding terbalik dengan para lulusan yang tidak merasakan pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebanyak 63 persen lulusan sekolah ingin berwiraswasta. Sedangkan yang ingin menjadi pegawai hanya sekitar 20 persen," lanjutnya. Untuk itu, pihaknya terus melakukan program motivasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa dan sarjana di 11 provinsi untuk menjadi wirausahawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1203626605257031877?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1203626605257031877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1203626605257031877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1203626605257031877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1203626605257031877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/628-ribu-sarjana-masih-menganggur.html' title='628 Ribu Sarjana Masih Menganggur'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4500048017205446383</id><published>2010-06-08T21:26:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T21:27:56.835+07:00</updated><title type='text'>Omong Kosong</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERBUNYI&lt;/span&gt; tanpa makna. Alias hampa. Dia hanya terdengar sekilas. Namun, menyakitkan. Menembus pilar pondasi hati dan pemikiran. Suaranya nyaring dan menggelegar. Lantang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya sekadar berbicara dengan sistematis. Seolah bisa diterima akal sehat. Ternyata, dia bukan apa-apa. Dia hanya bisa meninggikan nada suara. Tapi, tidak ada makna. Sekali lagi, tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara itu terus terdengar setiap hari. Tersaji dengan kemasan cantik. Dari pagi, hingga malam menjelang tidur. Tidak sedikit, yang akhirnya terbuai, terpana, dan kemudian larut di dalam desingan suara kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak sadar, terdistorsi dari situasi. Kontaminasi pemikiran, juga merasuki kepala mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf. Aku hanya bisa duduk, dan menonton mereka. Sesekali aku tersenyum. Namun, tidak jarang, aku harus mengerutkan dahi melihat kelakuan mereka. Kadang pun, aku banyak bertanya kepada mereka. Tapi, hanya pernyataan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menghela napas. Tanpa bisa melakukan apapun. Hanya sekadar menyajikan apa yang aku lihat, aku dengar, dan aku rasakan. Tidak jarang, mereka mengancam. Tapi, aku tidak akan bungkam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu titik, aku pun menggelengkan kepala. Mencoba menyadarkan kembali, saat otak ini mulai terkontaminasi. Namun, sesaat aku pun menggabungkan diri ke dalam lingkaran itu. Terbawa, hingga tidak berujung. Ternyata, aku juga masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keindahan itu, telah hilang seketika. Berubah menjadi stigma, begitu dalam. Benar-benar, tidak ada yang abadi. Sumpah serapah itu akhirnya spontan terlontarkan. Kini, akhirnya aku menjadi gila dan tidak dapat dikontrol. Maafkan aku, sobat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4500048017205446383?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4500048017205446383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4500048017205446383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4500048017205446383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4500048017205446383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/06/omong-kosong.html' title='Omong Kosong'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-942936275948072096</id><published>2010-05-16T19:28:00.000+07:00</published><updated>2010-05-16T19:29:29.679+07:00</updated><title type='text'>Indonesia, Tanah Airku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA&lt;/span&gt; pekan ini, setiap hari kita melihat ribut-ribut kasus Bank Century. Belum selesai kasus ini, muncul lagi kasus pajak, dengan tersangka Gayus. Kasus ini menyeret nama mantan diplomat kita, Sjaril Johan. Namun, aparat juga telah menahan 'penyanyi' dalam kedua kasus tersebut. Dia adalah Susno Duaji. Mantan Kabareskrim Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, kasus Bank Century belum kelar, publik dikejutkan dengan hijrahnya Menkeu Sri Mulyani ke Bank Dunia. Duduk sebagai orang kedua setelah Presiden Worl Bank.  Di satu sisi, sebagian pengamat mengatakan, Indonesia patut berbangga hati. Tapi, di sisi lain, otomatis pengusutan kasus Bank Century, terhambat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Wakil Presiden RI Boediono dan juga Sri Mulyani, diduga sebagai orang paling bertanggungjawab dalam penggunaan dana sebesar Rp 6,7 triliun. Namun, tidak semudah yang dibayangkan untuk pengungkapan kasus tersebut. Bahkan, intervensi politik, belum mampu menunjukkan kekuatannya. Kasus yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan beralih, terhadap perencanaan renovasi Gedung DPR RI yang membutuhkan dana sekitar Rp 8 triliun. Angka fantastis. Padahal, konon bangunan yang digunakan para wakil rakyat itu, merupakan gedung yang paling bagus sedunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, anggaran untuk renovasi itu akan dilakukan secara bertahap. Sebesar Rp 250 milyar selama satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan penggunaan dana untuk pembangunan gedung sekolah. Masih banyak ribuan gedung sekolah yang tidak laik dan mengkhawatirkan. Sebagian besar di antaranya merupakan bangunan sekolah tingkat dasar. Kasihan mereka. Terlupakan. Kalau saja anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan gedung sekolah. Berapa ribu bangunan, dan berapa juta generasi yang bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan kalangan intelektual, atau mahasiswa, sepertinya sudah melempem. Sepi, tanpa aksi. Kalau pun ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;action&lt;/span&gt;, tidak punya kekuatan sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu acara di televisi swasta pada Sabtu (15/5), Dik Doank mengatakan, pendidikan seharusnya bukan sekadar mengajarkan agar murid pintar. Tapi, juga harus lebih cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia. Untuk sementara, negara ini hanya besar karena jumlah penduduknya dan luasnya geografis. Faktor internal di dalamnya, membuat negara dunia ketiga ini benar-benar membutuhkan beragam perangkat yang tegas dan lugas. Baik personel, maupun juga peraturan yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-942936275948072096?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/942936275948072096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=942936275948072096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/942936275948072096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/942936275948072096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/05/indonesia-tanah-airku.html' title='Indonesia, Tanah Airku'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-7899617001543471202</id><published>2010-05-05T21:02:00.002+07:00</published><updated>2010-05-05T21:37:38.115+07:00</updated><title type='text'>Telanjang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HAMPIR&lt;/span&gt; empat tahun, aku meninggalkan bangku kuliah. Masa, di mana banyak sejarah yang tertorehkan. Sejarah pembentukan pola pikir, sejarah pergerakan, dan sejarah hubungan personal berdasarkan kepentingan politis. Masa itu, hanya menjadi sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, waktu dan tempat untuk berpikir, mulai terkikis. Aku merasa telanjang. Tidak memiliki pegangan. Konstruksi pola pikir berantakan. Nutrisi bagi pertumbuhan pemikiran, nyaris kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar telanjang! Apalagi, ketika membuka dan membaca tulisan-tulisan terdahulu. Argumentasi berlandaskan teori, raib. Yang ada kini, aku tidak bisa berpikir. Namun, aku bisa bertindak. Lebih gila dari sebelumnya. Aku masih bisa menggunakan istilah induktif dan deduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogi dari logika belum beranjak pergi. Aku masih bergelut dengan kesombongan karena logika. Pada masa ini, aku bertindak atas dasar keyakinan untuk membela mereka. Kepada sebagian manusia yang terpinggirkan. Mereka yang diperkosa hak-haknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman dan teror, pada akhirnya menjadi warna dinamika. Keduanya tidak bisa dihindari. Dari aparat penegak hukum, hingga para gerombolan yang mengatasnamakan LSM yang membela kepentingan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan pernah berkeluh. "Sepertinya sia-sia, kita berjuang. Sedangkan mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang kita paparkan," ujarnya pada suatu ketika. Aku pun, hanya tersenyum. Dia mengerti apa yang telah kita lakukan. Tapi, dia belum memahami sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang mau melakukan apa yang kita perjuangkan selama ini. Wajar. Aku menganggap apa yang telah dilakukan selama beberapa bulan ini, adalah petualangan. Petualangan intelektual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru sadar, setelah mencapai titik akhir dari tulisan ini. Aku memang telanjang. Namun, ketelanjangan ini, mampu membuatku bertindak lebih gila...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-7899617001543471202?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/7899617001543471202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=7899617001543471202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7899617001543471202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7899617001543471202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/05/telanjang.html' title='Telanjang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8730849003862083519</id><published>2010-04-18T20:42:00.002+07:00</published><updated>2010-04-18T22:12:16.061+07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Menjadi Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S8sgtEAaYDI/AAAAAAAAANA/sG2U0Fvlfjk/s1600/holy-dove1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S8sgtEAaYDI/AAAAAAAAANA/sG2U0Fvlfjk/s320/holy-dove1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461494931658530866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU hanya bisa merenung. Pagi itu. Berbagai barang, masih tergeletak secara tidak teratur. Menjadi pemandangan setiap pagi, saat aku membuka mata. Satu keadaan, yang belum mengalami perubahan secara fundamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, menjadi renungan panjang. Di setiap lampu merah, begitu banyak bocah-bocah mengemis dan menggelandang. Entah itu dimanfaatkan orang lain, atau kemauan mereka sendiri. Namun, yang jelas, pemandangan itu bukan merupakan keanehan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus lalu lintas begitu padat. Semua pengendara terlihat terburu-buru . Terkadang, dengan seenaknya mereka merampas jalur pengguna jalan lain. Termasuk aku. Tiba-tiba saja, pemikiran nakal muncul. Pemikiran yang sebenarnya tidak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pemikiran itu. Begitu kerasnya hidup manusia. Dan, begitu nikmatnya menjadi Tuhan. Tidak ada manusia yang sama persis. Dalam segi apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian manusia, percaya dan yakin, Tuhan adalah Maha segalanya. Tentu saja yang baik-baik. Manusia rela berjuang sampai mati, demi membela kebaikan nama Tuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap saja membayangkan, betapa nikmatnya menjadi Tuhan. Dia memiliki kuasa penuh atas manusia. Tidak terkecuali seluruh penghuni jagat raya ini. Dia tidak pernah berbuat kesalahan. Dia juga, berhak mencabut nyawa siapapun yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Wikipedia, kata Tuhan merujuk kepada suatu zat abadi dan supranatural. Biasanya, dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta di jagat raya. Dalam istilah filsafat eksistensi Tuhan itu dikenal sebagai absolut, distinct dan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemutlakannya, Tuhan tidak terikat tempat dan waktu. Tuhan juga tidak dipengaruhi dulu, atau yang akan datang. Tidak ada baginya, kapan lahir atau mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhan sudah mati. Tuhan tetap mati. Dan kita telah membunuhnya. Bagaimanakah kita, pembunuh dari semua pembunuh, menghibur diri kita sendiri? Yang paling suci dan paling perkasa dari semua yang pernah dimiliki dunia telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita sendiri. Siapakah yang akan menyapukan darahnya dari kita? Dengan air apakah kita dapat menyucikan diri kita? Pesta-pesta penebusan apakah, permainan-permainan suci apakah yang perlu kita ciptakan? Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu besar bagi kita? Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi tuhan-tuhan semata-mata supaya layak akan hal itu [pembunuhan Tuhan]?&lt;/span&gt;" kata Nietzsche, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Die fröhliche Wissenschaft&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, seksi 125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan tidak ada yang adil. Aku tetap menganggapnya seperti itu. Sebaik dan serajin apapun manusia dalam menyembah Tuhannya, mereka tetap mendapatkan siksa. Siapa sih, manusia yang mau diciptakan dalam keadaan tidak baik? Renungan ini, makin mengganggu pemikiran dan tindakanku. Akhirnya, aku hanya bisa membayangkan, nikmatnya menjadi Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku tidak termasuk orang yang merugi. Baik dari cara bertindak, maupun pola pemikiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8730849003862083519?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8730849003862083519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8730849003862083519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8730849003862083519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8730849003862083519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/04/nikmatnya-menjadi-tuhan.html' title='Nikmatnya Menjadi Tuhan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S8sgtEAaYDI/AAAAAAAAANA/sG2U0Fvlfjk/s72-c/holy-dove1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4874333197313451824</id><published>2010-04-04T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-04-04T10:17:50.750+07:00</updated><title type='text'>Ketika Proses itu Tidak Bisa Ditolak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRIA&lt;/span&gt; itu sering dipanggil Cis. Rambutnya lusuh dengan panjang yang tanggung, mengenakan kaus hitam dan celana jins. Wajahnya penuh dengan bekas jerawat. Kedua bibirnya tampak hitam kebiruan, satu tanda pria ini adalah pecandu rokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sekitar empat bulan, pria berkulit hitam ini menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Cis sering memanggilnya Bun. Seorang perempuan yang mengenakan jilbab. Sebenarnya, kedua insan ini sudah kenal sejak SMA. Namun, mereka belum pernah sekalipun saling menyapa. Sekadar mengenal wajah. Misteri hidup, mempertemukan keduanya. Dalam satu ikatan romantisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tinggal di kota yang berbeda. Cukup jauh. Jarak belum menjadi masalah hubungan keduanya. Setiap pagi, tepat pukul 05.00, Bun membangunkan pria yang disayanginya itu. Tentu saja mengingatkan kewajiban sebagai seorang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cis, mendapatkan apa yang selama ini hanya terlintas dalam mimpinya. Bertemu dengan orang yang dianggapnya sebagai bidadari penyelamat. Bun datang dalam hidupnya, ketika Cis memohon kepada Sang Baik (istilah Aristoteles dalam menyebut Tuhan). Baginya, Bun adalah jawaban dari doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sama-sama belum merasakan eksistensi fisik secara utuh. Tapi, perasaan Bun dan Cis begitu kuat. Keduanya sadar dan paham, bahwa mereka tidak bertemu secara kebetulan. Kepercayaan dan keyakinan menjadi satu pondasi kokoh, sebagai substansi hubungan keduanya. Mereka mencoba mengimplementasikan satu bentuk cara beribadah. Kepada Yang Maha Baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, seorang wanita karier di sebuah hotel ternama di Bandung berkata,"Kalau semua niatnya ibadah, Insya Allah perjalanannya tidak akan sulit. Karena saya juga menganggap perkawinan sebagai media untuk mendekatkan diri padaNYA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu, menjadi satu bahan kontemplasi bagi Cis. Pria itu mengalami ketakutan yang sangat, akan sebuah ikatan sakral. Perasaan yang tiba-tiba muncul, setelah Bun mempertanyakan kelanjutan hubungan mereka. Cis merasa takut, kebebasannya akan terenggut. Selama ini, dia menganggap kebebasan adalah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, ketakutan yang dirasakan Cis mulai terkikis. Bun, secara sabar meyakinkan dan membuktikan cintanya. Dari posisi dirinya yang jauh, Cis sedang mencoba memantapkan hati dan niatnya. Dia berharap, segala keputusan untuk menjalin sumpah sakral, adalah jalan terbaik bagi keduanya. Karena manusia, tidak akan pernah tahu apa yang terjadi kemudian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4874333197313451824?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4874333197313451824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4874333197313451824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4874333197313451824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4874333197313451824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/04/ketika-proses-itu-tidak-bisa-ditolak.html' title='Ketika Proses itu Tidak Bisa Ditolak'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8634014251400334595</id><published>2010-03-03T19:59:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T21:16:15.148+07:00</updated><title type='text'>Dua Hari Semalam di Tempat Longsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S45ueYOe6lI/AAAAAAAAAMg/xBLOxeJxXMk/s1600-h/20100227dna_Evakuasi_Manual_01.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S45ueYOe6lI/AAAAAAAAAMg/xBLOxeJxXMk/s320/20100227dna_Evakuasi_Manual_01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444410467715836498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FOTO&lt;/span&gt;: Deni Denaswara&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAMIS (25/2)&lt;/span&gt;, tepat pukul 00.00, berada di lokasi longsor di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Suasana begitu sunyi, dan tidak ada penerangan. Hanya ada sinar bulan, dari separuh penampakkan dirinya. Terlihat mobil berjejer di sepanjang satu kilometer yang mendekati lokasi longsor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ambulans, truk TNI, mobil para relawan, dan mobil wartawan dari berbagai media nasional dan lokal. Aku memarkir mobil paling ujung, di depan dua mobil bertuliskan sebuah media televisi. Tiga mobil ini hanya berjarak beberapa meter dari lokasi longsor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embun pun mulai membatasi pandangan. Kedua kawan yang menemani, langsung tergolek di jok mobil. Aku keluar dari mobil, menuju bangunan SD Dewata, yang digunakan sebagai posko para relawan. Di posko itu, hanya ada dua lampu yang dinyalakan dengan diesel. Di tengah lapangan, terlihat empat pria sedang mengelilingi api unggun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekati mereka. Dua di antaranya adalah personil TNI, sedangkan sisanya adalah para mahasiswa pecinta alam, yang datang untuk membantu melakukan evakuasi. Seorang mahasiswa membuatkan kopi untukku. Kami pun ngobrol. Namun, karena badan begitu letih, aku mengakhiri obrolan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara makin dingin. Hanya terdengar sayup-sayup deru mesin diesel. Aku pun beranjak kembali ke mobil, dan langsung tidur di jok sopir. Kaca mobil sudah tertutup embun. Tidak ada peralatan yang memadai untuk menghangatkan badan. Maklum, perintah mendadak dan tidak diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju lokasi longsor, begitu menantang, kalau bukan dikatakan rusak parah! Menurut petunjuk jalan, jarak dari lokasi longsor ke jalan raya hanya sekitar 28 kilometer. Namun, butuh lebih dari dua jam untuk menuju ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang berkelok di gunung dengan batu sebesar kepala. Sisi kanan jurang, dan sisi kiri adalah tebing yang sewaktu-waktu bisa saja longsor. Beberapa jalur terdiri dari lumpur. Belum lagi sempitnya jalan, yang hanya bisa dilalui satu mobil. Selama dua jam lebih, badan terus tergoncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 07.00, lokasi perlahan mulai ramai. Para relawan, termasuk personil kepolisian dan TNI sudah menuju lokasi untuk mengevakuasi. Mobil terpaksa dipindahkan lumayan jauh, untuk memberi jalan bagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;backhoe&lt;/span&gt;, yang membantu mencari korban yang masih tertimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga mengatakan, semalam terjadi tiga kali longsor susulan. Tepat berada di atas mobil yang kuparkir! "Ada bunyi seperti gemuruh. Tapi tidak ada yang mendengar. Saya tidak mau berteriak, karena pasti membuat semua panik," ujar Kaef.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dikomando, tim evakuasi yang berasal dari 35 organisasi itu langsung mencari korban yang masih tertimbun. Sekitar pukul 08.15, ditemukan satu jenazah perempuan yang dipenuhi lumpur. Di posko informasi, sebanyak 47 korban hilang, sedangkan hingga hari itu baru 18 orang yang ditemukan. Dua di antaranya belum bisa diidentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu cerah. Deru tiga helikopter yang mengirim logistik, membuat suasana laiknya dalam perang. Belum lagi tangisan keluarga korban. Teriakan para relawan pun membuat ramai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa cukup mengambil data, aku pun memutuskan untuk kembali sekitar pukul 11.00. Cuaca pun mulai mendung. Dengan kaki masih penuh lumpur, aku pun menancap gas menuju markas dan sampai sekitar pukul 20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana longsor itu, hingga Rabu (3/3) sudah ditemukan sebanyak 32 jenazah. Sedangkan pencarian dihentikan mulai Senin (1/3). Diperkirakan, masih ada 11 jenazah lagi yang masih tertimbun. Karena pencarian dihentikan, lokasi longsor dijadikan kuburan massal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8634014251400334595?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8634014251400334595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8634014251400334595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8634014251400334595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8634014251400334595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/03/dua-hari-semalam-di-tempat-longsor.html' title='Dua Hari Semalam di Tempat Longsor'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S45ueYOe6lI/AAAAAAAAAMg/xBLOxeJxXMk/s72-c/20100227dna_Evakuasi_Manual_01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1403398145884666252</id><published>2010-02-17T20:38:00.004+07:00</published><updated>2010-02-17T21:53:43.603+07:00</updated><title type='text'>10 Keluarga Makan Pisang Mentah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S3wCIFPB7CI/AAAAAAAAAMI/UdajmlsusEo/s1600-h/20100217zz_Idun.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S3wCIFPB7CI/AAAAAAAAAMI/UdajmlsusEo/s320/20100217zz_Idun.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439224787824143394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEPULUH&lt;/span&gt; keluarga, yang tinggal di RW 10 Kampung Nyalindung, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih sering mengkonsumsi pisang mentah sebagai makanan pokok sehari-harinya. Selain pisang, mereka juga terkadang makan ketela dan labu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan Idun. Pria berusia 60 tahun ini tidak setiap hari makan beras. Kalaupun makan beras, ayah dengan tujuh anak ini hanya mendapat pemberian dari tetangga sekitar dan juga beras miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sering kalau makan pisang mentah dan buah labu yang ada di kebun, sesekali makan beras kalau dikasih tetangga," ujar warga RT 04, Kampung Nyalindung ini saat ditemui, Selasa (16/2). Jatah raskin sebanyak enam liter per bulannya, tidaklah mencukupi. Ia mengatakan kalau makan beras juga hanya memakai lauk sambal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sering makan pisang dan labu. Idun bersama istrinya, Mimi, tinggal di sebuah gubuk yang berukuran sekitar 2x4 meter.Bahkan, selama setahun belakangan, ia harus rela membagi gubuknya itu dengan seekor sapi, yang hanya diberi sekat kecil. Satu anak dan istrinya, beserta tiga cucunya pun tinggal di gubuk yang terbuat dari anyaman bambu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah itu hanya beratapkan jerami, yang dilapisi plastik agar air tidak masuk. Semua dindingnya pun terbuat dari anyaman bambu. Di dalam rumah itu, hanya ada satu kasur kecil, dan satu kompor kayu bakar. Adun mengaku sudah tinggal di gubuk yang terletak di tengah-tengah bukit ini selama 50 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat konversi minyak tanah ke gas beberapa waktu lalu, Adun mendapatkan kompor gas. Namun, karena untuk membeli kebutuhan pokok, pria yang sehari-harinya memberi makan sapi ini menjual kompor tersebut. Di gubuk itu juga, baru ada satu lampu yang baru terpasang selama lima bulan. Sebelumnya, untuk penerangan, Adun menggunakan patromak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lupa menjual berapa. Tapi terpaksa dijual karena butuh uang untuk makan sehari-hari," ujar Adun. Ia juga lupa, siapa pemilik sapi yang dipeliharanya itu. Yang ia tahu, seekor sapi itu milik seorang dokter yang ada di Kota Bandung. Pemilik itupun sudah sangat lama tidak mengunjungi tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua RW 10, Ayinandang, Adun adalah satu di antara sekitar 10 warganya yang kelaparan karena kekurangan beras. Sebagian besar warganya yang bekerja sebagai kuli, juga tidak mampu membeli beras setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum ada bantuan dari pemerintah. Raskin ada 40 karung untuk sekitar 200 kepala keluarga, rata-rata dapat enam sampai tujuh liter. Mana cukup," ujar pria berusia 36 tahun ini. Pihaknya berharap ada bantuan, dan pemerintah melihat kondisi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, M Lili Koesmadi mengatakan, kalau sudah termasuk rawan pangan pihaknya akan langsung membantu. "Kita belum mendapat laporan, karena harus ada acuan atau laporan, baik dari skala kepala desa maupun kecamatan," ujarnya saat dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pihaknya baru saja melakukan sosialisasi raskin terhadap 145 desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Pihaknya juga mengakui, saat ini jatah raskin kepada satu rumah tangga sasaran menjadi 13 kilogram. Menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 15 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juni nanti jumlah raskin akan dibagikan normal lagi," lanjutnya. Lili juga menegaskan, pihaknya juga sedang menggalakkan kepada masyarakat untuk tidak terlalu bergantung terhadap beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Megahan Pujiharto&lt;br /&gt;mengatakan, setelah mendengar hal itu pihaknya langsung&lt;br /&gt;mengirimkan satu karung beras untuk satu kepala keluarga. "Kita&lt;br /&gt;langsung cek ke camat, begitu dikonfirmasi. Kita beri beras, yang&lt;br /&gt;akan disalurkan kecamatan. Selain itu, pihak kecamatan juga akan&lt;br /&gt;membantu uang dan baju laik pakai," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1403398145884666252?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1403398145884666252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1403398145884666252' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1403398145884666252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1403398145884666252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/02/10-keluarga-makan-pisang-mentah.html' title='10 Keluarga Makan Pisang Mentah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S3wCIFPB7CI/AAAAAAAAAMI/UdajmlsusEo/s72-c/20100217zz_Idun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4227160321959645627</id><published>2010-02-03T21:21:00.004+07:00</published><updated>2010-02-03T22:15:47.628+07:00</updated><title type='text'>Hidup Bagai Topeng Monyet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S2mTEugEbYI/AAAAAAAAAMA/hil8vkcicN0/s1600-h/nyet1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S2mTEugEbYI/AAAAAAAAAMA/hil8vkcicN0/s320/nyet1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434036134810512770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NYARIS&lt;/span&gt; di satu sudut yang ada di perempatan lampu merah di kota ini, ada seekor monyet dan seorang pawangnya. Mereka disebut topeng monyet, sebuah atraksi yang menampilkan monyet sebagai lakon. Sedangkan pawang tadi, sebagai sutradara sekaligus pemelihara sang monyet, sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya sedikit tersenyum dengan tingkah laku seekor monyet. Walaupun gerimis, dia tetap saja beraksi di depan para pengendara yang berhenti karena lampu merah menyala. Setelah melakukan beberapa aksi, monyet yang diikat rantai itu menadahkan tangannya kepada para pengendara motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seorang pengendara memberikan selembar Rp 2.000, ia langsung berlari kecil, mendekati sang sutradara. Namun, sebelum memberikan lembaran uang kepada tuannya, monyet kelabu itu menaruh uang yang baru diterimanya ke dahinya. Bahkan, dengan lucunya kedua tangan memegang ujung secarik kertas itu, dan kemudian dijadikan alas sujud di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu akhirnya diambil sang tuan. Ia juga kembali menjulurkan rantai monyetnya, untuk kemudian beraksi kembali. Sebagai pelengkap, monyet itu diberikan motor-motoran dalam melakukan aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu, saya jadi berpikir. Sepertinya, hidup ini tidak jauh berbeda laiknya aksi topeng monyet yang barusan terlihat. Kita butuh sesuatu untuk mendapatkan uang, sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Sang tuan tadi, laiknya atasan atau pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkuasa penuh, memerintahkan bawahannya untuk melakukan apa saja. Baik yang terkait dengan kerja, atau mungkin di luar konteks tersebut. Jika terjadi kesalahan, atasan tersebut enggan dipersalahkan. Lagi-lagi, anak buahnya yang menjadi kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya, kalau ada sesuatu yang menguntungkan. Dengan otoritas yang dimilikinya, sang tuan bisa bebas membuat keputusan apapun itu. "Kalau tidak mau diperintah, ya wirausaha saja, enak bisa bebas melakukan apa saja sesuka kita," ujar seorang kawan. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat menjawab pertanyaan itu, fantasi abadi yang ada di otak kembali tersadar. Ternyata, sudah sampai di depan kamar kos tercinta. Hidup bagaikan aksi topeng monyet. Mau berlari, belum berdaya. Seorang kawan, beberapa menit lalu memberitahu. "Kita mungkin sebagai pejuang, tapi harus sadar. Perjuangan ini dimanfaatkan sebuah korporasi," ujar seorang kawan, yang mengaku bekas aktivis ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4227160321959645627?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4227160321959645627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4227160321959645627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4227160321959645627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4227160321959645627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/02/hidup-topeng-monyet.html' title='Hidup Bagai Topeng Monyet'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S2mTEugEbYI/AAAAAAAAAMA/hil8vkcicN0/s72-c/nyet1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1800144885909587545</id><published>2010-01-19T18:40:00.003+07:00</published><updated>2010-01-19T19:09:08.789+07:00</updated><title type='text'>Sebagian Tubuh Isah Lumpuh Setelah Dioperasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WbA3_g0nI/AAAAAAAAALo/XyLnW_EwPRo/s1600-h/20010119zz_Isah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WbA3_g0nI/AAAAAAAAALo/XyLnW_EwPRo/s320/20010119zz_Isah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428415365197648498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DI ruang tamu sebuah rumah bambu, dengan beralaskan kasur tipis, tergeletak seorang perempuan paruh baya. Namanya Isah, yang berusia 50 tahun. Sekitar satu bulan ini, perempuan yang memiliki satu anak ini melewati hari-harinya dengan berbaring, dan berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambutnya masih terlihat pendek. Di sisi kanan kepalanya, tepatnya di depan telinga, masih ada bekas luka hitam. Isah baru saja dioperasi sekitar Desember tahun lalu. Warga RT 01/05 Kampung Jalupang Kidul, Desa Girimukti, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat ini mengaku, setiap malam susah tidur karena bagian kiri tubuhnya sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan dan kaki kiri saya tidak bisa digerakkan. Kalau malam terasa sakit. Mata kanan saya juga tidak bisa untuk melihat," ujarnya sembari mengangkat tangan kirinya menggunakan tangan kanannya. Tangan kirinya terlihat lemas. Demikian juga kaki kirinya. Mata kanannya masih terbuka, tetapi Isah mengaku hanya bisa melihat dengan mata kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dari seorang putera ini mengatakan, keadaan ini harus diterimanya setelah dioperasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelumnya, Isah sudah memeriksakan mata kanannya yang tidak bisa melihat dengan baik di sebuah rumah sakit swasta di Bandung. Hasil diagnosa di rumah sakit itu menyebutkan, Isah memiliki tumor yang terdapat di belakang mata kanan, sehingga harus dilakukan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia baru bisa melakukan operasi pada Desember 2009 di RSHS, setelah terdaftar sebagai peseta Jamkesmas. Ia sempat dirawat selama 25 hari pasca operasi. "Kata dokter, biasanya memang lumpuh seperti ini kalau sudah dilakukan operasi. Kaki dan tangan kiri saya masih bisa sembuh, tapi lama. Sedangkan mata, katanya sudah tidak bisa normal kembali," ujarnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Isah masih terus memeriksakan kelumpuhannya secara rutin. Untuk melakukan pemeriksaan, Isah harus berangkat pukul 02.00, dan bisa sampai ke rumahnya kembali pada malam hari. Hal ini dilakukannya setiap pekan. Untuk bisa memeriksakan kondisinya, Isah harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harinya, ia tinggal dan dirawat oleh ibunya, Mak Acih. Sesekali dibantu beberapa kerabat dekatnya. Isah tinggal di sebuah rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk menuju ke kampung tersebut, paling tidak dibutuhkan waktu selama 2-3 jam, jika melalui Saguling. Rumahnya pun terletak di pinggir kampung. Harus melewati jalan setapak dan berlumpur untuk menuju kediaman Isah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Utama RSHS, Rizal Chaedir saat dihubungi, kemungkinan kaki dan tangan kiri tidak bisa digerakkan akibat stroke. "Tapi kalau yang dioperasi di mata, dan yang terkena di bawah, sangat jauh kemungkinan yang disebabkan kesalahan operasi," ujarnya. Menurutnya, pusat pergerakan ada di otak dan tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Rizal mengatakan, bisa saja kemungkinan terjadi dalam sebuah operasi. Ia menyebut istilah tersebut dengan kejadian yang tidak diharapkan. Mengenai kemungkinan adanya kesalahan dokter, Rizal harus membuktikannya terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tomat busuk itu kan harus dipisahkan dengan tomat yang lain. Tapi, harus dibuktikan terlebih dahulu. Dokter bukan yang menyembuhkan, tapi ada Tuhan. Kita hanya membantu dalam masalah pengobatan," tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1800144885909587545?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1800144885909587545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1800144885909587545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1800144885909587545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1800144885909587545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/01/sebagian-tubuh-isah-lumpuh-setelah.html' title='Sebagian Tubuh Isah Lumpuh Setelah Dioperasi'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WbA3_g0nI/AAAAAAAAALo/XyLnW_EwPRo/s72-c/20010119zz_Isah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-87582605885569445</id><published>2010-01-19T18:31:00.002+07:00</published><updated>2010-01-19T18:38:53.021+07:00</updated><title type='text'>Leni Ditolak Berobat Menggunakan Gakin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WZkdreGpI/AAAAAAAAALg/BhQKYF72uiQ/s1600-h/20100118zz_Leni_02.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WZkdreGpI/AAAAAAAAALg/BhQKYF72uiQ/s320/20100118zz_Leni_02.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428413777586297490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LENI&lt;/span&gt; Nurhasanah, hanya duduk terdiam di ruang tamu di rumahnya, di RT 01/04, Kampung Cihurang, Kelurahan Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (18/1) siang. Bocah berusia 10 tahun ini baru saja pulang dari sekolahnya, di SD Lamping Sari, yang terletak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Eman Sulaeman (54) dan Eneng (56) ini, memiliki anus tidak di tempat yang seharusnya. Kelainan ini sudah dirasakannya sejak dilahirkan. Baru dua tahun ini, Leni membuang air besar melalui saluran yang dibuat di perut sebelah kirinya, hasil operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak 2008, kita baru bisa mengantarnya untuk operasi di RSHS, karena ada program Keluarga Miskin Daerah (Gakinda)," jelas Asep Pera, kakak tertua Leni. Pria berusia 27 tahun ini menambahkan, keluarganya tidak terdaftar dalam Jamkesmas, karena kuotanya sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menceritakan, sebelum dibuat saluran pembuangan di perut, Leni selalu membuang air besar melalui lubang kecil yang letaknya dekat dengan alat kelaminnya. Setiap membuang air besar melalui lubang itu, Leni selalu menangis, menahan kesakitan karena hanya bisa mengeluarkan kotoran sebesar sebatang lidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubang pembuangan sekarang, hanya ditutupi plastik transparan, yang ditempel menggunakan double tape. Dalam satu hari, Leni bisa membuang air besar sebanyak empat kali. Setelah itu, saluran pembuangan itu dibersihkan dengan kapas dan air hangat, demi menghindari terjadinya infeksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep mengaku, pernah membawa saat adiknya itu masih berusia 8 bulan ke RSHS. Namun, saat sedang mengantre, operasi itu tidak jadi dilakukan. "Alasan susternya ketika itu, dokternya sedang seminar. Padahal Leni menangis terus. Justru kita disuruh ke RS Cibabat di Cimahi," ujarnya. Ia pun mengantar Leni menuju RS Cibabat dengan ayahnya. Karena tidak memiliki alat untuk melakukan operasi, RS Cibabat pun memberikan rujukan kepada Asep untuk membawa adiknya ke RSHS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pengalaman itulah, Asep kemudian enggan membawa Leni ke rumah sakit lagi. "Sebagai orang kecil, sakit sekali diperlakukan seperti itu," kesalnya. Setelah mendengar adanya Gakinda, barulah Asep membawa Leni ke RSHS untuk melakukan operasi. Walaupun banyak persyaratan dan fotokopi berkas yang banyak, Asep tetap bertekad menyembuhkan adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan operasi, sekitar dua pekan lalu Leni dibawa ke RSHS untuk rawat jalan. Namun, karena Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menunggak biaya pengobatan kepada RSHS, Asep tidak bisa mendapatkan program Gakinda. Sekali pemeriksaan, ia harus membayar sekitar Rp 600 ribu karena membayar seperti masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru sekali, karena tidak ada uang untuk terus melakukan rawat jalan," jelas Asep yang memiliki pendapatan sebesar Rp 60 ribu per bulannya, dari hasil menjahit. Asep mengatakan, Leni ditolak untuk membayar menggunakan Gakin, karena tunggakan yang belum terbayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun, Leni disarankan untuk dioperasi kembali, yaitu untuk membuat lubang anus di tempat yang semestinya. Namun, lagi-lagi berbagai kendala ditemui Asep. Selain kamar inap yang penuh, ia juga harus membayar sekitar Rp 20 juta untuk biaya operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Ernawan, didampingi istri dan Kadinkes, langsung melihat keadaan Leni. Kadinkes Kabupaten Bandung Barat, Pupu Sari Rohayati mengatakan, Leni bukan ditolak, tetapi hanya butuh waktu. "Kita juga sedang melakukan pembicaraan untuk membuat MoU dengan RSHS. Tinggal menunggu Peraturan Gubernur," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia langsung menyuruh Asep mengantar Leni ke RSHS, dan tidak perlu membayar biaya operasi. Menurut Pupu, pembayaran bisa dilakukan menyusul. Pupu juga menyebutkan, saat ini ada sekitar 230 ribu Gakin  di Kabupaten Bandung Barat. Namun, alokasi dari APBD tahun ini hanya sebesar Rp 1 miliar. "Idealnya, alokasinya sebanyak Rp 17 miliar, dengan tanggungan mencapai Rp 5 juta setiap pasien," lanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ernawan menambahkan, pihaknya akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi masyarakat yang mampu, yang memanfaatkan program Jamkesmas dan Gakin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-87582605885569445?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/87582605885569445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=87582605885569445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/87582605885569445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/87582605885569445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/01/leni-ditolak-berobat-menggunakan-gakin.html' title='Leni Ditolak Berobat Menggunakan Gakin'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/S1WZkdreGpI/AAAAAAAAALg/BhQKYF72uiQ/s72-c/20100118zz_Leni_02.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-518470901217536619</id><published>2010-01-16T01:44:00.003+07:00</published><updated>2010-01-17T18:06:06.179+07:00</updated><title type='text'>Maaf, Saya Adalah Pembangkang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TOREHAN&lt;/span&gt; tinta, terus menghiasi kertas demi kertas notes. Mencatat setiap hal yang menarik dan penting dari pernyataan yang keluar dari mulut seseorang. Semakin lantang, semakin indah untuk disimak. Gerakan tangannya pun tidak luput dari pandangan. Tulisan yang tidak bisa dibaca sebagian besar orang, akhirnya tersusun dalam sebuah karya, yang menyuguhkan informasi, edukasi, dan solusi bagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cakar ayam&lt;/span&gt; itulah, fakta terungkap. Dari lembar demi lembar notes itulah, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang ada di sekelilingnya. Bahkan, dari coretan tidak beraturan itu, banyak kasus terkuak. Namun, bisa saja pemutarbalikkan fakta terjadi. Semua, berawal dari torehan tinta sang penulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak coretan itu, ternyata tidak hanya berdampak di lingkungan luar. Di dalam pun tidak kalah kerasnya. Melemahkan militansi pemikiran penulis coretan tadi. Akhirnya, penulis sadar, bahwa perjuangan itu dilakukan sendiri. Hanya kawan- kawan yang berprofesi yang sama, yang bisa berjuang. Dan, mengalami tekanan yang sama. Tidak semua bisa mengerti dan memahami apa yang dikerjakan penulis tadi. Sipenulis itu, tetap berusaha mempertahankan pendirian, bahwa inilah satu bentuk pilihan hidup. Sebuah keputusan yang memiliki konsekuensi cukup fatal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis coretan itu, berusaha menyuarakan aspirasi di bawah. Sekaligus menentang penguasa lalim. Tanpa sadar, apa yang dilawan dan diperjuangkannya itu, ada di hadapannya. Secara nyata! Untuk yang kesekian kalinya, penulis itu merekonstruksi lagi coretan-coretan yang pernah dibuatnya. Ternyata, tetap tidak ada kesalahan dalam orat-oretnya di tumpukan notes yang selama ini menjadi alat profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, pemikiran dan karyanya mati. Tapi, penulis coretan itu, tetap melawan. Terus melawan. Dengan tegas, dia pernah berkata,"Maaf, saya adalah pembangkang bagi penguasa lalim seperti anda!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-518470901217536619?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/518470901217536619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=518470901217536619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/518470901217536619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/518470901217536619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2010/01/maaf-saya-adalah-pembangkang.html' title='Maaf, Saya Adalah Pembangkang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1406053531233819628</id><published>2009-12-26T19:53:00.003+07:00</published><updated>2009-12-26T20:11:01.119+07:00</updated><title type='text'>Bangunan Rumah Jerman itu Tinggal Puing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzYLF-3EJ-I/AAAAAAAAALQ/Yd5Eal4CtpA/s1600-h/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+08.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzYLF-3EJ-I/AAAAAAAAALQ/Yd5Eal4CtpA/s320/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+08.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419531398988179426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RUMAH&lt;/span&gt; Jerman. Itulah sebutan untuk bangunan yang terletak di Cukul, Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat. Bangunan yang terletak tepat di puncak bukit itu, kini tinggal tersisa puing-puing, akibat goncangan gempa pada September lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tersisa beberapa tiang penyangga yang terbuat dari besi, yang berdiri di antara puing-puing bangunan, dan satu bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang. Namun, bangunan itu pun terlihat rusak parah di bagian atap dan balkonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemegahan bangunan yang dibangun sekitar 1930 ini, hanya tinggal kenangan. Saat Rumah Jerman masih berdiri, sudah terlihat jelas dari gerbang masuk Cukul Estate. Rumah dengan gaya arsitektur Eropa ini dikelilingi bukit. Selain itu, tepat di depannya yang menjorok ke bawah, terdapat sungai kecil dengan air yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Jerman tidak hanya sering dikunjungi wisatawan, sebagai background foto. Beberapa kali rumah ini juga digunakan sebagai lokasi syuting film Indonesia, seperti film Sundelbolong dan Tentang Cinta. Letaknya pun tidak jauh dari rumah penduduk di sekitarnya, yang berada di lereng bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Jerman pun memiliki posisi yang sangat strategis dan memiliki view yang indah. Berada di puncak bukit dengan suhu udara yang dingin. Dari bangunan ini, pengunjung bisa memandangi kebun teh yang berada hampir di setiap bukit yang ada di sekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjaga Rumah Jerman, Erwin, rumah itu baru saja dirubuhkan sekitar dua pekan lalu. "Hampir semua bangunan rumah itu rusak parah karena gempa. Rencananya mau direnovasi awal Desember," ujarnya saat ditemui, Sabtu (28/11). Ia menambahkan, sudah dua tahun rumah itu dikelola PT Tatar Anyar Indonesia, setelah sebelumnya dikelola warga Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berusia 40 tahun ini menceritakan, pada awalnya, Rumah Jerman dibangun warga Inggris yang juga memiliki lahan di sekeliling bukit. Lahan itu kemudian dijadikan kebun teh, dengan luas sekitar 3.000 hektare di sekitar Pangalengan. Disebut Rumah Jerman, karena rumah itu memiliki gaya arsitektur Jerman kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rumah itu digunakan sebagai pertemuan dengan petani teh, atau tempat peristirahatan orang Inggris itu," lanjut Erwin, yang sudah 10 tahun menjaga dan merawat Rumah Jerman. Selama dirinya menjaga bangunan megah itu, setiap bulan pemiliknya selalu mampir dan membersihkan rumah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1406053531233819628?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1406053531233819628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1406053531233819628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1406053531233819628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1406053531233819628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/bangunan-rumah-jerman-itu-tinggal-puing.html' title='Bangunan Rumah Jerman itu Tinggal Puing'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzYLF-3EJ-I/AAAAAAAAALQ/Yd5Eal4CtpA/s72-c/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+08.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1392807526933382092</id><published>2009-12-26T17:39:00.001+07:00</published><updated>2009-12-26T17:40:58.737+07:00</updated><title type='text'>Anak SMP Diperkosa Ayahnya Empat Kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzXoGzTJYeI/AAAAAAAAAK8/UKJYNGbnPCM/s1600-h/pemerkosaan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzXoGzTJYeI/AAAAAAAAAK8/UKJYNGbnPCM/s320/pemerkosaan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419492930157634018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;US&lt;/span&gt;, tega memerkosa puterinya sendiri, sebut saja Melati, yang masih berusia 16 tahun. Pria berusia 42 tahun ini melakukan pemerkosaan sebanyak empat kali. Akibat perlakuan ayah kandungnya itu, Melati saat ini sudah memiliki anak yang berusia lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian pemerkosaan itu terjadi sekitar lima tahun lalu. Beberapa hari setelah melakukan pemerkosaan, warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi ini langsung melarikan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melarikan diri, Usup sempat melaporkan kepada polisi pada 2004, bahwa Melati hamil akibat diperkosa seorang pemuda yang tidak dikenal. Bahkan sempat dilakukan visum terhadap Melati. Namun, ketika polisi hendak melakukan penyelidikan, Usup menghilang. Melati pun akhirnya mengaku, dirinya diperkosa ayah kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lupa kejadian tepatnya kapan, tetapi saya ingat kalau kejadian itu terjadi pada siang hari," ujar Usup, di depan petugas Polresta Cimahi, Jumat (25/12). Ia mengatakan, saat itu ada istrinya yang tidur di kamar dan Melati yang sedang tidur di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tiga anak ini mengungkapkan, sebelum melakukan aksi bejatnya, ia menenggak minuman keras yang dibawakan temannya. Dalam keadaan mabuk itulah, Usup memperkosa Melati dengan mencekik lehernya dan mengancam tidak akan diberikan uang saku kalau tidak menuruti kemauannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah itu, saya berikan Melati uang Rp 30 ribu biar dia tidak ngomong sama ibunya," ujarnya. Perbuatan itu akhirnya dilakukan lagi sebanyak tiga kali. Usup beralasan, dia tidak tahan menahan hasratnya karena istrinya menolak diajak berhubungan badan dengan alasan capai. Selain itu, istrinya juga enggan memiliki banyak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Usup melarikan diri, ia mengaku memiliki tugas ke luar kota. Pria yang sehari-harinya sebagai pekerja konstruksi bangunan ini tetap berkomunikasi dengan anaknya dan istrinya. "Saya tetap mengirimkan uang juga, walau sekadarnya. Dan istri saya pun belum tahu kalau anak yang dilahirkan Melati itu adalah anak saya juga," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kasatreskrim Polresta Cimahi, AKP Ahmad Zubair, pelaku bisa ditangkap saat hendak membeli obat penahan sakit kaki kirinya yang cacat, di sebuah apotek di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. "Dia ditangkap seorang anggota yang mengenali wajah pelaku, karena masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubair menambahkan, pelaku diancam dengan UU No 23 Tahun 2002 Pasal 81 Tentang perlindungan Anak, dan Pasal 285 subs 294 KUHP pidana, dengan maksimal kurungan selama 15 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1392807526933382092?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1392807526933382092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1392807526933382092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1392807526933382092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1392807526933382092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/anak-smp-diperkosa-ayahnya-empat-kali.html' title='Anak SMP Diperkosa Ayahnya Empat Kali'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SzXoGzTJYeI/AAAAAAAAAK8/UKJYNGbnPCM/s72-c/pemerkosaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4215951738296519436</id><published>2009-12-18T18:40:00.002+07:00</published><updated>2009-12-18T18:49:11.485+07:00</updated><title type='text'>Ruang, Waktu, dan Materi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RUANG&lt;/span&gt;, waktu, dan materi. Tiga hal mendasar dalam filosofis hidup. Materi bisa berarti benda, atau diri kita sebagai manusia. Sedangkan ruang dan waktu, tidak perlu dijelaskan di sini. Tulisan ini mencoba membahas materi, bukan dalam pengertian benda, tetapi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi, membutuhkan waktu dan ruang untuk bergerak. Setiap detik, materi terus melakukan pergerakan dan perubahan. Terus dan terus, selama ruh masih menaungi dan mengontrol seluruh organ tubuh. Kalaupun manusia itu mati, dia tetap masih bisa melakukan aktivitasnya. Namun, pemahaman ini menjadi dogmatis dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, karena tidak ada satupun manusia yang bisa menceritakan kehidupannya setelah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengenalan ruang dan waktu, materi memiliki lima indera. Masing-masing memiliki fungsi strategis dan berkorelasi. Konsolidasi peran indera itu kemudian yang menciptakan beragam bentuk materi yang lain, yang ada di sekeliling manusia. Seperti ada meja, kursi, dan adanya manusia yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak semua manusia memaksimalkan potensi indera yang dimiliki. Satu implikasi dari pemanfaatan indera ini, yang kemudian membedakan posisi manusia terhadap manusia yang lain. Si A bisa menjadi orang yang sukses secara karir karena secara cepat memanfaatkan peluang yang ada. Sedangkan si B hanya melulu menjadi pesuruh, karena enggan memacu inderanya. Padahal, keduanya sama-sama memiliki potensi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogi itu, adalah bentuk kompetisi dalam satu di antara tahapan proses hidup, atau dunia kerja. Sebagian besar manusia menyebutnya, inilah dunia nyata! 'Kekejaman' kompetisi, yang kemudian hidup itu menjadi keras. Tidak ada celah sedikitpun untuk bernafas. Pemikiran dan tindakan terus dipacu setiap waktu. Berdampak negatif pada keterasingan diri dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;profit oriented&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi kata bersama. Tidak ada lagi kehidupan komunal yang heterogen. Namun, ini adalah sebuah kesepakatan yang tanpa disadari telah melibatkan manusia itu sendiri dalam membuat keputusan. Kalaupun sadar, maka dia akan terjebak dalam kejamnya kompetisi tadi. Ah, ini adalah retorika yang tidak akan berujung. Setelah terus terpacu, manusia membutuhkan sedikit ruang dan waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4215951738296519436?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4215951738296519436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4215951738296519436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4215951738296519436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4215951738296519436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/ruang-waktu-dan-materi.html' title='Ruang, Waktu, dan Materi'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-9066575529330144411</id><published>2009-12-12T19:08:00.005+07:00</published><updated>2009-12-14T19:20:32.982+07:00</updated><title type='text'>Senyuman Khas yang Tulus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SyYtcLjuzzI/AAAAAAAAAIg/GxjUoY_qxZY/s1600-h/Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SyYtcLjuzzI/AAAAAAAAAIg/GxjUoY_qxZY/s320/Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415065564121845554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KERETA&lt;/span&gt; Lodaya dari Bandung, perlahan mengurangi kecepatannya. Beberapa menit kemudian, kereta itu menyandarkan gerbongnya di Stasiun Tugu, Jogja. Tepat pukul 04.15, pada Kamis (10/12). Suasana stasiun, masih senyap. Hanya ada beberapa kurir berseragam kuning, yang menawarkan tenaganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian penumpang, berlari kecil, menuju ke arah musala. "Terima kasih yo, Mas," ucap seorang perempuan, yang membawa barang berupa empat karton. Ia dan dua kawannya, kemudian berlalu menuju pintu keluar. Tidak lama berselang, kereta Lodaya juga ikut berlalu, menuju Stasiun Balapan, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musala, mulai penuh didatangi para penumpang yang baru turun. Di depannya, berdiri beberapa orang, menawarkan jasa ojeknya. Suasana, kembali hening. Hanya terdengar lantunan ayat suci, dari orang yang mengimami salat subuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam klasik dengan ukuran besar, yang dipajang di atas ruang tunggu penumpang, menunjukkan pukul 04.45. Stasiun mulai ditinggalkan penumpang. Tetapi, dia belum juga datang menjemput. Seperti biasa, menunggu di stasiun, ditemani secangkir kopi dan tiga batang rokok putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar matahari, mulai menyapa. Kereta demi kereta yang berasal dari arah barat, mulai berdatangan. Stasiun dipenuhi para penumpang. Di gerbang stasiun, sopir dan taksinya setia menawarkan jasa kepada setiap orang yang keluar dari stasiun. Tukang ojek dan tukang bejak, tidak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia berdiri tepat di tengah-tengah pintu gerbang stasiun. Lengkap dengan menggendong tas ranselnya. Wajahnya kemudian berbalik, dan tersenyum. Senyuman yang khas, dan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, menjadi pagi yang belum pernah ada sebelumnya. Pagi yang cerah, seperti senyuman yang juga mencerahkan hati. Jogja, saya datang... (bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-9066575529330144411?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/9066575529330144411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=9066575529330144411' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9066575529330144411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/9066575529330144411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/senyuman-khas-yang-tulus.html' title='Senyuman Khas yang Tulus'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SyYtcLjuzzI/AAAAAAAAAIg/GxjUoY_qxZY/s72-c/Stasiun_keretaapi_yogyakarta-by-win4sure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5637319745452140026</id><published>2009-12-05T18:33:00.003+07:00</published><updated>2009-12-05T19:25:05.744+07:00</updated><title type='text'>Wisata Sehari Mengenal Gunung Puntang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SxpQ2TxgE3I/AAAAAAAAAIY/bcvxmUwMR4Q/s1600-h/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+07.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SxpQ2TxgE3I/AAAAAAAAAIY/bcvxmUwMR4Q/s320/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+07.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411726796190126962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SABTU&lt;/span&gt; (28/11) sekitar pukul 06.30, rombongan peserta Jajal Geotrek II telah berkumpul di depan Kampus ITB. Peserta terdiri dari berbagai kalangan, termasuk penulis buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wisata Bumi Cekungan Bandung&lt;/span&gt;, Budi Bramantyo dan T Bachtiar. Tujuan Jajal Geotrek yang difasilitasi Truedee Pustaka Sejati kali ini adalah Gunung Puntang, yang terletak di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan yang berjumlah 60 peserta ini berangkat dengan mengendarai dua bus ITB. Perjalanan menuju Gunung Puntang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Sesampainya di kawasan Gunung Puntang, yang merupakan lereng Gunung Malabar, peserta langsung menuju puing-puing bangunan yang dulunya digunakan sebagai stasiun radio Malabar. Puing-puing bangunan itu terlihat dibiarkan begitu saja. Pemancar stasiun radio Malabar didirikan oleh dr de Groot pada Mei 1923 di zaman Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, stasiun ini memiliki antena yang digunakan untuk memancarkan sinyal radio memiliki panjang 2 kilometer, membentang di antara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter. Antena pemancar itu digunakan sebagai komunikasi langsung dengan pihak Belanda yang berjarak sekitar 12 ribu kilometer. Seorang peserta, Ridwan mengatakan, kemungkinan bentuk cekungan Bandung merupakan tempat ideal bagi pemancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya cekungan ini digunakan sebagai parabola untuk mengirimkan sinyal ke Belanda. Apalagi arahnya juga menuju negeri Kincir Angin itu," ujarnya, yang didampingi Bramantyo dan Bachtiar. Letaknya yang dikelilingi pohon pinus dan berada di sekitar 1.200 di atas permukaan laut, membuat bangunan itu menjadi tempat yang strategis untuk melakukan komunikasi pada zamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara puing-puing bangunan itu ada beberapa nama yang dahulunya bertugas menjalankan pemancar tersebut. Seperti Mr. Han Moo Key, Mr. Nelan, Mr. Vallaken, Mr. Bickman, Mr. Hodskey, Ir. Ong Keh Kong, serta masyarakat setempat. Kata 'Halo Bandung' yang dijadikan lirik lagu oleh Ismail Marzuki, terkenal sampai saat ini juga berawal dari siaran stasiun radio Malabar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan radio Malabar ini ditemukan seorang penduduk, Utay Muchtar, setelah bertahun-tahun tidak ada yang mengetahuinya. Saat ditemukan, bangunan stasiun radio itu tinggal puing-puing. Diperkirakan akibat serangan yang dilakukan Jepang, untuk merebut kekuasaan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bangunan stasiun radio Malabar, di kawasan Gunung Puntang juga terbentang Sungai Cigeureuh. Air sungai ini begitu jernih. Di sisi kanan sungai, ada sebuah kolam besar, yang disebut dengan Kolam Cinta. Kepercayaan masyarakat setempat, jika sejoli berpacaran di lokasi ini, akan membawa dampak kepada kelanjutan hubungan mereka. Namun, saat ini kolam ini pun sudah tidak berbentuk hati. Tidak ada air yang ditampung. Hanya rerumputan yang sudah memenuhi sebagaian besar kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepohonan pinus yang berada di kawasan Gunung Puntang juga sudah tidak terlihat lebat lagi. Hal ini dikarenakan kawasan gunung ini termasuk dalam hutan produksi. Menurut Bachtiar, seharusnya pemerintah melihat potensi wisata sejarah yang ada di gunung yang terletak di Selatan Bandung ini. "Pemerintah juga harus memperhitungkan, keuntungan dari hasil hutan produksi dan ekowisata," ujarnya. Jika lebih memilih kepada hutan produksi, harus ada aturan yang mengatur penebangan pohon berdasarkan kemiringan lahan. Kalau tidak, bencara longsor bisa mengancam kawasan tersebut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selesai melakukan eksplorasi di Gunung Puntang, rombongan menuju Rumah Bosscha. Rumah tempat peristirahatan Karel Albert Rudolf Bosscha yang didirikan pada 1897 ini mengalami rusak berat, akibat gempa yang mengguncang Jawa Barat beberapa bulan lalu. Rumah yang berada di tengah-tengah perkebunan teh Malabar ini sudah tidak laik untuk ditempati. Beberapa bagian atapnya runtuh, begitu juga dengan dindingnya, yang sebagian besar jebol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa tiang penyangga yang terbuat dari kayu masih kokoh menahan bangunan. Biasanya, bangunan ini sering disewakan wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Letaknya yang dikelilingi perkebunan teh, dan udara pegunungan yang sejuk, membuat rumah ini menjadi sebuah tempat yang cocok untuk dikunjungi. Pengunjung juga bisa menikmati segarnya daun teh hasil dari perkebunan. Saat ini, gedung itu masih dibiarkan rusak dengan beberapa tiang penyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan kemudian menuju Rumah Jerman, yang menjadi tujuan akhir wisata sehari itu. Rumah Jerman terletak di Kompleks Cukul, masih di wilayah Pangalengan. Sayangnya, rumah yang dibangun sekitar 1930 ini sudah tinggal puing-puing. Bangunan ini juga rusak parah akibat gempa, sehingga dua pekan lalu akhirnya dirubuhkan. Menurut penjaga Rumah Jerman, Erwin, bangunan itu akan direnovasi oleh pengelola pada Desember. "Rumah itu sudah dua tahun dikelola sebuah perusahaan minuman teh di Indonesia," ujar Erwin yang sudah menjaga rumah itu sekitar 10 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5637319745452140026?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5637319745452140026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5637319745452140026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5637319745452140026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5637319745452140026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/wisata-sehari-mengenal-gunung-puntang.html' title='Wisata Sehari Mengenal Gunung Puntang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SxpQ2TxgE3I/AAAAAAAAAIY/bcvxmUwMR4Q/s72-c/Agung+Yulianto+Wibowo_Jajal+Geotrek+07.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4889525078608594297</id><published>2009-12-02T23:02:00.003+07:00</published><updated>2009-12-03T00:09:32.613+07:00</updated><title type='text'>Lamunan Sore yang Berarti</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKU&lt;/span&gt; hanya memandang segelas kopi, yang terletak di depan posisiku duduk. Terdiam. Jaket hitam yang sering kugunakan bekerja, masih menempel di badan ini. Perlahan, aku meraih segelas kopi dan menyeruputnya. Sebatang rokok putih kubakar dan kuisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari perlahan mulai gelap. Pintu kamar kos, yang baru beberapa hari kuhuni masih terbuka. Sinar matahari pun mulai menghilang. Aku belum beranjak dari kasur, menikmati segelas kopi dan sebatang rokok. Sengaja berlama-lama, melepas keletihan badan dan kepenatan otak setelah bekerja seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku kemudian mengingat sesuatu hal. Kesalahan yang sama, yang masih kulakukan sampai saat ini. Kesalahan terbesar. Bahkan, seberapa besar kebaikan yang selama ini telah kulakukan, tidak mampu membayar semua dosa-dosa termanis itu. Ah, semua sudah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, perasaan dan pikiran terasa kacau. Serasa ingin berontak, menuntut keadilan dari semua yang ada. Namun, aku sadar, aku terjebak. Akal sehatku mulai mati. Setan dalam hati tertawa. Ada apa ini? Aku merasa, satu tahun yang berlalu, bukan mencerminkan diriku yang sebenarnya. Kesombongan telah menjerumuskan sikap dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, dia telah datang dengan membawa perubahan dan harapan baru. Distorsi yang terlalu kuat, tidak mampu kutahan. Aku kembali mengalami perang batin, yang dua tahun lalu mulai menerpa. Kucoba mengingat kesalahan-kesalahan itu, untuk yang ke sekian kalinya. Munafik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uluran tangan itu masih saja kutampik. Padahal aku mengharapkannya dengan sangat. Tidak. Tidak. Bukan uluran tangan darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumandang azan Magrib menyadarkan lamunanku. Tangan kananku pun terasa panas. Sebatang rokok yang kugenggam, ternyata sudah terbakar habis sampai gabusnya. Langsung saja kusudutkan ke dasar asbak. Konstelasi pemikiranku sudah mulai terkikis. Esok, masih saja datang dengan cahaya baru. Namun, aku tidak tahu, sampai kapan perjalanan berat ini bisa memunculkan kedamaian, yang saat ini hanya datang dalam fantasi abadiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4889525078608594297?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4889525078608594297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4889525078608594297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4889525078608594297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4889525078608594297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/aku-hanya-memandang-segelas-kopi-yang.html' title='Lamunan Sore yang Berarti'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1090223641988852953</id><published>2009-12-01T20:40:00.003+07:00</published><updated>2009-12-01T23:36:22.970+07:00</updated><title type='text'>Kisah Akhir Perjalanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKHIR&lt;/span&gt;, memiliki antonim kata awal. Berarti, segala sesuatu yang berawal, pastilah berakhir. Begitu juga proses sebuah kehidupan. Dari terciptanya alam semesta ini, hingga manusia kemudian dilahirkan. Pada suatu saat, semuanya akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun yang tahu, kapan dan bagaimana akhir akan terjadi. Manusia hanya sebatas meraba. Baik berdasarkan pengalaman empiris dan membaca indikasi-indikasi kemungkinan yang bakal terjadi. Hal inilah yang merupakan keterbatasan yang ada dalam organ manusia, dari pola pikir dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasionalitas bekerja dengan batas-batas tertentu. Begitu juga dengan seluruh indera yang dimiliki. Manusia sering menyebutnya sebagai misteri. Pernahkah kita berpikir, bagaimana kehidupan setelah kematian? "Janganlah terlalu memikirkan sesuatu yang bukan urusan kita. Apalagi di luar jangkauan pemikiran manusia," ujar seorang kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keniscayaan hidup adalah mati. Sehebat apapun, kematian tidak dapat dihindari dan tidak dapat diketahui datangnya. Memang benar kata kawan tadi. Namun, bukankah kehidupan abadi hanya ada setelah kematian datang? Pertanyaan inipun belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Dan hanya bisa diungkapkan dengan landasan berpikir yang mengacu pada dogmatisme agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif idealisme memandang semua manusia pada dasarnya dilahirkan dengan memiliki sifat-sifat yang baik. Namun, sifat itu akan terkikis sedikit demi sedikit oleh kenikmatan yang ada di dunia. Kemampuan merasakan nikmat itu disebut nafsu, yang terdiri dari nafsu batin dan lahiriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyeimbangkan keinginan nafsu, manusia memiliki otak untuk memilah apa yang hendak dilakukannya. Namun, ketika manusia itu tidak mampu mengendalikan nafsunya sendiri, dia butuh bantuan. Bantuan itu pun tergantung manusia itu sendiri. Begitu banyak media yang menawarkan bantuan. Kita tinggal memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, perjalanan ini akan menemui titik klimaksnya. Kebaikan atau sebaliknya, ada di tangan masing-masing. Saat ini, ada beberapa pilihan yang akan membantu, bagaimana cara mengakhiri semua dengan baik. Niat baik dan proses yang baik pula, akan membantu menemukan ujung yang sesuai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1090223641988852953?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1090223641988852953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1090223641988852953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1090223641988852953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1090223641988852953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/12/kisah-akhir-perjalanan.html' title='Kisah Akhir Perjalanan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-6371697362524666568</id><published>2009-11-29T22:53:00.002+07:00</published><updated>2009-11-29T23:42:34.405+07:00</updated><title type='text'>Harapan Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MALAM&lt;/span&gt; ini, pilihan itu akhirnya sudah diputuskan. Walaupun begitu banyak kenangan dan kenyamanan yang harus dikorbankan, toh pada akhirnya mengharapkan sesuatu yang baru. Tentu demi perkembangan diri, secara pemikiran dan merekonstruksi identitas. Harapan baru, itulah ekspektasi dari apa yang saya sebut dengan hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini sebagai implementasi, dari mana saya harus memulainya. Dan, segala keputusan memiliki konsekuensi. Namun, ada sebuah kalimat dari seseorang yang membuat niat berkontemplasi ini menjadi lebih bermakna. Kalimat itu bagai bisikan mama, yang memiliki kekuatan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak orang yang mengeluh dan enggan melakukan apa-apa. Apakah saya harus seperti mereka? Tidak dan tidak! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruangan baru ini, beberapa pemikiran yang sempat rapuh harus kembali ditata pondasinya. Sistematika pola pikir pun harus menemukan tujuannya. Tidak hanya berputar tanpa titik ujung. Apalagi terbawa arus negatif dan menimbulkan stigma bagi publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dan perjuangan ini masih panjang. Tidak akan pernah berhenti, hingga kehidupan ini berakhir. Entah sampai kapan. Harapan baru yang saya dapatkan malam ini, menjadi satu motivasi dalam meraih ambisi yang selama ini sekadar mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-6371697362524666568?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/6371697362524666568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=6371697362524666568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6371697362524666568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/6371697362524666568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/11/harapan-baru.html' title='Harapan Baru'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4166578966791100135</id><published>2009-11-20T16:30:00.006+07:00</published><updated>2009-11-26T20:52:34.908+07:00</updated><title type='text'>Melepas Lelah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SATU&lt;/span&gt; tahun lebih mencoba melakukan eksplorasi di kota ini. Masih belajar menemukan identitas diri. Beberapa prinsip yang tidak mendasar, akhirnya harus rela untuk diubah, tanpa meninggalkan tujuan utamanya. Pemikiran pun harus mengurangi intensitasnya, dan lebih mengedepankan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju perubahan dinamika begitu cepat. Tidak ada istilah keadilan secara obyektif. Dalam beberapa permasalahan, pemikiran seringkali melakukan pemberontakan. Namun, kolaborasi pikiran dan nurani belum sekuat tekanan dari realita itu sendiri. Konsiderasi yang ada pun belum mampu mempengaruhi pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada dasarnya adalah munafik, di mana simbol-simbol itu terlihat jelas dari setiap tindakannya. Implikasi dari kemunafikan tidak hanya ditanggung subyek itu sendiri, tetapi juga melibatkan subyek lainnya. Pada akhirnya, kemunafikan yang sistematis dan kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dan seni, adalah dua rangkaian yang tidak bisa dilepaskan. Keduanya merupakan bentuk dari pikiran dan tindakan manusia. Seorang kawan yang juga anggota dewan mengatakan,"Politik berasal dari Arab, yaitu siasah." Seorang atasan juga pernah mengungkapkan, bahwa hidup butuh seni. Namun, seni harus dipisahkan dengan menjilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selihai apapun seni, dia tidak mampu mengubah suatu kejadian atau fakta. Dia hanya sekadar sebagai reaksi. Saat seni tidak lagi bisa diandalkan untuk mencari solusi, manusia hanya bisa menunduk dan terdiam. Memang, tidak ada keadilan yang seadil-adilnya yang bisa diharapkan di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4166578966791100135?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4166578966791100135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4166578966791100135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4166578966791100135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4166578966791100135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/11/mengubah-paradigma.html' title='Melepas Lelah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-7945280922160363106</id><published>2009-11-07T17:36:00.004+07:00</published><updated>2009-11-07T19:43:32.982+07:00</updated><title type='text'>Sekadar Beropini dari Fakta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SvVrX0ElRPI/AAAAAAAAAIA/EjL8N41Offw/s1600-h/cicak-vs-buaya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SvVrX0ElRPI/AAAAAAAAAIA/EjL8N41Offw/s320/cicak-vs-buaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401341384959804658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OPINI&lt;/span&gt;. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian. Inilah pondasi negara yang menganut demokrasi. Masyarakat diberikan kebebasan melakukan ekspresinya, sepanjang opini itu bisa dipertanggungjawabkan dan tidak merugikan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai opini, tentu relevan dengan perkembangan pemberitaan seluruh media massa selama satu pekan ini. Media menyebutnya sebagai konflik, antara KPK dan Polri. Namun, dalam opini berikut ini, tidak membahas secara implisit substansi materi hukum yang sedang dalam proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini bermula dari testimoni yang dibuat oleh Antasari Azhar, tentang adanya dugaan penyuapan yang terjadi di tubuh KPK. Testimoni ini baru direspon pihak kepolisian setelah dibuat Laporan Polisi (LP). Hingga pada akhirnya, terjadi penahanan terhadap pimpinan KPK, Bibit dan Chandra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan ini mendapat reaksi keras dari publik. Mereka menuduh polisi berusaha melakukan perkedilan institusi KPK. Tentu saja, reaksi ini belum mendapat tanggapan dari kepolisian. Namun, keadaan berubah pasca diputarnya rekaman sadapan pembicaraan Anggodo dengan beberapa pejabat, yang diputar di MK. Pemutaran ini berlangsung sekitar 3,5 jam, dan disiarkan langsung media televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siaran ini disaksikan jutaan penonton. Tidak perlu lagi disebutkan, bagaimana tanggapan masyarakat yang melihat tayangan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai masyarakat awam, selama ini mereka hanya mendengar istilah mafia peradilan. Ada makelar, yang menghubungkan antara pelaku perkara pidana, khususnya pidana korupsi dengan aparat penegak hukum. Dengan adanya rekaman percakapan itu, istilah yang tadinya fiktif, terbuka menjadi fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat juga menjadi saksi rapat antara Komisi III DPR dan Kapolri beserta jajarannya, yang dilaksanakan pada Kamis (5/11) malam. Rapat yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga pukul 03.00 itu, ternyata makin mendapatkan hujatan dari berbagai pihak. Termasuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini pun bermunculan, dengan ragam pandangan. Dari kalangan rakyat biasa sampai kepada kalangan akademisi dan praktisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi itupun terkuak. Satu di antara beberapa agenda kerja Presiden SBY adalah memberantas mafia peradilan. Kita semua bisa menilai, bagaimana pemberantasan itu dilakukan. Tentu dengan indikator dari penyelesaian kasus konflik antara KPK dan Polri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada pertanyaan, mau dibawa ke mana negeri ini? Kita jawab, seperti yang ditulis Budi Shambazy di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt; edisi Sabtu (7/11). "Tak gendong ke mana-mana..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-7945280922160363106?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/7945280922160363106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=7945280922160363106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7945280922160363106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7945280922160363106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/11/sekadar-beropini-dari-fakta.html' title='Sekadar Beropini dari Fakta'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SvVrX0ElRPI/AAAAAAAAAIA/EjL8N41Offw/s72-c/cicak-vs-buaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1492919920187984822</id><published>2009-10-31T17:59:00.003+07:00</published><updated>2009-10-31T18:18:13.937+07:00</updated><title type='text'>Sumiyati Hanya Terbaring dan Merintih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuwZuTjGRbI/AAAAAAAAAH4/UBde8gfn0js/s1600-h/IMG_0225.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuwZuTjGRbI/AAAAAAAAAH4/UBde8gfn0js/s320/IMG_0225.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398718336622544306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUMIYATI&lt;/span&gt;, hanya bisa tergeletak di sebuah kasur tipis yang terletak di ruang tamu rumahnya. Bocah berusia tujuh tahun ini menderita hidrosefalus atau kepala yang membesar sejak ia dilahirkan. Sampai saat ini, penyakit yang sering dikenal dengan kepala air ini belum juga sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayah Sumiyati, Junaedi, ia sudah berusaha menyembuhkan anak bungsu dari lima bersaudara itu dengan membawanya ke rumah sakit beberapa kali. "Bahkan sudah dioperasi dua kali, yaitu pada 2002 dan 2005," jelas pria berusia 57 tahun ini saat ditemui di rumahnya di RT 03/01, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi, Kecamatan Cimahi Utara, Jumat (30/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang sehari-harinya berprofesi pencari rumput ternak ini, mengaku sudah dua tahun tidak membawa Sumiyati ke rumah sakit. Upah yang diterimanya sebesar Rp 150 ribu per bulan, dianggap tidak mencukupi untuk biaya perawatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang hanya beli obat, dengan pakai kartu Jamkesmas," lanjut suami dari Masitoh ini. Di tubuh Sumiyati, ada selang yang berfungsi untuk mengurangi cairan di kepala, yang dikeluarkan setiap hari melalui kelamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumiyati, yang berbadan kurus ini kerap menangis setiap cairan tersebut keluar. Ia juga hanya bisa mengeluarkan cairan atau buang air dengan posisi terbaring. Junaedi menambahkan, anaknya tidak mengalami kesulitan kalau makan. Sumiyati hanya lebih menyukai makan dengan lauk daging dibandingkan dengan sayuran. &lt;br /&gt;Sumiyati tidak bisa diajak berkomunikasi. Sesekali, ia berteriak merengek dan mengeluarkan air mata. Badannya kurus dan lunglai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junaedi mengaku belum mendapatkan bantuan dari pihak kelurahan dan Dinkes Kota Cimahi. "Kalau di kelurahan, paling hanya dipermudah untuk urusan administrasi," ungkapnya. Ia berharap, khususnya kepada Dinkes Kota Cimahi untuk memberikan bantuan medis demi kesembuhan anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pasirkaliki, Oyok Moeliawati mengatakan, pihaknya hanya bisa memfasilitasi Junaedi untuk mengurus syarat administrasi kartu Jamkesmas. "Dulu dia (Junaedi) dapat Askeskin, dan langsung kami ajukan untuk memiliki kartu Jamkesmas," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1492919920187984822?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1492919920187984822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1492919920187984822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1492919920187984822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1492919920187984822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/10/sumiyati-hanya-bisa-tergeletak-di.html' title='Sumiyati Hanya Terbaring dan Merintih'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuwZuTjGRbI/AAAAAAAAAH4/UBde8gfn0js/s72-c/IMG_0225.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4984696004612714556</id><published>2009-10-24T20:10:00.005+07:00</published><updated>2009-10-24T21:24:11.483+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Keangkuhan Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuMN8ASiKvI/AAAAAAAAAHw/SgUCOEg4Jzg/s1600-h/IMG_9991.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuMN8ASiKvI/AAAAAAAAAHw/SgUCOEg4Jzg/s320/IMG_9991.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396172103041034994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUMAT&lt;/span&gt;(16/10) malam, kereta Eksekutif Argogede jurusan Bandung-Jakarta, merapatkan dirinya di Stasiun Gambir. Suasana gerah langsung terasa begitu turun dari gerbong paling buncit. Belum lagi menunggu Transjak yang tidak kunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Posisi di mana bro?" pesan yang tertulis di ponsel. Maklum, dia sudah menunggu satu setengah jam lamanya, di sebuah plaza. Akhirnya, setelah berdiri di halte, bus itu datang juga. Ternyata, malam tidak membuat bus itu kosong. Bus itu tetap saja dipenuhi penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan pun tetap macet. Beberapa kendaraan terlihat mengambil lajur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;busway&lt;/span&gt;. Angkutan umum yang dulu katanya bebas macet ini, ternyata tetap saja berjalan tersendat-sendat, terjebak dalam kemacetan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah setengah jam perjalanan, sampai juga di sebuah plaza, di mana seorang kawan telah menunggu. Duduk di pelataran plaza, ia ditemani seorang kawan. "Akhirnya ketemu juga, bagaimana kabarnya?" sapanya dengan ramah, sembari memberikan tangannya mengajak bersalaman. Sayang, pertemuan dan obrolan itu hanya beberapa jam. Padahal, diskusi itu menarik, karena adanya satu pemahaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Jakarta. Sudah setengah tahun lebih, tidak melihat keangkuhan dan merasakan gerahnya hatimu. Jutaan manusia, berebut rezeki di sini. Sifat dan karakter manusia, bisa berubah dalam waktu tidak lama. Distorsi hebat yang dialami pada beberapa kawan lama, mampu meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;counter&lt;/span&gt; prinsip yang dulu dipegang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah indahnya keangkuhanmu, yang tertuang dalam simbol bangunan-bangunan megah nan elok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4984696004612714556?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4984696004612714556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4984696004612714556' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4984696004612714556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4984696004612714556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/10/indahnya-keangkuhan-jakarta.html' title='Indahnya Keangkuhan Jakarta'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SuMN8ASiKvI/AAAAAAAAAHw/SgUCOEg4Jzg/s72-c/IMG_9991.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4706471821171731496</id><published>2009-10-15T18:26:00.002+07:00</published><updated>2009-10-15T19:40:20.224+07:00</updated><title type='text'>Bocah itu Menggelandang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/StcYI8KQ2BI/AAAAAAAAAHY/EKnzhCiz7_w/s1600-h/agung_15102009_cimahi_anak+jalanan++5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/StcYI8KQ2BI/AAAAAAAAAHY/EKnzhCiz7_w/s320/agung_15102009_cimahi_anak+jalanan++5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392805620666652690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DI&lt;/span&gt; deretan para gelandangan, ada seorang bocah yang terlihat lebih putih dibandingkan lainnya. Bocah itu mengenakan topi krem lusuh. Tangannya menyilang di depan dada. "Ini yang kita amankan karena hendak mengisap lem Aibon," ujar seorang petugas Satpol PP sembari menunjuk bocah putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak didekati, matanya menatap ketakutan. Namun, ketakutan itu kemudian lenyap dengan obrolan santai. Bocah itu mengaku bernama Jaka. Usianya masih 10 tahun. Bocah itu disuruh membuka topinya oleh seorang petugas Satpol PP. Kepalanya botak, dan di dahinya ada luka yang ditutupi plester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaka bercerita, dirinya mulai menjadi anak jalanan sekitar satu tahun lalu. Ia terpaksa karena diusir dari rumah oleh ibu tirinya. "Ibu saya meninggal, kemudian ayah menikah lagi," ucapnya secara terbata-bata. Tidak hanya itu. Sekolah pun harus ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita dengan mata yang berkaca-kaca dan menerawang kosong. Kini, Jaka mengisi masa kecilnya dengan meminta-minta di sekitar stasiun. Setiap hari, ia bisa mengantongi uang dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. Setiap hari pula, ia menyisakan Rp 1.500 untuk membeli lem Aibon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dipaksa teman-teman yang lebih besar, kalau tidak mengisap saya dipukul," lanjutnya dengan lirih. Saat ini, ia tinggal di sebuah rumah bersama beberapa anak jalan lainnya. Rumah itu adalah milik orang yang mengurusi anak-anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, harapan Jaka adalah bisa menikmati masa kanak-kanaknya, laiknya bocah-bocah lainnya. Sampai di era reformasi, globalisasi dan pemerataan ini, belum ada formulasi kebijakan yang efektif untuk mengurangi gelandangan di negeri ini. Salah siapa? Apakah solusinya? Ingat, mereka adalah generasi penerus kita, yang akan melanjutkan perjuangan eksistensi bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4706471821171731496?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4706471821171731496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4706471821171731496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4706471821171731496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4706471821171731496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/10/bocah-itu-menggelandang.html' title='Bocah itu Menggelandang'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/StcYI8KQ2BI/AAAAAAAAAHY/EKnzhCiz7_w/s72-c/agung_15102009_cimahi_anak+jalanan++5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1404213814737440887</id><published>2009-10-13T18:49:00.000+07:00</published><updated>2009-10-13T18:50:15.335+07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang Sang Ibu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUA&lt;/span&gt; pria dan dua perempuan, memasuki sebuah ruangan. Mereka berjalan dengan beriringan. Kedua tangan mereka, memegang pundak orang yang ada di depannya. Wajah ketiga pria itu pun hanya menunduk. Mereka mengenakan seragam oranye. Iringan itu dikawal beberapa petugas yang mengenakan baju putih dan celana hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mereka adalah pengguna beberapa linting ganja, yang ditangkap petugas kepolisian. Ketiganya dihadirkan ke dalam ruangan Satuan Narkoba (Satnarkoba), untuk kemudian diwawancarai wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua perempuan itu, memiliki usia 22 tahun. Tubuh keduanya pun sama-sama memiliki ukuran yang kecil. Satunya bernama Dewi, dan yang satunya lagi adalah Lia. Sedangkan yang pria, namanya adalah Edi dan Zul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi dan Lia, ditangkap tangan saat sedang mengisap ganja di sebuah taman. Mereka mengelak dituduh sengaja mengisap ganja tiga linting itu. Menurut pengakuan Dewi, keduanya diberikan oleh seorang yang baru saja dikenalnya. "Kita tidak tahu kalau itu adalah ganja, karena ditaruh dalam bungkus rokok," ujar Dewi dengan suara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tentu saja pengakuan Lia dan Dewi dibantah kedua pria tadi. Ternyata, mereka sudah saling kenal lama, karena keempatnya tinggal di satu kampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan kedua perempuan itu, sangat miris. Apalagi, ibu dari Dewi, menyaksikan dari jauh anaknya yang sedang berdiri itu. Ibu yang mengenakan jilbab itu hanya termangu, dan hanya memandang pasrah. Bisa dibayangkan, apa yang ada di benak ibu yang usianya terlihat sudah 60 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang sama juga terjadi sekitar dua pekan sebelumnya. Saat itu, ada empat mahasiswa perguruan tinggi negeri terkenal ditangkap karena kasus yang sama. Ada seorang ibu yang histeris, saat melihat anaknya dikeluarkan dari sel untuk diwawancarai wartawan. "Pak, tolong jangan pakai kamera," katanya seraya merengek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dijelaskan, ibu tersebut akhirnya mau mengerti dan kemudian duduk untuk melihat anaknya di'telanjangi'. Air mata ibu itu pun menetes. Kerabatnya yang menemani ibu itu, hanya bisa mengelus punggung sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kenapa hanya ibu yang datang? Kenapa tidak bapak, atau kawan-kawan dari para tersangka tadi? Dari kisah nyata ini, bisa menggugah pikiran dan hati kita masing-masing. Sehebat apapun kenakalan anaknya, dia akan tetap hadir memberikan kasihnya dengan ketulusan. Semoga, bisa menjadi satu renungan bagi kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1404213814737440887?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1404213814737440887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1404213814737440887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1404213814737440887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1404213814737440887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/10/kasih-sayang-sang-ibu.html' title='Kasih Sayang Sang Ibu'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8761347634518458492</id><published>2009-10-01T10:33:00.003+07:00</published><updated>2009-10-01T11:28:03.634+07:00</updated><title type='text'>Dewan Oh Dewan...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ADA&lt;/span&gt;-ada saja sikap para anggota dewan di negara ini. Secara definitif dalam sistem demokrasi, kalangan legislatif merupakan perwakilan rakyat, yang mengawasi kinerja aparat pemerintah atau eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik pun berhak tahu, tentang kegiatan dan apa saja yang dilakukan wakil yang dipilihnya secara langsung itu. Apalagi yang terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan anggaran dan fasilitas. Produk kinerja mereka, seperti draft, rancangan, dan pengesahan UU, perlu mendapat sorotan karena demi kepentingan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi anggota dewan memang tidak mudah. Stigma yang berkembang di masyarakat, butuh modal besar untuk menjadi anggota dewan yang terhormat. Maklum, mereka harus melakukan publikasi diri untuk meraih simpatisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, anggota dewan baru periode 2009-2014 sudah terpilih dan dilantik. Baik yang di daerah maupun di pusat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa anggota dewan sudah mengajukan permintaan, yang berkaitan dengan fasilitas. Padahal, mereka belum melaksanakan tugas dan kewajibannya. Seperti yang diketahui, untuk pelantikan anggota DPR, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 46 miliar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jabar, DPRD Provinsi enggan menempati rumah dinas (rumdin) lama. Mereka menuntut adanya rumah baru yang dekat dengan lokasi kerja. Mereka juga menilai, rumah yang berjumlah 100 unit itu tidak laik huni dan butuh renovasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi tuntutan DPRD Kota Cimahi. Mereka mewacanakan adanya penambahan mobil hingga 26 unit. "Itu baru wacana, tetapi kita tetap berpedoman pada Tata Tertib (tatib) yang lama," jelas Ketua Pansus Tatib DPRD Kota Cimahi, Ajang Rahman beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan itu dinilai pihak Sekretariat Dewan Kota Cimahi tidak realistis. Menurut Kabag Humas Setwan, Kardin Panjaitan, mobil yang ada hanya 13 unit. "Memang ada perubahan tatib, istilah yang mereka gunakan adalah unsur pimpinan, bukan ketua," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya istilah unsur pimpinan, jika dihitung dari enam kelengkapan dewan, termasuk PURT dan Fraksi, berarti butuh 39 unit mobil. Padahal, anggota DPRD Kota Cimahi hanya berjumlah 45 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta ini tentu membuat miris rakyat. Jabar baru saja mengalami bencana alam gempa bumi. Sumatera Barat juga baru saja mengalami kejadian serupa. Ribuan siswa yang terpaksa melakukan kegiatan belajar di tenda-tenda darurat. Realistiskah anggaran untuk fasilitas anggota dewan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8761347634518458492?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8761347634518458492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8761347634518458492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8761347634518458492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8761347634518458492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/10/dewan-oh-dewan.html' title='Dewan Oh Dewan...'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1939965579596363952</id><published>2009-09-26T18:21:00.002+07:00</published><updated>2009-09-26T19:00:09.342+07:00</updated><title type='text'>Melacurkan Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEGITU&lt;/span&gt; banyak, intelektual-intelektual muda yang mengaku dirinya menjadi aktivis saat kuliah. Pemikiran mereka pun terlihat kritis, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;out of context&lt;/span&gt; dibandingkan yang lain, yang sekadar menuntut ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sepertinya ada perubahan orientasi ketika memasuki dunia kerja. Tentu, zaman dulu pemikiran mereka adalah hasil pemikiran akademisi orisinil. Kepentingan masih terbatas, pada eksistensi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya, perubahan orientasi itu terletak pada esensi pemikiran mereka. Sehebat dan selantang apapun, akan menjadi tidak berpengaruh apa-apa, kecuali hanya sekadar penambah referensi. Satu bentuk penilaian orisinalitas pemikiran intelektual, bisa dilihat dari pengaruhnya bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang menjadi sorotan, adalah isu suap. Hal ini sangat krusial, karena kaitannya dengan materi. Seorang kawan pernah berkata,"Kamu belum punya tanggungan (anak dan istri) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;, nanti kalau sudah ada tanggungan, kamu akan merasakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam alasan diajukan, bagi legitimasi sebuah keputusan. Memang, alasan itu logis dan bisa diterima. Apalagi, penawaran suap memang menggoda dari segi nominal. Benturan hati dan pemikiran, akhirnya tidak terelakkan. Sejauh mana, kita bisa bertahan dari serangan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1939965579596363952?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1939965579596363952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1939965579596363952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1939965579596363952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1939965579596363952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/09/melacurkan-diri.html' title='Melacurkan Diri'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-7537518592620082068</id><published>2009-09-12T19:35:00.002+07:00</published><updated>2009-09-12T20:59:17.667+07:00</updated><title type='text'>Mengenang 11 September 2001</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MASIH&lt;/span&gt; terbayang, delapan tahun lalu, pada 11 September 2001, saat gedung World Trade Center (WTC) di Amerika, ditabrak dua pesawat Boeing. Kejadian yang berlangsung pagi itu, menimbulkan korban jiwa mencapai sekitar 2.700 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari adanya konspirasi tingkat tinggi, peristiwa itu mengubah konstelasi politik internasional. Isu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;war on terrorism&lt;/span&gt;, menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; kebijakan Amerika, sebagai satu-satunya negara adi daya. Mengubah kebijakan yang sebelumnya cenderung kepada hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pascaperang dingin, politik internasional terkesan adem ayem. Perimbangan kekuasaan, tidak terjadi. Isu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;containment policy&lt;/span&gt; menjadi tidak relevan setelah pecahnya Uni Soviet menjadi beberapa negara bagian. Hal ini merupakan satu analisa dari kebijakan luar negeri AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif domestik negara Paman Sam itu, George W Bush Jr, memerlukan legitimasi kuat saat dirinya baru saja dikukuhkan menjadi presiden. Proses pemilu itu dipertanyakan, karena secara suara, Bush kalah tipis dengan John Kerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika ditarik ke dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;national interest&lt;/span&gt; di Indonesia, perubahan kebijakan itu justru merugikan. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Fahrenheit 9/11, memojokkan kalangan radikalisme Islam. Sekali lagi, disertasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Benturan Peradaban&lt;/span&gt; yang ditulis Samuel Huntington menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki jumlah penganut Islam terbanyak di dunia. Adanya fakta ini akhirnya memunculkan persepsi, bahwa Indonesia adalah lahan subur bagi tumbuhnya teroris. Hanya persepsi memang. Untuk itulah, kemudian Densus 88 dibentuk, dengan bantuan dana dari AS dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, konstelasi politik masih dipengaruhi isu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;war on terrorism&lt;/span&gt;. Sebagai masyarakat awam, kita pun tidak pernah tahu, apakah teror yang belakangan marak terjadi adalah demikian adanya? Atau, adakah permainan konspirasi, laiknya kalangan konservatif di dalam pemerintahan Bush Jr?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-7537518592620082068?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/7537518592620082068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=7537518592620082068' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7537518592620082068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/7537518592620082068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/09/mengenang-11-september-2001.html' title='Mengenang 11 September 2001'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-8357159737196233850</id><published>2009-09-12T15:23:00.003+07:00</published><updated>2009-09-12T19:19:40.388+07:00</updated><title type='text'>Konsisten dalam Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SquR1mjY9rI/AAAAAAAAAHQ/QloSP6cJdgs/s1600-h/menulis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 308px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SquR1mjY9rI/AAAAAAAAAHQ/QloSP6cJdgs/s320/menulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380554529892267698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIDAK &lt;/span&gt;ada yang konsisten, kecuali konsisten dalam inkonsistensinya. Hakikat konsisten adalah tetap, atau statis. Biasanya, dalam ilmu sosial, konsisten identik dengan pemikiran dalam merumuskan sebuah teori menjadi tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks konsisten pun tidak lepas dari menulis. Menulis bisa dirumuskan menjadi sebuah tindakan, karena merupakan hasil dari karya pemikiran manusia. Menulis hanya merupakan satu dari jutaan profesi atau bakat. Namun, saat ini, menulis tidak hanya menjadi milik jurnalis, penulis buku, atau kalangan akademisi. Ibu-ibu rumah tangga pun, bisa menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah zaman yang disebut dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;citizen journalism&lt;/span&gt;. Perkembangan teknologi, menjadi wadah bagi siapapun untuk menulis, yang juga bisa dibaca siapapun di belahan dunia ini. Beragam tulisan pun bermunculan. Ada yang sekadar curhat, karya ilmiah, catatan perjalanan, sampai kuliner. Nah, komunitas ini pun ternyata dibutuhkan sebagai media gratis bagi perusahaan-perusahaan yang ingin terpublikasi di media maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mengenalkan konsep hotel, saya undang beberapa teman untuk datang dan berkeliling hotel sampai masuk ke dapur. Setelah itu, mereka akan menulis di blognya masing-masing dengan beragam cerita tentang hotel ini," jelas seorang Manager Public Relation di Bandung, beberapa waktu lalu. Strategi marketing itu ternyata cukup ampuh. Beberapa tamu hotel, khususnya yang berada di luar negeri, ternyata tahu keberadaan hotel dengan segala fasilitasnya dari blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah tulisan, apa yang dipikirkan, atau sekaligus karakter pemikiran bisa diraba. Saya sering baca tulisan-tulisan dari penulis Budi Shambazy di Kompas setiap Sabtu. Tulisan itu begitu enak dibaca, sekaligus bermanfaat dan berbobot. Opini itu penting, tanpa meninggalkan kehumanisannya. Kalangan intelektual, bahkan mungkin masyarakat awam bisa paham dengan makna tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak semua blog itu kemudian bertahan. Menulis memang tidak mudah dan tidak bisa dipaksakan. Banyak yang mulai berguguran, dengan beragam alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang baik, idealnya memiliki beberapa fungsi. Seperti misalnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;intelektual benefit&lt;/span&gt;. Tidak semua penulisan, atau berita yang mampu memberikan fungsi tersebut. Kecuali bagi mereka, yang benar-benar menulis dari hasil mengoptimalkan fungsi kelima inderanya dengan situasi di sekelilingnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-8357159737196233850?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/8357159737196233850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=8357159737196233850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8357159737196233850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/8357159737196233850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/09/konsisten-dalam-menulis.html' title='Konsisten dalam Menulis'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SquR1mjY9rI/AAAAAAAAAHQ/QloSP6cJdgs/s72-c/menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4953889937621179970</id><published>2009-09-01T15:50:00.000+07:00</published><updated>2009-09-01T15:51:32.356+07:00</updated><title type='text'>Kapan Perang Dunia II Meletus?</title><content type='html'>Selasa, 1 September 2009 | 12:52 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GDANSK, KOMPAS.com — Kapan sebenarnya Perang Dunia II berkecamuk ke seluruh dunia? Tujuh dekade setelah serangan Nazi Jerman ke Polandia, jawaban pertanyaan itu tergantung kepada bagaimana orang mengasumsikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir AFP, kebanyakan sejarawan setuju bahwa perang dunia pecah pertama kali pada 1 September 1939 ketika sebuah kapal perang Jerman menembaki pelabuhan Polandia di Danzig (kini Gdansk), dan pasukan Nazi menyeberangi perbatasan Polandia tanpa mengumumkan terlebih dahulu pernyataan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang itu sebenarnya masih merupakan konflik Jerman-Polandia sampai 3 September ketika Inggris dan Perancis, yang terikat pakta militer dengan Polandia, mengumumkan perang terhadap Jerman untuk melibatkan seluruh imperiumnya ke dalam perang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia II secara formal memang melibatkan hampir semua bangsa di planet itu dengan derajat berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan lain muncul dari Asia. Pemimpin China, Chiang Kai-shek, dalam catatan hariannya menuliskan bahwa awal Perang Dunia meletus pada 1931 manakala Jepang menguasai Manchuria di Timur Laut China yang kemudian berubah menjadi negara boneka Jepang. Sejumlah orang lainnya di China menganggap perang dunia mulai pada 7 Juli 1937, tatkala pasukan Jepang melancarkan serangan besar-besaran ke seluruh wilayah China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Rusia, yang perang ini disebut sebagai "Perang Patriot Agung", dimulai pada 22 Juni 1941, ketika pasukan Nazi menginvasi Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polandia sendiri mengingat bahwa pasukan Soviet masuk ke wilayah timur negeri itu pada 17 September 1939, di bawah Pakta Molotov-Ribbentrop Pact dengan penguasa Nazi. Pada saat yang sama, pasukan Soviet yang berperang melawan Jepang pada 1938 dan 1939 menyerang Finlandia beberapa minggu setelah bergerak masuk ke Polandia, dan juga menduduki Estonia, Latvia, dan Lithuania pada 1940.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk negara-negara Eropa Barat, konflik itu masih dikategorikan sebagai "Perang Semu" sampai 1940 ketika gerakan pasukan Nazi ke Denmark, Norwegia, Belgia, dan Belanda, kemudian menyerang Inggris dari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekutu Jerman, penguasa fasis Italia, juga menceburkan ke dalam konflik global itu pada 1940. Sementara bagi Amerika Serikat, Perang Dunia II bermula pada 7 Desember 1941, setelah Jepang mengebom pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbor, Hawaii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata ada penafsiran berbeda mengenai akhir Perang Dunia II. Di Eropa Barat, fokusnya tertuju pada 8 Mei 1945, sedangkan Rusia percaya hal itu terjadi pada 9 Mei 1945 saat Jerman menandatangani penyerahan diri mereka. Sementara di kawasan Pasifik, perang dunia dianggap berakhir pada 2 September 1945, ketika Jepang menyerah kepada Amerika Serikat menyusul bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4953889937621179970?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4953889937621179970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4953889937621179970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4953889937621179970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4953889937621179970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/09/kapan-perang-dunia-ii-meletus.html' title='Kapan Perang Dunia II Meletus?'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-4789886326359333766</id><published>2009-08-27T12:34:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T13:25:45.051+07:00</updated><title type='text'>Pakta Integritas Anggota Dewan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SpYmrn21bHI/AAAAAAAAAHA/jUyyrkFIkPU/s1600-h/IMG_8830.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SpYmrn21bHI/AAAAAAAAAHA/jUyyrkFIkPU/s320/IMG_8830.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374525736188472434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMILIHAN &lt;/span&gt;legislatif, sudah berlalu. Anggota dewan dengan masa tugas 2009-2014 pun akhirnya dilantik. Untuk meningkatkan tugas dan tanggungjawab para wakil rakyat tersebut, banyak cara dilakukan. Seperti membuat Pakta Integritas, atau komitmen bersama untuk tidak melakukan sesuatu hal yang menyimpang, serta siap menerima risiko jika melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar sebagai sebuah retorika. Stigma memang sudah terbentuk di opini publik. Tetapi, bagaimana pun konsep itu patut disambut gembira, karena bertujuan baik. Kelemahan memang masih terjadi, seperti tidak adanya tindakan tegas dari pihak dewan. Mereka hanya dijatuhi sanksi moral, bukan hukum pidana atau perdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita kembalikan semua tindakan kepada partai, di mana asal dari yang bersangkutan (anggota dewan)," jelas seorang ketua dewan sementara, sebelum pelantikan beberapa waktu lalu. Setelah pengambilan sumpah, dirinya mewakili para anggota dewan untuk meratifikasi pakta integritas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakta itu berisi tentang komitmen para anggota dewan, untuk menghindari terjadinya korupsi. Namun, seperti yang disebutkan di atas, tidak ada isi yang mengatur tentang sanksi pidana di dalamnya. Hanya sebuah komitmen dengan sanksi moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membuat Pakta Integritas, para anggota dewan itu juga akan merevisi Tata Tertib (Tartib) yang berlaku bagi diri mereka sendiri. Poin yang paling penting dan perlu mendapat perhatian adalah, komisi anggota dewan akan dipotong jika terlambat, atau tidak datang dalam sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sering mendapat protes dari kalangan eksekutif, saat rapat para anggota dewan sering terlambat dan juga ada yang tidak hadir, begitupun saat Paripurna internal," jelas Kabag Humas, di suatu dewan. Ia mengajukan agar Tartib itu memberikan sanki yang jelas, seperti pemotongan gaji yang diterima dewan, yang sering membolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga negara biasa, kita hanya berharap, para anggota dewan bisa benar-benar melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya secara optimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-4789886326359333766?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/4789886326359333766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=4789886326359333766' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4789886326359333766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/4789886326359333766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/08/pakta-integritas-anggota-dewan.html' title='Pakta Integritas Anggota Dewan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/SpYmrn21bHI/AAAAAAAAAHA/jUyyrkFIkPU/s72-c/IMG_8830.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-1086760079602199364</id><published>2009-08-22T16:32:00.002+07:00</published><updated>2009-08-22T19:24:03.617+07:00</updated><title type='text'>Dilematika Komitmen Sakral</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/So_jWFROG_I/AAAAAAAAAG4/bs0anuRQYGs/s1600-h/pernikahan.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/So_jWFROG_I/AAAAAAAAAG4/bs0anuRQYGs/s320/pernikahan.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372762848987323378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERKAWINAN&lt;/span&gt; adalah sebuah proses dalam hidup. Dia butuh komitmen, yang dibalut dalam suatu prosesi sakral. Dua jenis kelamin, dua jasad, dengan ragam perbedaan disatukan dalam ikatan perkawinan. Sebagian manusia sepakat, untuk menghormati upacara suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana komitmen sebuah perkawinan itu bisa bertahan? Masa depan tidak bisa ditebak, hanya bisa diprediksi dengan melakukan generalisasi. Namun, itu hanyalah sekadar prediksi, bukan kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terkadang sulit untuk dimengerti. Saya jadi teringat teori tentang Mars dan Venus yang pernah diungkapkan seorang kawan. "Kalau Mars itu identik dengan egoisme yang dimiliki setiap pria, sedangkan Venus adalah seperti perempuan yang seringkali menggunakan perasaannya," ujarnya pada suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, teori itu hasil generalisasi. Toh tidak semua analogi itu benar adanya. Tidak jarang, perempuan justru memiliki egoisme yang lebih besar ketika dia menggunakan rasionalisasi, dibandingkan pria. Bahkan, beberapa perempuan yang sudah menjalin komitmen, lupa atau sengaja melanggar sumpah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman itu menjadi pelajaran yang berharga. Pembentukan skeptis pun muncul dari sana. Pada akhirnya, skeptis itu berimplikasi pada ketidakpercayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas terkadang tidak seindah yang dibayangkan. Hingga kita dihadapkan pada satu pertanyaan sulit, memilih kejujuran untuk mengetahui fakta, atau justru menutup mata dan enggan mengetahui kenyataan yang justru membunuh dari belakang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi sering berpikir, khususnya dengan usia yang mendekati target. Apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk menjaga komitmen itu? Apalagi dengan berbagai nilai idealisme yang masih mendominasi pemikiran dan tindakan. Sahabat terbaik, memang diri kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-1086760079602199364?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/1086760079602199364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=1086760079602199364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1086760079602199364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/1086760079602199364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/08/dilematika-komitmen-sakral.html' title='Dilematika Komitmen Sakral'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3-mfVb5BiXU/So_jWFROG_I/AAAAAAAAAG4/bs0anuRQYGs/s72-c/pernikahan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-3305451491397006207</id><published>2009-08-20T12:17:00.002+07:00</published><updated>2009-08-20T12:47:22.449+07:00</updated><title type='text'>Nostalgia itu Indah</title><content type='html'>MASA-masa indah saat sekolah sudah terlewati. Mustahil untuk mengulanginya, dalam kondisi yang sama. Masa itu kembali terkenang, saat berjumpa kawan-kawan di situs sewaktu SMA, bahkan kawan di masa SD. Memang, bukan pertemuan langsung, hanya melalui media situs Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian di antaranya sudah ada yang menikah dan memiliki anak, walaupun masih ada yang tetap berjuang dengan prinsip dan idealismenya masing-masing. Inilah kuasa waktu. Tidak akan pernah terulang dan tidak pernah rehat sedetikpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terlintas, mengenang masa-masa itu. Masa di mana pembentukan karakter kita, sebagai manusia. Indah memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, masa itu hanya sekadar refleksi. Refleksi bagi pembentukan karakter selanjutnya, karena dari masa lalu itulah kita dapat membentuk masa depan yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai refleksi, saya dapat bercermin dengan melihat keadaan kawan-kawan saat ini. Ada yang sudah menggapai cita-citanya, tetapi ada juga yang masih berdiam diri sembari mengeluh tanpa melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan harus tetap dilanjutkan. Setiap manusia memiliki orientasinya sendiri-sendiri. Pada suatu hari, saya chatting dengan seorang kawan di SMA. Dia mengatakan," Tambah usia, harus lebih dewasa dalam menyikapi hidup, hadapilah semua dengan syukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantisme itu tidak akan pernah terulang kembali. Namun, ruh dari semangat dan saling mendukung masih tetap ada, selama silaturahmi itu terus terjalin. Selamat berjuang kawan, karena perjuangan itu tidak pernah berhenti selagi kita masih bernafas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-3305451491397006207?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/3305451491397006207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=3305451491397006207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3305451491397006207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/3305451491397006207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/08/nostalgia-itu-indah.html' title='Nostalgia itu Indah'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3628590166933475539.post-5677157185682749305</id><published>2009-08-14T20:51:00.000+07:00</published><updated>2009-08-14T20:52:16.513+07:00</updated><title type='text'>Idealisme Itu Mati Perlahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONSEKUENSI&lt;/span&gt; adalah satu keniscayaan dalam segala pilihan. Tidak banyak yang mengambil keputusan dengan berbagai konsiderasi. Jika merunut kepada teori yang menyatakan bahwa setiap manusia adalah makhluk yang rasional, maka, segala keputusan itu adalah hasil dari tindakan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, teori itu kemudian dipatahkan dengan peran eksternal, yang cenderung dominan dalam pengambilan keputusan. Ini adalah satu bentuk analogi, dari pemikiran yang dianggap tidak lazim di era globalisasi saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berbicara mengenai idealisme, tetapi mereka bahkan tidak tahu, apa itu idealisme. Banyak juga yang menuduh orang lain terlalu idealis. Atau, ada yang memperkenalkan eksistensinya melalui kata idealisme. Bahkan, ada yang menganggap idealisme memang suatu paham yang tidak relevan jika disandingkan dengan lawan katanya, realisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat pemikiran intelektual adalah teoritis, empiris, dan akademis. Antonim dari kaum intelektual adalah praktis, pragmatis, dan realis. Keduanya pun memiliki takdir dan pemahaman yang berbeda. Perbedaan keduanya memungkinkan disatukan, dengan teori induksi dan deduksi. Tentu tidak berjalan seiringan. Keduanya pun ada kepentingan mendasar dalam mencari dominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada tema idealisme, yang identik dengan orang yang banyak berdialektika tanpa adanya tindakan. Alias omong kosong! Pemikiran idealisme, bukan tidak butuh logistik, yang dalam hal ini memiliki pemahaman materi. Namun, idealisme mencoba melakukan konstruksi, bagaimana cara mendapatkan logistik tersebut. Bukan dalam hal pemahaman realisme, yang menganut mahzab menghalalkan segala cara mencapai logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu, memiliki idealisme masing-masing. Etika dan moral. Itulah satu bentuk idealisme yang ada pada ruh kita, tentu dengan standar yang berbeda. Pencapaian dalam standar, perlu adanya kesepakatan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam era keterbukaan atau demokratisasi, idealisme terkikis dengan dominasi profit oriented. Padahal, demokratisasi sendiri merupakan ciptaan dari idealisme. Pemikiran idealisme nyaris tidak mendapatkan tempat sedikit pun untuk menyatakan eksistensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar para penganut idealisme itu pun mulai berguguran, karena tergiur dengan nikmatnya suatu harga yang ditawarkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3628590166933475539-5677157185682749305?l=agg-fuhrer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/feeds/5677157185682749305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3628590166933475539&amp;postID=5677157185682749305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5677157185682749305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3628590166933475539/posts/default/5677157185682749305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/08/idealisme-itu-mati-perlahan.html' title='Idealisme Itu Mati Perlahan'/><author><name>fuhrer banditz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04654281185265660035</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-pWHGyUIz3Ho/TtuFn01GBNI/AAAAAAAAAUE/RkB8Ndpd5qQ/s220/me2ee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
